Guratan Jiwaku | |
Hari Minggu sepertinya saat yang tepat bin pas untuk berburu. Hari itu mungkin akan dikhususkan hari bebas internet alias tidak internetan sehari, sedang sementara ini saya tidak bisa ber-YM ria. Nggak sempat dan waktunya juga ternyata sulit diatur....hari ini dan seterusnya bakalan sibuk mengurus kompre serta magang-magang yang bermasalah dan sudah bermunculan setiap harinya, sehingga nyaris malas untuk ber-YM...
Jangankan ber-YM, ber-SMS riapun sudah malas sekali. Beberapa hari ini saja saya sedikit SMSan, SMS saja tidak terbalas sama sekali, so...sekalian irit pulsa juga (hehehehe, lagu lama banget). Nggak tahu, belakangan kok susah sekali ketemu orang-orang, atau memang saya sendiri yang sudah kecapekan ya sampai hanya lewat sini saja saya berkomunikasi?
Ya sudahlah, hari Minggu nanti saat yang tepat untuk berburu obyek jepretan, keliling Malang dulu mungkin untuk saat ini. Besok-besok kalau sudah longgar, baru keluar kota, ketemu dengan lainnya. Bukan karena sok kamera baru, tapi memang suka banget....hehehehee...
Hari Minggu, hari berburu obyek...(meski sebenarnya setiap hari juga begitu)...dan satu lagi...HP saya matikan!!!
Bambang Priantono 040708
Alhamdulillah, kini kamera Canon A 590 itu sudah seminggu lebih ada ditangan saya. Ada kira-kira 200 gambar yang berhasil saya ambil, di berbagai kesempatan. Baik foto keluarga, di kampus, ataupun di tempat2 menarik sekitar rumah maupun kota, dan kalau ada waktu mau jalan-jalan ke kota lain juga.
Hal yang paling saya senangi adalah memotret dari sudut, bukan frontal. Entah sudut kiri, kanan atau bawah...terlebih saat memotret rumah ibadah, malah kesan agung itu sangat terasa kalau dipotret dari bawah, sampai miring-miring waktu ngejepretnya. Malahan kemana-mana sekarang saya selalu bawa kamera itu, supaya kalau ada momen oke, bisa langsung kejepret...
Mungkin kesannya gila ya, apalagi masih barang baru. Tapi, insyaallah nggak...saya sudah suka dengan fotografi meski masih baru belajaran, dan foto-foto yang nangkring di MP inipun hanya saya ubah ukurannya, sisanya? nggak sama sekali. Canon A 590 ini ternyata betul-betul bagus, paling nggak buat saya sendiri, dan akan dijaga sebaik-baiknya...sampai nanti bisa ngumpul duit untuk beli yang lebih bagusan..
Insyaallah sering-sering memotret, agar bisa menggoda kawan-kawan dengan obyek2 sekitar..hehehe (apalagi yang candid..asyik banget) dan beli banyak baterai agar gak kehabisan hehehehe....
Bambang Priantono 040708
I know nothing anymore I feel as if I'm at an intersection Within confusing sphere Trapped into a hollowless hole Now, I am on it... I wanna break all its ties... Get free from this sphere.. It almost kills me.. As if an octopus' dreadful tentacles... What should I do... Is it about to be? I wanna break them all... Without any reasons... I don't know where I will be... Seeking tremendous moment... Looking for the real thing... I am helpless now... I am still searching...
Should I run away?
Bambang Priantono 030608
Batik buat kondangan? Biasa! Batik buat nutup jenazah? Biasa! Batik buat acara tradisi? Biasa juga! Sejatinya tulisan sejenis sudah banyak, hanya saja saya masih tertarik sekali untuk membahasnya kembali. Setiap hari Jumat, para pegawai negeri (kaki tangan negara) diwajibkan untuk memakai batik (bukan pilihan) baik yang berkecimpung dilembaga pemerintahan maupun lembaga pendidikan (baik negeri maupun sebagian swasta). Bahkan anak sekolah terutama dulu, dihari tertentu juga pakai seragam batik. Tapi ya itu tadi, batik masih dipandang sebelah mata karena mengesankan tua, old fashioned alias jadul. Dalam kurun beberapa waktu terakhir, kaum wanita seperti kembali tergila-gila dengan batik, dimana-mana kini mulai banyak ditemui orang-orang berbaju batik dalam berbagai model, entah baju lengan panjang, lengan pendek, sampai dalam bentuk baby dolls dan jilbab, kendati sebenarnya sejak beberapa tahun lalu batik juga menjadi bagian fesyen remaja dalam bentuk celana atau rok, belum menyeluruh. Di kampus-kampus, mall, dan tempat-tempat umum lainnya, tidak pula memandang asal usul penggunanya karena sebenarnya batik bisa dipakai oleh siapa saja. Biasanya batik yang digunakan adalah batik cap, bukan batik tulis, sehingga harganyapun jatuh lebih murah. Satu baby doll dibeberapa tempat bisa didapat hanya dengan Rp 50.000 sampai 69.000 tergantung kualitasnya, bahkan di pasar-pasar tradisional bisa didapat dengan harga lebih miring. Jika yang dipakai sebagai bahan baju batik tulis, pastinya harga akan melambung. Mungkin karena harga murah itulah akhirnya berbondong-bondong kaum remaja putri dan wanita membeli batik hingga penggunanya dapat dijumpai dengan mudah. Biasanya dipadu padankan dengan celana kain atau jeans, sedang yang memakai kerudung dipadu dengan baju kaos lengan panjang hitam dan celana senada/ jeans. Artinya, bisa dech batik jadi baju hang out yang oke. Teman saya yang doyan dugem pernah cerita kalau bule-bule yang dugem disebuah kafe diwilayah Malang banyak yang pake batik saat ajeb-ajeb..
Pendeknya sekarang pemasyarakatan batik sudah kembali menemukan jalurnya, dan tinggal waktu yang berbicara apakah trend ini akan berkesinambungan atau tidak? Harapan saya pribadi, semoga terus berlanjut dan jadi ciri bagi masyarakat dunia kalau Indonesia juga punya coraknya sendiri meskipun terkena arus global. Long Live Batik Indonesia
Bambang Priantono 030608 (foto adalah hasil jepretan diam2 dikawasan Matos)
Agak lama gak nulis di jurnal, bikin tangan gatel...biarpun sepi juga harus dilakoni...
Beberapa hari terakhir ini hujan abu terus turun....ini keliatan terlebih malam hari. Saya pulang dari main internet sekitar jam 8 malam dan saat perjalanan pulang ke rumah, biasanya helm saya buka teropongnya karena kalau malam hari jalan depan malah gak kelihatan. Walhasil karena hujan abu itu, mata saya kelilipan parah dan rasanya abu sebagian masuk ke pernapasan, sampai-sampai saya harus tutup kembali teropong helm agar tidak kemasukan abu.
Dan yang bikin bete pastinya sepeda motor selalu kotor. Padahal sudah dibersihin, eh gara-gara abu malah kena lagi. Sampai harus mengibas-ngibaskan tangan ke jok sepeda agar bisa diduduki dalam keadaan bersih. Aduh, jadi ingat hujan abu parah 14 tahun lalu neh...atap-atap jadi kayak kena salju.
Yah, sudah musim kemarau kena hujan abu limpahan dari Gunung Semeru...apalagi gunung satu itu sedang aktif-aktifnya mengeluarkan asap, dan daerah dibawahnya pastilah kena. Hehehehe....diterima saja, karena memang sudah jadi ketetapan-Nya..
Bambang Priantono 020708 (foto jok yang kena abu)
Hari ini sebenarnya saya mau ke dua tempat, yakni BNI dan Danamon. Ke BNI tujuannya ya untuk nabung duit gajian, meski di saldonya masih banyak..xixixixixixi...tapi kan perlu ngirit biar gak pontang panting pas tanggal tua entar. Sedangkan ke Danamon untuk menutup kartu kredit yang sudah saya pakai selama 2 tahun terakhir.
Sekitar jam 11.45 saya meluncur ke jalan, rencananya ke BNI didekat kantor aja, tapi ....eh katanya ada gangguan sistem dari pusat. Merapat lagilah saya ke BNI cabang utama di Jalan Basuki Rahmat, hasilnya juga idem ditto....gangguan jaringan sejak pukul 10.30 dan entah sampai jam berapa bisa dipakai lagi. Ya sudahlah, akhirnya saya putuskan meluncur ke Bank Danamon yang masih tetanggaan dengan MOG (Malang Olympic Garden) dikawasan Jalan Kawi.
Di Bank yang sedang ramai itu, saya dikasih nomor antrian ke CSO alias pelayanan pelanggannya. Menunggu-menunggu dan menunggu, dapat nomor antrian 536. Akhirnya setelah nomor antrian saya dipanggil, saya langsung duduk didepan CSOnya dan mengutarakan langsung untuk menutup kartu kredit saya. Oleh si Mbak CSO kartu saya dipinjam sebentar setelah mengetahui struk pembayaran saya sebelumnya, dan dia masuk kedalam untuk klarifikasi data di Card Center Jakarta. Sekitar 10 menitan saya menunggu dengan H2C alias Harap-harap cemas. Semoga saja keturutan..
Nah, pucuk dicinta ulam tiba, si Mbak CSO tadi memberitahu kalau sisa tagihan saya masih ada 30 ribu, so karena memang niatnya mau menutup, ya sudah saya relakan saja duit 30 ribu + 15 ribu (untuk administrasi) itu untuk menutupnya. KTP sayapun diminta dan mengisi formulir pengunduran diri dari keanggotaan kartu kredit tersebut. Setelah selesai, akhirnya kartu saya digunting dan saya diminta menuju kasir untuk menuntaskan pembayaran. Enak-enak nunggu di kasir itu saya ditelepon Papa untuk membayar tagihan telepon..hehehehe...sabar dong ah...
Alhamdulillah lega juga akhirnya, setelah bukti pengunduran diri itu saya terima, saya senang setengah mati. Setidaknya satu kartu sudah putus, sedangkan yang satunya saya biarkan dulu untuk sementara sampai ada rejeki lagi untuk menutupnya. Merdeka dah pokoknya!!!!
Bambang Priantono 300608
Akhirnya, setelah diidam-idamkan sekian lama, kesampaian juga beli kamera digital. Nggak tahu kenapa kok saya suka banget asal milih...kayak merem-merem dulu, dan asal tunjuk. Eh, ketemunya malah Canon A 590 yang lumayan bagus buat saya....spec-nya juga oke, dan tentunya sesuai dengan anggaran yang cekak...maklum standar gaji disini kan lain dengan yang di Jakarta sono..hehehehehe
Total jenderal harganya sih 1,88 jutaan, warnanya saya suka banget. Hitam dan anggun, tongkrongannya juga mirip dengan kamera gede, jadi kalau bawa dia kemana-mana jadi pede....gak mau kalah dengan fotografer yang sudah jadi. Tapi Mbak pramuniaganya pasti sebel dengan saya, karena kebanyakan nanya saat ambil barangnya. Sorry ya mbak, soalnya saya kan rada gaptek soal perkameraan...hehehehe
Akhirnya sudah gak perlu lagi minjem2 kamera adik. Cukup bawa kamera sendiri, tapi....kuatirnya pasti obyek peminjaman akan beralih ke saya, soalnya spec-nya lebih lumayan ketimbang OLYMPUS punya adik saya...Alhamdulillah..
Kebeli juga kamera itu
Bambang Priantono 270608
Sukur alhamdulillah tansah diparingi seger waras Syukur alhamdulillah masih diberi kesehatan Husada iku pancen larang tenan Kesehatan itu ternyata sangat mahal Amarga iku kudu dijaga saklawase ana ambekan Perlu dijaga selagi masih ada nafas Amarga waras iku karunianing Gusti Karena sehat adalah karunia dari-Nya Lan amargane kita isa kaya kasunyatan saiki Dan karenanya kita bisa seperti sekarang
Sukur alhamdulillah isih isa ngrasakna dina Syukur alhamdulillah masih bisa menikmati hari Akeh sing wis ora isa ngrasakake Karena banyak yang tidak bisa lagi merasakannya amarga gering utawa wis seda Sebab sakit atau telah berpulang pada-Nya Amal ibadah kok isih kurang Ibadah masih sangat kurang Mandar muga isih bisa ndandani Semoga masih bisa memperbaiki
Sukur alhamdulillah weteng isih isa mules wayah isuk Syukur alhamdulillah perut masih bisa mules kalau pagi Sukur isih isa menyang jumblengan Syukur masih bisa ke belakang Akeh sing kudu operasi utawa rekasa Banyak yang harus operasi atau menderita Amarga ora isa ngising Hanya karena susah BAB* Aaah...jan lega tenaannn Aaahh...leganya...
Sukur alhamdulillah isih isa kepentut Syukur alhamdulillah masih bisa buang angin Coba bayangke, kepriye urip yen ora isa nglakoni? Bayangkan hidup tanpa bisa melakukannya? Weteng ya mesti sebah tur ra karuan Perut pasti kembung binti mules... Sembarang dadi ra penak Apa-apa jadi tidak enak Asal aja kepentut sak paran-paran...Ambune iku lhooo!!!! Asal jangan diumbar sembarangan...Bau Tauuuu!!!!!
Alhamdulillah
Bambang Priantono 260608
*Ini renungan setelah menjenguk siswa di Rumah Sakit*
Syukur alhamdulillah masih diberi kesehatan Kesehatan itu ternyata sangat mahal Perlu dijaga selagi masih ada nafas Karena sehat adalah karunia dari-Nya Dan karenanya kita bisa seperti sekarang
Syukur alhamdulillah masih bisa menikmati hari Karena banyak yang tidak bisa lagi merasakannya Sebab sakit atau telah berpulang pada-Nya Ibadah masih sangat kurang Semoga masih bisa memperbaiki
Syukur alhamdulillah perut masih bisa mules kalau pagi Syukur masih bisa ke belakang Banyak yang harus operasi atau menderita Hanya karena susah BAB* Aaahh...leganya...
Syukur alhamdulillah masih bisa buang angin Bayangkan hidup tanpa bisa melakukannya? Perut pasti kembung binti mules... Apa-apa jadi tidak enak Asal jangan diumbar sembarangan...Bau Tauuuu!!!!!
Alhamdulillah
Bambang Priantono 260608
* BAB = Buang Air Besar
Masih ingat nggak dengan Afiq? keponakan saya yang tinggal serumah itu? Moga-moga aja masih ingat ya...hehehehe.. Nggak berasa umurnya sudah masuk 2 tahun 3 bulan, dan dikarenakan tinggal satu rumah (apalagi adik saya gak dibolehkan pindah dari rumah besar tempat kami bernaung), maka perkembangan Afiq sehari-haripun sering saya catat. Untuk anak seusianya, Afiq termasuk agak lambat dalam berbicara, tapi soal bergerak dan agresivitas? jangan ditanya....sedari pagi sudah aktif banget...hehehehe... Konon kata Mama, dia mirip banget dengan saya waktu masih batita (bawah tiga tahun) Tapi ada hal yang suka saya catat, yakni penguasaan kosakatanya sehari-hari. Berikut ini kata-kata yang diucapkannya sehari-hari...
Ayah Sejak umur 1 tahun 11 bulan dia sudah menguasai kata-kata ini. Awalnya semua hal dipanggil ayah. Tapi sekarang sudah bisa mengarahkan ke ayahnya sendiri, meski kadang salah...
Kuku Maksudnya adalah kupu-kupu. Kalau melihat hewan itu, dia selalu menunjuk dengan menyebut kata kuku-kuku tadi berulang-ulang.
Itu Kalau Afiq mau sesuatu benda entah dirumah, di toko atau dimanapun dia selalu menunjuk dengan berucap 'itu-itu-itu'. Kalau gak dituruti, dijamin dia bakal mengeluarkan jurus jeritannya..
Eh, jatuh Waktu saya kesandung mainannya, saya agak kaget. Secara Afiq langsung berkata 'eh...jatuh' lantas tertawa sendiri.. dan hampir setiap ada benda jatuh, dia selalu berkata demikian.
Adek Dia sering nunjuk-nunjuk gambar atau foto bayi dengan sebutan adek...
A, B, C, D, E.... Bisanya sampai F, karena sering nonton acara mengeja di video, maka dia lama-lama bisa. Tapi sering gak pada tempatnya...hehehehe
Ngeng-ngeng Artinya mobil. Afiq dan anak seusianya barangkali sering mengidentifikasikannya demikian.
Maem Ini kata paling awal yang dikuasainya.
Mungkin itu sebagian kosakata yang dikuasainya...moga aja terus bertambah seiring usia...dan gak ada ruginya juga ngikutin perkembangannya, karena bisa lebih gape dalam menangani anak. Amien 
Bambang Priantono 260608
Selama ini aku selalu minjem kamera digital adikku kalau ada acara apa-apa. Aslinya sih dia gak masalah, apalagi jarang-jarang dia make kameranya, so, seringnya aku sendiri yang make..kadang seminggu, kadang bisa sampai sebulan lebih menggunakannya. Sampai-sampai kadang gak enak sendiri dengan suaminya... Biarpun diem, tapi yakin dah nggerundel kadang kala.
Ortupun sudah nganjurin kalo daku mending beli sendiri. Tapi secara waktu itu duitnya dipake buat cicilan laptop, ya sudah sementara keinginan itu ditunda dulu. Alhamdulillah, ada dana dikit bulan ini, jadi cicilan yang tinggal 3 bulan ini akhirnya dapat aku tutup dengan sukses....merdeka!!!!!
Dan sekarang dah kepikiran mau beli kamera sendiri. Biar gak usah nggerecokin punya adikku dan bisa potret sana sini dengan leluasa serta aman sentosa. Bagiku sih, kamera digital lebih penting daripada HP. Toh, biar HP sudah jadul, masih bisa dipake buat komunikasi dan SMS....iya toh?? Malahan udah nanya kiri kanan soal spec kamera yang oke dan harganya sesuai dengan kocek. Nanti habis kerja aku mau meluncur ke tempat yang dimaksud, alias tempat jualan kameranya...kali aja dapet yang murmer..
Doain dah moga2 cepet dapet kamera yang dimauin....Amin
Bambang Priantono 250608
Yang monyet, yang monyet Yang kera, yang kera Dari lutung sampai gorilla Dari monyet bajing sampai bajingan
Sama-sama primatanya Ya kera, ya monyet Satu buntung, satu berekor Asli bukan ekor pasangan
Beruk, Baboon, Gorilla, Simpanse Bekantan yang hidungnya kemancungan itu Sampai monyet abu-abu yang rambutnya ditiru anak muda sekarang Toh bunyinya tetap sama...
Nguk..nguk..nguuukkk.....
Bambang Priantono 250608
Menurut buku petunjuk bahasa Jawa yang saya beli di kereta api dengan harga 1000 rupiah (hehehehe), monyet...iya, makhluk yang katanya saudaraan dengan kita itu (kata si Darwin) dan sebagian jenis punya potongan rambut mirip dengan gaya manusia masa kini itu diberi nama macam-macam tergantung dialek bahasa Jawanya sendiri..
Nah, kata bahasa Jawa Baku, monyet itu disebut sebagai kethek ('e' awal dibaca pepet, dan 'e' terakhir dibaca kaya pengkolan), sedangkan anaknya diberi nama yang beda, yakni munyuk atau didaerah tertentu disebut kowe...
Sedangkan di dialek Jawa Timuran, monyet dipanggillah dengan sebutan bedhes...jadi ingat neh dengan iklan jaman dulu dimana boneka Suzan bernyanyi Si kuman, kuman kayak bedhes....
Nah, jadi untuk nama salah satu kesenian rakyat yang disebut topeng monyet, bahasa Jawa punya sebutan yang berbeda untuk setiap wilayahnya....apa saja?
Jawa Baku (tmk Jatim bagian barat) : Ledhek Kethek Jawa Timuran : Tandhak Bedhes
Kata ledhek dan tandhak kurang lebih artinya menari.
Tetapi khusus Banyuwangi (dialek Osing), monyet disebutlah dengan nama bojog yang sama dengan istilah bahasa Bali untuk makhluk mirip manusia ini... (kalau logat Banyumasan apa ya?)
Oke, mau pilih mana? kethek, bedhes apa bojog? toh sama saja..hehehehee
Bambang Priantono 240608 (gambar disedot dari google)
Who cares??? Hari ini benar-benar 'single fighter'. Dua rekan saya pada sibuk semua...satunya yang koordinator OJT sedang sibuk mengurus anak-anak SQ Team BCA dan memberi bimbingan, sampai-sampai saya gak mau ganggu. Sedangkan rekan satunya sibuk mempersiapkan fashion show untuk tanggal 2-3 Juli nanti.
Yah, saya sendiri yang harus menangani urusan magang ini...paling nggak untuk hari ini. Mulai masuk ke kelas-kelas gelombang tiga yang belum mengurus atau melapor kalau sudah diterima, mikirkan solusi buat yang masih mengambang. Menelepon beberapa perusahaan yang bisa dilobby, kemudian soal mengurus upacara penglepasan OJT gelombang 3 yang diadakan hari Sabtu nanti.
Belum juga mengajar anak-anak SQ Team yang ketinggalan kuliah bahasa Inggris, menguji anak kelas yang belum ujian dan cuap-cuap kasih motivasi dan nasihat segala macem...fuiiihh...capek juga. Tapi tetap harus dijalani sedemikian rupa...
O ya...pulang nantipun harus buka toko, soalnya Papa Mama antar eyang kakung ke Tuban...aaaahhh...lengkap sudaaahhhh....
Who cares lah.... Toh meski kadang saya 'mengganggu' teman saya yang menjadi koordinator OJT ini, tapi sekalian belajar memutusi suatu persoalan sendirian.....who cares...yang penting jalan. Ngeblog itu pelampiasan juga mumpung lagi kenceng lajunya. Jadi sekalian jadi tumpahan diri, biarpun gak banyak yang baca....Who cares...
Capek, tapi oke lah....itung2 pengurusan badan
Bambang Priantono 240608
Pilkada Jawa Tengah masih dalam proses perhitungan suara. Pasangan Bibit dan Rustriningsih masih terus memimpin dengan persentase yang tinggi. Tapi, disisi lain jumlah penduduk Jawa Tengah yang Golput alias golongan putih atau tidak mencoblos justru mencapai 45,25%!, mengungguli persentase para calon gubernur..hehehee. jumlah tersebut sudah diatas rata-rata golput Indonesia yang mencapai 30-35%.
Yah, kalau dilihat-lihat sih...jumlah golputnya kian banyak saja. Menurut Panwaslu sendiri, sebab musababnya sangat banyak. Bukan hanya karena masalah enggan memilih tapi juga akibat pendataan yang salah. Yang sudah meninggal atau pindah alamatpun masih terdata, dan data yang dipegangpun sudah kadaluwarsa. Belum lagi masih banyak yang tidak punya KTP lokal sampai gak bisa nyoblos plus alasan kerjaan, dan termasuk diantaranya tidak dikenalnya sosok calon-calon tersebut...intinya...banyaklah.
Tapi kalau dilihat-lihat sih, banyak yang sudah apatis...sudah EGP dengan janji-janji yang dilontarkan oleh para calon. Lebih-lebih belajar dari pilkada-pilkada sebelumnya, sejak 2005 sampai 2007, belum satupun janji yang diumbar itu direalisasikan sampai akhirnya banyak yang memilih Golput. Apalagi seruan-seruan agar golput ini kok makin kenceng aja ya?
Nah, banyaknya Golput ini justru memberi keuntungan bagi partai-partai yang sudah mapan untuk terus dominan. Seperti yang terjadi di Jawa Tengah dimana PDI-P sangat mengakar sebagaimana PKS di Jawa Barat.
Entah nanti di Jawa Timur apakah kasus golput ini melonjak atau bagaimana, yang jelas mau golput...ya pikir dulu dech, kalau mau nyoblos ya hayooo...(saya mau nyoblos kok meski kerja).
Bambang Priantono 240608
Goeie pagi selamat morgen untuk semua...
 Sudah pada sarapan belum hari ini? Kalau sudah, syukurlah..kalau belum? hayoo cari warung terdekat...biar gak teler saat beraktivitas. Sarapan apapun bentuknya sangat penting bagi kita semua untuk menjalankan rutinitas sehari-hari. Entah dengan segelas susu, teh manis hangat, kopi tubruk (ditubrukin dulu di kereta api), atawa sarapan lengkap dengan nasi/ roti isi, pokoknya sarapan dah!!
Di kampus, saya sering menghadapi kasus mahasiswi yang maag (gastrik)nya kambuh, masuk angin atau bahkan pingsan sehingga harus dibawa ke UKS. Kadang saya suka nimbrung masuk ke UKS untuk sekedar tanya, dan dari kasus kepingsanan itu, mayoritas ternyata disebabkan faktor belum sarapan. Saya sempat tanya.. "Kenapa kok sampai pingsan begini?" Dia cuma senyam-senyum saja meski lemas... "Belum sarapan pasti ya?" Diapun cuma mengangguk lemah.
Dalam hati saya sampai mikir "Dasar cewek".Kenapa kok bisa berpikiran seperti itu? pasalnya kasus tidak sarapan atau menghindari sarapan ini lebih banyak menimpa kalangan hawa. Alasannyapun macam-macam...dari yang diet (iya...dietrek-etrek), tanggal tua sampai yang tidak biasa sarapan. Aduuuh...memang repot kalau sudah alasan gak biasa sarapan ini...pantes aja kok pada loyo dan kena maag.. 
Padahal dengan sarapan itu sendiri, energi akan berlimpah sehingga meredam keinginan balas dendam saat makan siang. Teringat saya akan ucapan almarhum pakdhe saya "Sarapanlah bak raja, makan sianglah bak rakyat biasa, dan makan malamlah bak kaum fakir". Maksudnya barangkali harus seimbang, karena sarapan adalah sumber energi paling utama untuk memulai hari. Kalau makan malam?? ya paling sedikit, karena hanya sedikit energi yang kita keluarkan...paling pol bikin badan kian melar...
Makanya, sarapan doongg!!!! Sudah sarapan belum??
Bambang Priantono 240608
Terkadang aku melintas sudut pecinan disini.. Dikotaku tercinta Yang terlanda musim mbediding Pecinan yang ramai Sejak dahulu kala....
Yah, terhampar sejarah panjang Terhubung dengan hidup matinya kotaku Jantung ekonomi dan denyut nadi ada disana Semuanya bertemu Tumpah ruah jadi satu
Disudut pecinan kotaku... Aku hanya memandangi kelenteng bisu... Penanda adanya mereka disini Meskipun hanya itu saja Sisa-sisa yang terserak
Dulu saat kulihat difoto lama... Identitas Cina sangatlah nampak Gerbang bak Kya-Kya Kembang Jepun tampak jelas Huruf-huruf khasnyapun nampak jelas Meski kalah dengan ejaan Latin Belanda
Kini...kemana itu semua?
Tiada huruf kanji yang kujumpa Tersembunyi dibalik gedung-gedung tua Terpampang diselubung rumah Tak nampaklah dari luar Huruf Cina itu masih tiada...
Kupandangi sudut-sudut pecinan kotaku Hiruk pikuk Pasar Besar Berbaur dengan kemacetan lalu lintas Teringat aku akan sudut Gang Semarang Yang terkenal dengan nasi Maduranya
Disudut Pecinan Kotaku Hanya kelenteng itu jadi penunjuknya Masih tiada embel-embel masa lalu yang gemilang Perlukah itu dibangun kembali Demi keragaman diantara keseragaman
Mana yang utama?
Bambang Priantono 230608
Aku pusing tujuh keliling Melihat semua kini hanya bungkus belaka Nampak mengkilap Cantik, alim Suci, bersih Seperti tanpa dosa... Eh, ternyata jauh panggang dari api
Katanya tobat, eh malah tomat Kelihatannya perlente, tapi ternyata parlente* (bohong) Mbois*nya setengah mati, eh...ternyata ndeso* Nampaknya baik hati, eh...busuk dalamnya Bungkusnya manis Menggoda mata Tapi waktu dibuka, sama kayak beli kucing dalam karung
Semuanya bisa dipoles Pake apa saja...ayo aja Asal busuknya gak keliatan Namanya juga manusia Pasti ingin menutupi jeleknya Biar keliatan oke, tapi okem Bungkusnya baik-baik, eh banyak yang ternyata maling
Bah, dunia dah tuwir kaleee Semuanya bisa dicantikin Pake kerudungpun jadi.... Makanya aku pusing Liat pake kerudung, tapi kelakuan lebih binal dari yang kribo Harusnya pake kerudung ya kontrol diri dong Ini cuma satu contoh..
Ah, jujur sekarang mahal harganya Susah untuk menunjukkan diri apa adanya saat ini... Semuanya sibuk memoles diri Biar cantik jemantik... Weh-weh-weeeeehhhh...... Biarin aja dach... Asal gak salah milih bungkus
Bambang Priantono 230608
Semangkuk ronde panas tersaji dihadapan mata Masih mengepul asapnya membumbung Menguapkan rasa hati yang serasa sendiri... Telah lama rasanya tak menikmati masa seperti ini Menikmati alur malam minggu nan dingin
Dalam kesendirian Disudut Pecinan kotaku yang ramai Sepi ditengah keramaian Kunikmati saja butiran ronde dihadapku Ronde gang Titoni sejak tahun 1948
Sudah lupa rasanya jalan-jalan dimalam hari Seolah berabad sudah terkungkung dalam rutinitas Entah berapa banyak kawan yang kutinggalkan Berapa jiwa yang kulupakan Hingga kinipun aku serasa sepi...
Hanya semangkuk ronde hangat yang tersaji Bola-bola tepung beras bak kue moci mengambang Tergenang didalam larutan jahe yang mengepul Bertaburkan kacang tanah yang tersangrai Menambah gurih....sekaligus hangat...
Kududuk saja sambil menghirup dalam-dalam ronde itu Menikmati nuansa pecinan yang tanpa huruf Cina Gedung-gedung tua yang masih bersisa Tenggelam dibalik hiruk pikuk malam minggu Malam panjang yang dinantikan setiap insan
Ah....hatiku masih belumlah hangat... Rasa kering itu masihlah ada, meski telah terpanaskan Semangat itu mulailah timbul Serasa kembali ke masa-masa silam Saat masih suka keluyuran
Wedang ronde yang hangat... Memanaskan badanku kala angin dingin menghunjam Rasukkan hangat itu dalam hati Agar semangat jiwa ini kembali Menuju rasa nan sejati
Di sudut pecinan tanpa huruf Cina itu Kuselesaikan menghirup ronde itu Melihat foto nasi Madura yang sering aku singgah saat kecil Ditemani oleh cakue yang mendingin Sambil merenung langkah selanjutnya
Bambang Priantono 210608 (gambar disedot dari google)
| |