 Jika mendengar kata Pelabuhan Klang kini, rasanya ingatanku langsung melayang pada satu keluarga yang meskipun baru dua kali berjumpa, ternyata kesan yang ditinggalkan sangatlah mendalam...
Saya mengenal Keluarga Kak Zana semenjak beberapa bulan yang silam. Khususnya setelah tanpa sengaja 'tersasar' ke dalam situs MPnya yang luar biasa, karena saya sendiri malas untuk mengutak-atiknya. Sambutan keluarga Kak Zanapun ternyata sangat mengejutkan saya, bagaimana tidak, tatkala saya menginjakkan kaki di LCCT tanggal 11 itu, mereka menyambut dengan hangat...seolah-olah saya ini benar-benar bagian dari anggota keluarga mereka. Dalam hati saya tidak mampu berkata apa-apa selain hanya mengucap syukur sedalam-dalamnya. Meskipun pada akhirnya saya tinggal dengan Pakdhe saya (mdkarto) di Taman Kosaspun, keluarga kak Zana tetap mengirim SMS yang mengatakan selamat datang di Malaysia.
Sedangkan tanggal 12nya, kesempatan untuk kenal lebih jauh dengan keluarga kak Zana akhirnya tiba juga. Saya diantar pakdhe untuk berkunjung ke rumah kak Zana di Pelabuhan Klang. Kesan pertama saya adalah, pelabuhan yang sangat sibuk dan banyak gagak disana...yang tidak ditemui di Malang sekalipun. Menjelang petang, saya ditanya pakdhe karto, apakah ikut mereka atau menginap dirumah Kak Zana?
Keputusannya saya akhirnya menginap dirumah kak Zana. Sebelumnya ramai sekali, karena saya membawakan oleh-oleh dari Malang...termasuk udeng gaya Jawa Timuran dan Bali untuk Ical dan Kimi, kemudian kipas bali untuk Odhi, VCD gamelan untuk Ical, CD Sherina untuk Icha, buku untuk Ayu dan juga Kak Zana sendiri...plus makanan khas Malang yang diterima alhamdulillah dengan suka cita. Sambutan anak-anak kak Zana dan suaminya sangat bersahabat. Saya langsung bisa membaur dengan mereka, dan berbincang sangat erat seperti mungkin macam paman mereka sendiri. Yang agak malu-malu memang Icha dan Ayu plus sepupu satunya...aduh lupa namanya siapa nih? Malahan Odhi juga bisa lengket juga. Sesudah pakdhe karto dan budhe nun kembali, sayapun diajak ke daerah pelabuhan untuk berbuka puasa bersama. Letaknya di kawasan pelabuhan utara dan makanannya serba laut-lautan.
Singkat cerita, sambil menanti buka, kita berjalan-jalan dipantai sejenak sambil berbanci kamera sesekali. Yah, andai saja kelak saya bisa ajak keluarga saya untuk jalan-jalan macam ini, pastilah mengasyikkan. Melihat selat malaka yang terbentang didepan mata, keceriaan anak-anak kak Zana dan kegilaan saya sendiripun menjadikan saya lupa dengan segala urusan di Indonesia untuk sementara waktu. Biarlah yang disana menjadi urusan belakang, nikmati saja yang ada untuk saat ini.
Setelah buka bersama dengan aneka masakan laut, kamipun berangkat pulang. Disana keluarga kak Zanapun bersiap-siap menghias rumah dalam rangka menyambut Idul Fitri yang jatuh sehari lagi.
Dalam hati saya....I feel at home...saya merasa seperti dirumah sendiri....Alhamdulillah..
Bersambung Bambang Priantono 171007 (foto dengan para keponakan di pantai)...
 | Alhamdulillah...kalau kamu seneng, yang pasti akak sekeluarga memang menyayangi kamu. Tiada apa yang dapat kami berikan selain kasih sayang. |
 | InsyaAllah, nono, salam dari anak2. |
 | semoga kamu happy selalu.... |
 | alhamdulillah, ada keluarga di seberang sana...Allah Mahabesar... |
 | awakmu kok malih malaysia-an :)) |
 | Hahaha, nanti balik ya jadi Indonesia dong..hehehe |
 | sudah jumpa fazli belummm...?? fazliiiiiiiiiiiii oh fazli... jangan lupa ehh..apa yang sal suruh hehehehehe |
 | Fazli? sudaaaaahhhh...aku jupe dua kalhe malah..Tapi sayang dia masih di Johorrrrr |
 | takpa kalau fazli lupa boleh mintak tolong Pakdhe.. hehe |
| |