Guyon-guyon
akhirnya jadi sungguhan
Yang
tidak tahu makna guyon, nih artinya….guyon artinya bercanda atau
kelakar. Dan ini yang terjadi saat kopdar MPers Malang kemarin sore.
Dipicu
oleh Pesan Pribadi (Personal Message)…
Sebenarnya
hanya dipicu oleh PM ninanutter
setelah kopdar tahap pertama tanggal 1 Mei kemarin. Singkat namun
memicu jawaban demi jawaban dari Mpers lainnya hingga nyaris 100
replies. Seorang MPers berinsial asianatelier
alias Hadi yang mengusulkan agar kopdar diadakan di alun-alun kota.
Awalnya pada bingung, alun-alun yang mana? Kotak atau bundar?
Akhirnya jadi bundar. Nah, dari PM ini antara saya, sinthionk,
redjozh alias
fajar, occyossy
alias
yossy sering komunikasi lewat YM terkadang baybaybay
alias
bayupun ikutan. Seru-seru panas, secara dicampur guyonan.
Lucunya,
si Nina tuh malah nggak tau kalau bakal ada acara kopdar ini karena
dia sibuk tujuh sabuk dengan skripsinya, jadi nggak kober
buka PM katanya lhoo…malah sebagian menganggap rencana itu sebagai
guyonan. Tapi antar kami-kami yang ber-YM ria, akhirnya sepakatan
untuk datang ke alun-alun kota.
SMS
dari Hadi alias Asianatelier
Minggu
paginya, saya di SMS oleh Hadi, yang intinya adalah “Apa betul jadi
kopdarnya? Padahal aku cuma nyeletuk saja.” Sayapun jawab SMSnya
dengan enteng “iya dong, serius ini”. Hehehehe, habis biar
guyon-guyon, akhirnya jadi sungguhan. Salah sendiri sih, biar katanya
guyon tetep kami anggap serius.
Penampakan
di Alun-Alun
Pukul
15.50 saya sudah sampai di alun-alun. Ada 3 SMS yang masuk di ponsel
saya. Satu dari Nina,
Ale alias
Semelekete
dan asianatelier
alias Hadi.
Semuanya menanyakan jadi tidaknya kopdar itu. Saya bilang saja,
ditunggu dimuka Masjid Jamik. Saya sudah keliling alun-alun yang
waktu itu sangat ramai pengunjung, ditambah dengan begitu banyak
penjual dan pemain tandhak
bedhes
alias topeng monyet yang menambah suasana kian riuh, dan agak susah
mencari kaum MPers yang sebagian kenal sebagian belum ini.
Untungnya
ada penampakan pertama yaitu ale
alias
semelekete
yang sudah lama saya kenal. Ketemu dekat air mancur yang belum
dihidupkan, karena air mancur di alun-alun baru dihidupkan malam
hari. Kemudian dia menunggu dikursi sementara saya keliling
alun-alun. Muncullah kemudian onetea
alias Iswanti, MPers Bogor yang sedang belajar akupunktur di kota
Malang. Pendek kata hadi,
sinthionk, nina dan
yossy
bermunculan satu-satu di depan Masjid Jamik. Kira-kira sampai pukul 5
sore kita ada di alun-alun sembari menunggu lain-lain yang
kemungkinan datang. Selama itu juga saling kenalan terjadi, terlebih
ale
dan
wanti
yang baru kali ini kopdar setelah dikompor-kompori saya…hehehehe,
plus tentunya bernarsis ria seperti ciri khas MPers selama ini.
Setelah
jam 5, kami putuskan untuk pindah lokasi karena cuaca makin gelap dan
sedikit demi sedikit hujan mulai turun dengan tidak ikhlasnya. Tujuan
kita akhirnya menuju food court Mitra 1 yang dulunya adalah gedung
bioskop Grand di jaman Belanda dulu.
Penampakan
di Mitra 1
Akhirnya
kami sampai di foodcourt Mitra 1 di Jalan KH Agus Salim, dekat dengan
alun-alun. Semuanya kemudian pesan minum. Saya ambil soda gembira
(orang Malaysia kata Air Bandung), dan tentunya makan. Sebenarnya
saya sendiri sudah malas makan karena kekenyangan sebagai akibat
makan siang besar di arisan keluarga siangnya, tapi akhirnya pesan
ayam tepung tanpa tulang seperti punya hadi.
Sementara
Sinthionk
dan
nina
pesan
ayam pop. Perut rasanya penuh banget, tapi tetap maksa untuk makan.
Sementara obrolan demi obrolan penuh keakraban tetap jalan
sebagaimana kopdar sebelumnya.
Akhirnya,
penampakan bayu
dan
fajar
muncul juga. Suasana kian heboh karena penuh guyonan dan ketawa
ketiwi. Pendek kata, totalnya hanya 9 biji yang datang di kopdar
kedua ini. Apalagi bayu dan fajar telepon evi,
MPers yang penyiar radio Makobu dan dengan membara-bara
memanas-manasi lainnya, tapi kok tidak datang ya?
Sebelumnya
sempat absent dulu untuk menulis nama, nama di MP, nomor telepon dan
YM-nya.
Sholat
Maghrib
Kopdar
kecil ini kemudian harus putus dulu, karena pada sholat maghrib.
Pertama si bayu dan fajar. Disusul yossy dan hadi. Akhirnya tinggal
orang lima yang ada di foodcourt, sementara saya sendiri menunggu
nasi turun ke lambung. Sesak napas neh, apalagi lingkar pinggang
tambah gede. Jadi akhirnya digilir. Apalagi Nina dan Sinthionk sudah
sepertinya mau pulang karena harus menyelesaikan skripsi dan
persiapan untuk ujian.
Nina
dan Sinthionk pulang
Akhirnya,
sekitar pukul 6 Nina dan Sinta minta ijin pulang, dan apa yang
diobrolkan tadi akan dilanjutkan di YM. Kuciwa mah iya, jadi ceweknya
hanya si wanti. Tapi nggak masalah, karena toh bisa disambung di YM.
Percakapan
Berlanjut
Meski
minus Nina dan Sinta, percakapan berlanjut. Ditambah sekotak kue
pukis yang dibeli Bayu dan Fajar, hanya sayang-sayang sipatokaan,
saya sudah mati rasa, karena lambung sudah penuh banget. Hanya minum
belaka dengan segelas es teh rendah gula.
Sebagaimana
yang dibahas di YM selama ini, yaitu bagaimana mencari dan mengangkat
kekhasan wilayah Malang, maka percakapanpun diisi dengan hal
tersebut. Misalnya diawali dengan pertanyaan, apa saja yang khas
Malang? Terlebih sulit juga, karena Malang termasuk sangat majemuk.
Akhirnya coba-coba dipancing dengan ini : selain bakso malang, tempe
dan apelnya, apa lagi? Akhirnya setelah dipilah-pilah, muncul juga
seperti ‘menjes’ (baik yang terbuat dari tempe maupun ampas
kacang), endhog petis (telur petis), dan seterusnya. Dan dengan tanpa merasa bersalah, mereka menonjok saya jadi ketuanya...halah!
Kemudian
pembahasan lainnya adalah tentang wisata dalam kota, khususnya untuk
tempat-tempat yang bernilai sejarah. Sekaligus bagaimana mengangkat
kekhasan Malang yang berbeda dengan lainnya. Aih, sungguh bermakna
percakapan itu bagi saya meski diselingi dengan guyon-guyon yang
akhirnya jadi sungguhan.
Evi
tidak datang
Evi
si penyiar Makobu itu akhirnya tidak datang. Karena baru pulang dari
Blitar dan masih beres-beres. Kita sudah jamuran nunggunya, tapi ya
sudahlah, salam ditolak sebelum ketemu..hehehehe.
Potret
memotret
Sepanjang
kopdar, sudah barang tentu potret-memotret menjadi keharusan. Baik
orang maupun makanan semua direkam dengan cueknya. Saking saya tidak
bawa kamera jadi hanya jadi obyek saja…huehehehehe…
Bubaran
Sayangnya
setelah Fajar ditelepon bossnya, maka jam 19.15 WIB, kopdar harus
diakhiri. Makna yang dalam dari sini adalah silaturahminya yang
selama ini hanya di alam maya, akhirnya jadi alam nyata. Moga-moga
saja ada jalan yang bagus untuk langkah lebih baik. Biar jumlah
sedikit, yang penting kompak dulu…Sampai jumpa di kopdar
selanjutnya….Kami tidak mau kalah dengan MPers Jakarta!
Bambang
Priantono
200507