Seratus tahun katanya kita bangkit Terbangun kita dari buaian jajahan yang memabukkan Bergerak kita melepas diri dari sang kolonialis, katanya Meretas dari kandang macan masuk kandang singa
Lepas dari penjajahan bule Terjajah oleh bangsa sendiri Sempatlah kita jadi gemilang Eh, malah kejeblos jumblang
Sang Eyang lengser saat kebangkitan nasional Sorak sorai gembira ria karna ganti penguasa Perjuangan mahasiswa belum selesai Ada yang terlena ada yang terus berjuang
Seratus tahun katanya kita bangkit Harga minyak kok malah naik Pemerintah masih menghembus-hembuskan E alah, harga-harga kok nyolong start
Antrian bensin sama kayak sembako Biasa Om, kita ini kan gampang panik Sampe ada yang nginep-nginep Bagaikan pungguk merindu bulan (kalau bulan tua)
Subsidi mau dicabut, BLT mau dikucur Jaminan naon atuh Apa betul bisa dipercaya ditengah melonjaknya harga Aku khawatir kalau dana itu justru digelap-gelapkan
Seratus tahun katanya kita bangkit Para penggemar moge merayakan dengan caranya sendiri Sayang, tur kebangkitannya malah tidak simpatik Jatah bensin rakyat malah diserobot
Jadi orang miskin, susah….jadi orang kaya, salah Harga-harga macam kuda renggong Melonjak-lonjak kayak orang gila Yang kaya pusing, yang miskin tujuh keliling
Katanya kita disuruh berhemat Listrik matikan agar anggaran bisa dipangkas Tapi yang gede-gede masih terus boros Teladannya aja kayak gini, gimana dengan bawahnya
Seratus tahun katanya kita bangkit Beban torang justru makin berat Yang diatas rasuah kiri kanan Yang bawah korupsi apaan
Sepuluh tahun juga kita lepas dari totalitarianisme Gerakan serasa kian melempem Aksi mahasiswa sudah tak sejernih dulu Ujung-ujungnya kok malah berantem
Seratus tahun katanya kita bangkit Tapi tayangan di televisi kian mengerikan Kerusuhan, kericuhan, ribut-ribut, sinetron dan gosip gak mutu jadi menu Kapan bisa cerdas kalau dicekokin beginian terus
Weleh, weleh, weleh kata si Komo Sudah mau seratus tahun kita bangkit Bisakah torang benar-benar bangkit Apa hanya bak menunggu Godot
Korupsi terus dibongkar Yang nampak hanyalah ujung gunung es Masih banyak yang harus diungkap Karena sudah mengakar dan mengurat
Yang kaya merenda emas Yang miskin merenda nestapa Perayaan kebangkitan ini mungkin meriah Tapi makna yang didapat…wallahualam
Saya mampir ke rumah web anda, terima kasih. Saya akan mengikuti lomba puisi tentang kebangkitan nasional dan di sini saya mendapat inspirasi. Tenang.......saya bukan penjiplak karya orang. salam: LArasati
Saya mampir ke rumah web anda, terima kasih. Saya akan mengikuti lomba puisi tentang kebangkitan nasional dan di sini saya mendapat inspirasi. Tenang.......saya bukan penjiplak karya orang. salam: LArasati
Salam juga...semoga keaslian karya anda tetap terjaga