Dalam bahasa Jawa baku, dikenal kata SIRAH dan ENDHAS. SIRAH berarti kepala, dengan artian kepala manusia. Sedangkan ENDHAS dipakai untuk kepala binatang.
Akan tetapi dalam konteks Jawa Timuran (terutama Surabaya bagian utara yang terpengaruh pesisiran, Malang Utara dan sekitarnya), kata ENDHAS dipakai untuk semua jenis kepala. Baik manusia maupun binatang, yang bagi masyarakat Jawa Tengah dianggap kasar. Namun memang demikian perbedaan ragamnya.
Contoh kalimat :
Endhasmu opo’o Min? kok nganthe’ getihen koyok ngono? (Kepalamu kenapa Min? kok sampai berdarah begitu?) Aku gak doyan ambek endhase pithik (aku tidak suka kepala ayam).
Catatan : tidak semuanya bisa dibegitukan...dan dipakai untuk lawan bicara yang sebaya saja..bukan untuk orang yang lebih tua atau dituakan.