Menurut buku petunjuk bahasa Jawa yang saya beli di kereta api dengan harga 1000 rupiah (hehehehe), monyet...iya, makhluk yang katanya saudaraan dengan kita itu (kata si Darwin) dan sebagian jenis punya potongan rambut mirip dengan gaya manusia masa kini itu diberi nama macam-macam tergantung dialek bahasa Jawanya sendiri..
Nah, kata bahasa Jawa Baku, monyet itu disebut sebagai kethek ('e' awal dibaca pepet, dan 'e' terakhir dibaca kaya pengkolan), sedangkan anaknya diberi nama yang beda, yakni munyuk atau didaerah tertentu disebut kowe...
Sedangkan di dialek Jawa Timuran, monyet dipanggillah dengan sebutan bedhes...jadi ingat neh dengan iklan jaman dulu dimana boneka Suzan bernyanyi Si kuman, kuman kayak bedhes....
Nah, jadi untuk nama salah satu kesenian rakyat yang disebut topeng monyet, bahasa Jawa punya sebutan yang berbeda untuk setiap wilayahnya....apa saja?
Jawa Baku (tmk Jatim bagian barat) : Ledhek Kethek Jawa Timuran : Tandhak Bedhes
Kata ledhek dan tandhak kurang lebih artinya menari.
Tetapi khusus Banyuwangi (dialek Osing), monyet disebutlah dengan nama bojog yang sama dengan istilah bahasa Bali untuk makhluk mirip manusia ini... (kalau logat Banyumasan apa ya?)
Oke, mau pilih mana? kethek, bedhes apa bojog? toh sama saja..hehehehee
Bambang Priantono 240608 (gambar disedot dari google)