Tanggal 13 itu saya bangun dengan hidung yang agak mampet, karena semenjak dari bandara LCCT badan sudah agak meriang. Yah, gejala flu dan ditambah cuaca Klang yang cukup panas (dimaklumi lah karena ada ditepi laut). Saya menginap dirumah Kak Zana dan tidur dikamar para keponakan (Ichal dan Quimie), dan baru tidur setelah jam 1 waktu setempat.
Pagi-pagi sekitar jam 7 waktu setempat, semua masih sepi. Karena katanya Sholat Ied baru dilaksanakan pukul 9 pagi, dan kebetulan kita yang cowok sholat di Masjid Jamik Kampung Raja Uda, kira-kira 1 km dari rumah kak Zana. Makanan yang tersedia adalah ketupat, lontong, rendang ayam dan bumbu kacang. Kita semua sarapan terlebih dahulu, padahal kalau di Indonesia, biasanya makan begitu-begitu baru nanti setelah Sholat Ied. Pada pagi itulah, saya pakai baju Melayu yang disediakan khusus buat saya...warnanya oke, dengan songket yang kontras pula.
Sayapun sholat Ied bersama bang Aidil, Ichal dan Quimie dengan baju itu, yang merupakan ciri khas orang-orang Melayu di Malaysia ini. Tapi khotbahnya juga termasuk kelamaan, karena sambutannya sekitar 30 menit, so, total jenderalnya hampir satu jam kita ada didalam masjid. Sepulangnya dari situ, Kak Zana tidak ada dirumah, karena sedang berziarah kubur di makam sang bapak. Pendek kata, suasana hari raya dirumah Kak Zana ini menyenangkan, sekaligus mengharukan. Karena bunda kak Zana berada di Rumah Sakit, jadi kita semua ikut kesana....Bundanya ternyata sangat ramah, meskipun harus dibantu dengan nafas buatan, tapi tidak mengurangi keramahan beliau pada saya yang notabene orang asing ini (dari segi kewarganegaraan).
Nah, dari situ sebagian adik kak Zana berdatangan, termasuk Mas Ayi yang katanya pandai cakap Jawa itu. Sepanjang pertemuan di bangsal itu, saya dan Mas Ayi berbincang-bincang dalam bahasa Jawa yang kadang-kadang seperti ayam dan itik, karena dia mencampur dengan bahasa Melayu dan jawanyapun terdengar aneh. Tapi it's okey lah...yang penting nyambung dulu.
Selepas dari RS, kamipun berkeliling ke rumah-rumah kerabat bang Aidil. Waduh ramai sekali, dan alhamdulillah mereka semua welcome pada saya sehingga mempermudah saya membaur dengan mereka. Apalagi dengan Melayu coret macam saya yang baru praktek bahasa Melayu ini..huehehehehe....asyik banget. Malahan, ada salah seorang kerabat bang aidil yang menanyakan status saya, dan apa mau dicarikan gadis sini?....Wah, saya hanya senyum-senyum saja...hehehehe...
Hari Raya ini memang ada yang datang dan hilang. Yang hilang adalah, kesempatan berhariraya dengan keluarga di Malang, tapi yang datang adalah...berhariraya bersama keluarga baru. Teringat Afiq jadinya nih......Sayangnya saya hanya bisa berhariraya dengan kak Zana sampai petang karena Pakdhe Karto menjemput saya untuk ikut bersamanya ke Muar, Johor.
Bagaimana perjalanan ke Johor? tunggu ya kisah selanjutnya
Bambang Priantono
181007
(ngobrol dengan mertua Kak Zana)