Indonesia, Dangerously Beautiful!!!!

Blog EntryObrolan Sabtu : Agama Ibarat Arang.....May 19, '07 2:21 AM
for everyone

Tadi ada pembicaraan yang bagi saya cukup menarik. Ini dilontarkan oleh mahasiswi saya yang sedang diskusi soal keagamaan dengan saya. Mulai soal jilbab sampai pemahaman keagamaan. Ada satu titik yang dia ceritakan itu menyentak pemikiran saya...

Kisah yang diutarakan temannya berdasarkan seorang kyai yang tinggal di Surabaya. Yang menurutnya juga unik sekali pandangan itu....

"Agama itu ibarat arang Pak,"
"Seperti apa itu?" saya bertanya
"Kalau dipegang terbakar, kalau dilepas akan hilang" jawabnya

Saya masih kurang mengerti akan maksudnya. Dia menjelaskan, kalau kita terlalu keras memegang arang itu, maka kita dan sekitar kita akan terbakar, sedangkan bila kita lepas, maka pegangan kita akan hilang.
Memang betul sih, kalau kita terlalu ketat maka kita sendiri yang akan termakan, bak buah simalakama yang penuh dilema.

"Nah Pak, saya kemudian tanya ke teman tadi...lantas enaknya diapakan arang itu?" lanjutnya
Saya hanya diam karena bingung. Dalam pikiran saya arang itu dipegang dengan alat saja biar nggak terbakar. Tapi jawabannya cukup mengejutkan.

"Dikipas-kipas saja, dijadikan pembakaran sate"

Jika dipikir-pikir sih, memang masuk akal. Kita jangan terlalu keras juga (bukan lantas itu dipandang tidak fanatik), tapi bagaimana kita menjadikan agama itu sebagai pegangan hidup, tanpa harus mengungkung kita terlalu ketat. Menjadikan agama itu sebagai pemenuhan kebutuhan kita akan agama sekaligus kita memenuhi apa yang digariskan agama itu.

Ibarat arang, dipegang tangan kan terbakar, dilepas hilang pegangan...jadikan saja pembakar sate...itu jawaban yang bagi saya lucu sekaligus masuk akal juga.

Itu cerita yang saya peroleh hari ini.....setuju tidaknya terserah anda...

Bambang Priantono
190507

 


36 CommentsChronological   Reverse   Threaded
babikecap wrote on May 19, '07
"Dikipas-kipas saja, dijadikan pembakaran sate"
Ibarat provokator dunk...heheheheheh
bambangpriantono wrote on May 19, '07
Itu kan ibarat....aku aja ketawa waktu denger pendapat itu...tapi dipikir2 masuk akal juga...daripada dipegang erat2 terbakar dan kalo dilepas hilang
babikecap wrote on May 19, '07
Jannya banyak benarnya hehehe ..Pinter muridmu Cak!!!
babikecap wrote on May 19, '07
Tak nggo kulakan yo....Nek podo tukaran nduk forum akucintayesus. Ben rame pisan :))
bambangpriantono wrote on May 19, '07
Jannya banyak benarnya hehehe ..Pinter muridmu Cak!!!
Iyo, aku dhewe yo sampe nggumun e...hehehe
bambangpriantono wrote on May 19, '07
Tak nggo kulakan yo....Nek podo tukaran nduk forum akucintayesus. Ben rame pisan :))
Wehehehehehe...isok ae
thetrueideas wrote on May 19, '07
Maknanya agama tetap harus 'dipegang' walau tangan kita melepuh krnnya,artinya berpegang teguh pd Agama saat ini bukanlah sesuatu yg menyenangkan.Wallahu a'lam
bambangpriantono wrote on May 19, '07
Maknanya agama tetap harus 'dipegang' walau tangan kita melepuh krnnya,artinya berpegang teguh pd Agama saat ini bukanlah sesuatu yg menyenangkan.Wallahu a'lam
Tetapi yang jelas jangan terlalu kencang memegangnya....memang pandangan yang saya jabarkan diatas termasuk unik, tapi juga masuk akal...nggak terlalu erat, tapi juga tidak hilang..
eljowo wrote on May 19, '07
sebenernya itu kutipan dari sebuah hadist sahih
bahwa memegang syariat Islam itu seperti menggenggam bara api, kalau semakin keras digenggam maka tangan akan terbakar, tp kalau dilepas maka tubuh yg akan terbakar

wallahu'alam
bambangpriantono wrote on May 19, '07
eljowo said
sebenernya itu kutipan dari sebuah hadist sahih
bahwa memegang syariat Islam itu seperti menggenggam bara api, kalau semakin keras digenggam maka tangan akan terbakar, tp kalau dilepas maka tubuh yg akan terbakar

wallahu'alam
Memang, dan analogi yang dipaparkan ulama dari Surabaya (lewat mahasiswiku) itu terasa sekali...ngena dihati..

Wallahualam
gerimis wrote on May 19, '07
unik ya... bisa difikirkan nih
bambangpriantono wrote on May 19, '07
gerimis said
unik ya... bisa difikirkan nih
Iya, sembari makan sate...hehehehe
gerimis wrote on May 19, '07
Iya, sembari makan sate...hehehehe
terkadang sih sulit buka multiply mu ya
karena akan keluar spam2 kecil dan box2 advertisement kecil
jumlahnya banyak sih...
bambangpriantono wrote on May 19, '07
gerimis said
terkadang sih sulit buka multiply mu ya
karena akan keluar spam2 kecil dan box2 advertisement kecil
jumlahnya banyak sih...
Iya sih, susah menghapusnya....
Aku sendiri juga bingung...akhirnya buka pakai mozilla, agak amanlah
deabluesky wrote on May 19, '07
Iya, sembari makan sate...hehehehe
heheheh ,,,, koQ jadi sate yang diutamakan :D
bambangpriantono wrote on May 19, '07
heheheh ,,,, koQ jadi sate yang diutamakan :D
Biar nyantai lah.,...masak serius terus? :p
deabluesky wrote on May 19, '07
hehehehe ,,, :D
atur ajah dech pak dosen
bambangpriantono wrote on May 19, '07
hehehehe ,,, :D
atur ajah dech pak dosen
Halah-halah
datinella wrote on May 19, '07
agama tidak bulih disamakan dgn arang...arang itu kalau dibakar hangus dan jadi debu..agama tetap utuh sampai akhir zaman...:-)
bambangpriantono wrote on May 19, '07
agama tidak bulih disamakan dgn arang...arang itu kalau dibakar hangus dan jadi debu..agama tetap utuh sampai akhir zaman...:-)
Memang agama bukan arang....analogi semacam ini memang menimbulkan banyak perbedaan persepsi, tapi bagi saya memanglah tetap agama itu pegangan hidup....meski panas, dan untuk mengatasinya diperlukan sedikit pendinginan....:)
lllsemeleketelll wrote on May 19, '07
makin membngungkan neh :-?
berarti maksud di jadikan buat panggang sate itu analoginya dlm agama apa donk Cak?
sepasangmatabola wrote on May 19, '07
Kita jangan terlalu keras juga (bukan lantas itu dipandang tidak fanatik), tapi bagaimana kita menjadikan agama itu sebagai pegangan hidup, tanpa harus mengungkung kita terlalu ketat.
Bagus juga pemikirannya. Tapi memang kalo terlalu sadis dalam menerjemahkan dan mengejawantahkan agama itu disebutnya fanatik koq. Dan fanatik itu bahaya, karena seringkali menjadikan kita buta dalam beragama. Apa saja kata agama ikuti... contohnya ya pembunuhan gadis Kurd usia 17 tahun di Iraq baru-baru ini, cak...

Makanya buatku mah, jauuuuh aja dari kaum fanatik, soale, bahaya. ;)
aggaayu wrote on May 19, '07
saya sih percaya nggak akan ada yang menjadi baik jika berlebihan, bahkan beragama sekalipun
agungks wrote on May 19, '07
ncen bener koq, agama semakin dipegang akan membuat terbakara...oleh api cinta *sok nyufi :p
bambangpriantono wrote on May 19, '07
makin membngungkan neh :-?
berarti maksud di jadikan buat panggang sate itu analoginya dlm agama apa donk Cak?
Memang se iki filsafat...sebagian wong pasti x terima dengan analogi ini...

Tapi dalam hati aku mengakui memang ada benernya...
bambangpriantono wrote on May 19, '07
Bagus juga pemikirannya. Tapi memang kalo terlalu sadis dalam menerjemahkan dan mengejawantahkan agama itu disebutnya fanatik koq. Dan fanatik itu bahaya, karena seringkali menjadikan kita buta dalam beragama. Apa saja kata agama ikuti... contohnya ya pembunuhan gadis Kurd usia 17 tahun di Iraq baru-baru ini, cak...

Makanya buatku mah, jauuuuh aja dari kaum fanatik, soale, bahaya. ;)
Karena kita juga dianjurkan untuk tidak menelan semua fatwa mentah2....kitakan diperbolehkan untuk mengkaji ulang apa yang diucapkan ulama dengan batas-batas tertentu pastinya...
bambangpriantono wrote on May 19, '07
aggaayu said
saya sih percaya nggak akan ada yang menjadi baik jika berlebihan, bahkan beragama sekalipun
Seperti makan, makanpun jangan berlebihan karena x bagus untuk kesehatan sebagaimana juga dengan kurang makan...
bambangpriantono wrote on May 19, '07
agungks said
ncen bener koq, agama semakin dipegang akan membuat terbakara...oleh api cinta *sok nyufi :p
Lha iyo, suwi2 dadi sate temenan kene...hehehehehe
papaemarvel wrote on May 20, '07
sik tah cak, nek ibarat "arang" yo dipegang gak terbakar ..yang dimaksud "bara" kali kali cak? arang harus dibakar dulu supaya jadi bara baru bisa dibuat nyate cak ...
bambangpriantono wrote on May 21, '07
Tahu kan maksudnya
adaviahtarman wrote on May 21, '07
Baca dua kali baru faham maksud mahasiswi Pak Nono...
kita disaran supaya bersederhana sahaja.
bambangpriantono wrote on May 21, '07
Betul sekali...
ikiengel wrote on Jun 8, '07
He..he....kayaknya kok benar ya pak. Soale di Indonesia ini pak, kehidupan agama yang sangat kuat tapi menegsampingkan filsafat kehidupan. Akhirnya ya itu.
Agama mudah banget jadi pembakar sate, dikipas-kipas, so sensitif, kayak pertamax, mudah terbakar.
Agama kan harusnya jadi hal yang sangat pribadi, tapi dinegri ini jadi indentity sosial, waduuuhhhh....pernah loh saya mikir, negri ini akan maju kalo pendidikan agama sudah tak lagi ada di sekolah, hanya ada di keluarga. kalo KTP sudah tidak lagi mencantumkan agama. setuju ngak pak, supy agama tak lagi jadi briket batubara, gampang panas, susah padam...he..he..
bambangpriantono wrote on Jun 8, '07
Kalau soal pencantuman itu sih saya masih lebih sreg dicantumkan, karena bagaimanapun identitas itu penting. Tapi tinggal bagaimana kita menerapkannya dalam hidup sehari-hari...
Karena saya percaya, semakin kita taat dengan ajaran agama kita, justru sebenarnya rasa benci itu makin menurun...
Itu pendapat saya pribadi
occyosy wrote on Jun 8, '07
masalah jadi bara yang panas atau bikin hangat, tinggal bagaimana yang ngipasi dan bagimana juga yang dikipasi ... yang penting kesadaran akan hidup bermasyarakat harus ditegakkan ...
bambangpriantono wrote on Jun 8, '07
Itulah yang perlu diperjuangken
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help