Kata-Kata Yang Terpulung | |
Berikut ini adalah kata-kata bahasa Indonesia yang sudah mulai dipakai dibeberapa media. Penyintas merupakan padanan dari ‘survivor’ dalam bahasa Inggris. Kata ini muncul di RCTI (stasiun TV swasta). Contoh : Penyintas (survivor) kekerasan masa pacaran
Sedang kata ‘Pemakzulan’ merupakan padanan dari kata ‘impeachment’ dan sudah banyak dipakai dibeberapa media cetak. Contoh : MPR berhak melakukan pemakzulan apabila presiden tidak dapat mempertanggungjawabkan tugasnya. | Category: | Music | | Genre: | Pop | | Artist: | Donita (Cipt Melly Guslow) |
Lagu ini menjadi jingle TVONE (penjelmaan Lativi) yang oke punya. Karakter suara Donita pas sekali dengan lagu yang dibawakannya, dan karena tangan dingin Melly Guslow akhirnya kena juga dihati...Sesuai dengan semboyan TVONE, Memang Beda
Bagi yang nyari liriknya, selamat menikmati
Antara yang sama ada beda Rasaku merindu rindu beda Duniapun tertawa melihat aku beda Karena aku beda aku memang beda
Reff:* Cahaya tertangkap cahaya yang beda Cintaku yang ku punya cinta beda Ku tunjukkan dengan hati ku buka telingamu Ku buka matamu lihat aku beda
** Cepat kau tangkap aku Berlari dan peluklah aku Ku manjakanmu dengan semua yang aku punya
*** Selagi ada aku tak ada yang lebih berbeda Akulah yang paling berbeda hanya untukmu Memang beda
 | Category: | Books | | Genre: | Nonfiction | | Author: | Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, dkk |
Dari satu rangkai cinta, digabungkan dengan cinta yang lain berpadu dengan kisah-kisah penuh kecintaan yang universal dan tidak sempit akhirnya terangkai juga dalam satu wadah buku. Kesan pertama saat membaca buku ini adalah…..seberapa besar cinta itu? Kenapa bisa menjadi satu giga, kenapa bukan disebut cinta tidak berbatas atau unlimited love? Bukankah cinta tidak ada batas-batasnya? Judul ini membuat saya bertanya-tanya meskipun sebenarnya sudah dirembug dan dijadikan bahan polling dengan suara terbanyak. Pilihan yang sangat demokratis dimana pada saat-saat awal pengumpulan buku itu banyak hambatan dan cobaan menghadang serta benturan dimana-mana. Syukurlah akhirnya buku ini terbit. Seberapa luas cinta itu? Anda dapat menemukannya dalam buku yang dimotori rekan-rekan multiplier Indonesia ini. Bahkan Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia yang notabene juga multipliers sangat menyemarakkan isi buku ini. Memang sudah ada blogger yang menghasilkan sebuah buku, bahkan sudah menerbitkan beberapa buku pula, tetapi One Gigabyte of Love ini merupakan kumpulan tulisan para blogger yang terangkum jadi satu dan untuk pertama kalinya di Indonesia, yang mungkin belum diikuti negara-negara lainnya. Ini yang pertama di Indonesia! Buku berisi kumpulan tulisan para blogger khususnya multipliers! Dengan format seperti Chicken Soup for The Soul atau tepatnya for The Blogger Soul, buku ini mengajak pembaca untuk menikmati alur pikir para penulisnya. Reaksi pelana kuda akan anda temui disana, termasuk gaya bercerita para kontributornya yang beragam. Dari yang mengharu-biru, menggelitik, lucu, datar-datar sepanjang jalan kenangan, meledak-ledak, kalem dan pendek kata pembaca seolah berada dalam sebuah roller coaster raksasa yang kesemuanya masuk dalam satu benang merah, yakni cinta. Bukan cinta makna sempit yang akan anda lihat, tapi cinta dalam makna universal, persahabatan, sudut pandang, asa dan harapan serta banyak lagi yang akan anda lihat. Gaya bahasanyapun juga dibiarkan apa adanya, sesuai dengan karakteristik penulis masing-masing yang sudah barang tentu berbeda. Buku setebal 290 halaman terbitan Lingkar Pena Publishing ini patut menjadi bagian dari kepustakaan anda, karena begitu dalam kisah yang diungkapkan. Dengan segmentasi yang jelas seperti : Tentang Cinta dan Pengorbanan, Tentang Makna dan Pengajaran, Tentang Sikap dan Sudut Pandang, Tentang Asa dan Tawa, Tentang Perhatian dan Persahabatan dan Tentang Sakit dan Kematian insyaallah pembaca akan mudah mencari dan pada ujungnya akan berjumpa dengan benang merah yang sama, yakni ….cinta. Cinta yang memperkaya jiwa.
Rangkuman Cinta dari Alam Maya akhirnya melebur jadi satu, One Gigabyte of Love. Bukan karena saya salah satu kontributornya saya memberi nilai sempurna, tapi memang buku ini benar-benar luar biasa bagi saya, dan tentu juga bagi yang lainnya.
  alam perjalanannya, nama-nama tokoh Disney baik yang difilmkan maupun yang hanya ada dalam komik dibeberapa negara akan berubah sesuai dengan budaya dan bahasa setempat. Berikut ini adalah nama-nama keluarga Bebek (Disney) dalam 3 bahasa, yakni bahasa Inggris, Belanda berikut bahasa Indonesianya. Sedangkan di Malaysia, nama-nama tokoh tetap sesuai dengan nama aslinya dalam bahasa Inggris
Cornelius Coot – Cornelis Prul – Kornelis/Kornelius Prul Clinton Coot – Theodoor Prul – Teo Prul Gertrude Gadwall – Petronella Prul – Petronela Prul Gretchen Grebe – Sjaantje Prul-Waterhoen – Luinda Bekisar Casey Coot – Koenraad Prul – Kun Prul Elvira’grandma’ Coot – Dora ‘Oma’ Duck-Prul – Dora ‘Nenek Bebek’ Prul Humperdink Duck – Wilhelmus Duck – Wili Bebek Cuthbert Coot – Wouter Waterhoen – Puter Prul Fanny Coot – Annie Prul – Ani Prul Luke Goose – Archibald Gans – Arkibal Angsa Pintail Duck – Bootsman d’Eendt – Andi Kelasi Sir Eider McDuck – Sir Eider McDuck – Bangsawan Eder Bebek Sir Stuft McDuck – Sir Muf McDuck – Bangsawan Max Bebek Sir Swamphole McDuck – Sir Leip McDuck – Bangsawan Robin Bebek Sir Roast McDuck – Sir Cholesterol McDuck – Bangsawan Kolesterol Bebek Hugh ‘Seafoam’ McDuck – Dorus Duck – Dorus Bebek Malcolm McDuck – Sir Dagobertus McDuck – Bangsawan Goberius Bebek Sir Quackly McDuck – Sir Quack McDuck – Bangsawan Quak Bebek Molly Mallard – Sulfie McMatch – Sulfi Korekapi Dirty ‘Dingus’ McDuck – Knoest McDuck – Kuskus Bebek Quagmire McDuck – Jeremias Boerstel Backenbaerth – Jimi Bebek Angus ‘Pothole’ McDuck – Angus McDuck – Angus Bebek Jake McDuck – Jacob McDuck – Jacob Bebek Fergus McDuck – Fergus McDuck – Fergus Bebek Downy O’Drake – Ma McDuck – Klemen Bebek Eider Duck – Driekus Duck – Andolf Bebek Lulubelle Loon – Zwaantje Meerkoet – Lulu Kepang Daphne Duck – Trijntje Duck – Trince Bebek Goostave Gander – Fortunus Geluk – Fortunus Bebek Quackmore Duck – Woerd ‘Snater’ Duck – Kweker Bebek Hortense McDuck – Hortensia Duck – Hortensia Bebek Scrooge McDuck – Dagobert Duck – Gober Bebek Matilda McDuck – Doortje Duck – Matilda Bebek Della Duck – Dumbella Duck – Dumbella Bebek Donald Duck – Donald Duck – Donal Bebek Gladstone Gander – Guus Geluk – Untung Angsa Fethry Duck – Diederik Duck – Didi Bebek Abner ‘Whitewater’ Duck – Wisse Duck – Wutter Bebek Gus Goose – Gijs Guus – Agus Angsa Huey Duck – Kwik Duck – Kwik Bebek Dewey Duck – Kwek Duck – Kwek Bebek Louie Duck – Kwak Duck – Kwak Bebek Daisy Duck – Katrien Duck – Desi Bebek April Duck – Lizzy Duck – Titi Bebek May Duck – Juultje Duck – Tita Bebek June Duck – Babeltje Duck – Tati Bebek  Sejak dua atau tiga dasawarsa terakhir abad ke-20 kata ‘cewek’ dan ‘cowok’ sudah menjadi makanan kosakata kita sehari-hari khususnya dalam situasi informal alias akrab. Cewek artinya adalah gadis atau remaja putri, dan dalam padanan bahasa tetangga adalah minah. Kata cewek selalu juga digandeng alias kosok bali dengan cowok. Asal usulnyapun adalah dari inovasi kaum remaja yang selalu ingin menciptakan kata-kata baru dengan mengganti kosakata yang sudah usang. Konon kata ‘cewek’ berasal dari sebuah dialek Cina ‘ciwe’ yang berarti ‘alat kelamin perempuan’. Nah, agar kata ini tidak terdengar kasar atau tidak menonjol makna aslinya, maka kalangan remaja mengubahnya menjadi kata ‘cewek’, dan agar keindonesiaannya lebih terlihat, maka dibuatlah lawan katanya yakni ‘cowok’. Konon pada awal berkembangnya kata ‘cewek’ ini, penutur bahasa Jawa merasa ragu atau setengah jijik ketika mendengarnya. Karena kata ini mengasosiasikannya dengan kata ‘cawik’ (Jawa Tengah) dan ‘cewok’ (Jawa Timur) yang berarti membasuh dubur setelah buang air besar alias istinjak dalam bahasa agamanya. Malahan ada guyonan, kalau waria disebut saja dengan kata ‘cewok’ (cewek plus cowok), yang ini berarti akan terdengar jorok. Kata ‘cewek’ sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sedangkan kata ‘cowok’ malah belum.
(Sumber, Intisari Mei 2004)
‘Anda’ adalah kata ganti tunggal kedua yang merupakan bentuk penghormatan pada seseorang. Sama halnya dengan Vous dalam bahasa Prancis, U dalam bahasa Belanda, atau Sie dalam bahasa Jerman. Kata ‘Anda’ ini sebenarnya adalah nama orang dan untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Kapten (AURI) Sobirin di Harian Pedoman pada tahun 1950an. Kata ini dipergunakan dalam ragam resmi dan tidak dapat dipakai dalam situasi informal. Konon, kata ‘Anda’ diambil dari nama penyanyi yang jadi favorit Kapten Sobirin. Dan sejak itu kata Anda kian meluas hingga menjadi bagian dari bahasa kita sekarang ini.  Anda pasti penggemar komik-komik Walt Disney bukan? Terlebih lagi Donal Bebek, Miki Tikus dan kawan-kawannya. Tapi mungkin hanya sedikit yang tahu nama asli mereka dalam bahasa aslinya juga. Biasanya penerjemahan nama tokoh Disney kedalam bahasa Indonesia ini sering dan banyak diambil dari bahasa Belanda, sedang sebagian lagi diambil dari bahasa Indonesia secara langsung. Berikut ini sebagian diantaranya
Donald Duck – Donal Bebek Daisy Duck – Desi Bebek (di Belanda disebut Katrien Duck) Scrooge McDuck – Gober Bebek (diambil dari kata Dagobert) Huey Duck – Kwik Duey Duck – Kwek Louie Duck – Kwak Grandma Duck – Nenek Bebek Gladstone Gander – Untung Angsa Neighbor J.Jones – Pokijan Fethry Duck – Didi bebek (dari kata Diederik) Goofy – Gufi Pluto – Pluto Chip n Dale – Kiki & Koko Magica de Spell – Mimi Hitam Princess Oona – Una Gyro Gearloose – Lang Ling Lung Emily Quackfaster – Nona ketik Horace Horsecollar – Karel Kuda Clarabell cow – Klarabela Mickey Mouse – Miki Tikus Minnie Mouse – Mini Tikus Bolivar – Lubas (anjing St Bernard peliharaan Donal Bebek) Cornelis Coot – Kornelis Prul (ikut Belanda) Madam Mim – Madam Mik Mak The Beagle Boys – Gerombolan Siberat The Junior Woodchuck – Pramuka Siaga Ludwig von Drake – Profesor Otto Black Pete – Boris Zeke Wolf / Big Bad Wolf – Midas Serigala/ Serigala Jahat Lil Bad Wolf – Serigala kecil Practical Pig – Snor Fiddler Pig – Snir Fifer Pig – Snar Gus Goose – Agus Angsa Brigitta McBride - Brigitta
Sebutan di Malaysia apa?  Ini ada lagi contoh kosakata Melayu Ambon berikut kalimatnya... Bagi anda yang ingin belajar, silakan...
(Heran dech, gue org Jawa belum pernah ke Ambon kok malah ngajarin Ambon seh?)
B
Badoa : berdoa Contoh kalimat : Mari katong badoa voor ini bangsa : mari kita berdoa untuk bangsa ini
Baileo : balai pertemuan untuk pertemuan desa atau adat. Contoh kalimat : Dong ada demo di baileo negri malubeta : mereka sedang berunjukrasa dibalai negeri malubeta.
Bakasang : terasi atau belacan Contoh kalimat : Coba ale tamba akang tu bakasang : coba kamu tambahkan terasinya
Bakubae : damai, berdamai Akar katanya dari kata baku (saling) dan bae (baik) Contoh kalimat : Dolo oras masi ada kerusuhan, katong cuma bisa bakudapa di pasar bakubae : Dulu waktu masih kerusuhan, kita hanya bisa jumpa di pasar damai.
Bakudapa : bertemu, jumpa Akar kata dari baku (saling) dan dapat Contoh kalimat : Kamareng Nyong Ba ada bakudapa deng Susi di Karang Panjang : Kemarin Nyong Ba berjumpa Susi di Karang Panjang Hari raya beso beta bakudapa deng beta pung sodara piara di Malesia : Hari raya besok, saya akan bertemu dengan saudara angkat saya di Malaysia
Baku malawang : melawan, bertengkar Contoh kalimat : Oee, jang baku malawang deng beta, nanti beta toki lai! : Hei, jangan melawan aku, kupukul kau nanti!
Balaga : berlagak Contoh kalimat : Jang balaga talalu di ini kampong : jangan berlagak dikampung ini Lak’laki tu paling balaga : lelaki itu paling berlagak
Balagu : sikap tidak pasti antara suka dan tidak Contoh kalimat : Kalo Markus datang, Yohana paling balagu : Kalau Markus datang, Yohana bersikap antara suka dan tidak. Beta mo tanya se, tapi se paling balagu : Aku ingin nyatakan cinta, tapi nona menunjukkan sikap antara suka dan tidak.
Bale : balik Contoh kalimat : Oma su bale ka seng? : Nenek sudah balik belum?
Bale muka : memalingkan muka Contoh kalimat : Dia biking beta bale muka tagal malu hati deng dia pung kalakuang : Dia buat aku memalingkan muka, karena malu dengan kelakuannya
Bali : beli Contoh kalimat : Kalo beta pi ka Surabaya, pasti beta bali baju voor anana dikampong : kalau saya pergi ke Surabaya, saya pasti beli baju untuk anak-anak dikampung.
Balisah : gelisah Contoh kalimat : Itu barita biking balisah satu kampong : berita itu membuat gelisah satu kampung
Baloleng : mengacu pada aktivitas jalan-jalan tanpa tujuan pasti, atau marah untuk kebaikan Contoh kalimat : Ose baloleng kemana ni? : kamu jalan kemana saja?
Balumpa : berlompatan, melompat Contoh kalimat : Tu anana ada balumpa-lumpa dipante : anak-anak itu berlompatan dipantai
Bamaki : memaki-maki Contoh kalimat : Ina Hatu bamaki Caca Wati di muka rumah : Ina Hatu memaki-maki Caca Wati di muka rumah.
Bandera : bendera Berakar dari kata ‘bandeira’ yang merupakan kata Portugis Contoh kalimat : Kibar bandera oras hari mardika : kibar bendera waktu hari kemerdekaan
Bangka : bengkak, memar Contoh kalimat : Dong baku inja kaki sampe bangka-bangka : mereka injak-injak kaki sampai kaki bengkak.
Bapa : bapak, selain itu juga dipakai untuk menamai pendeta lelaki Contoh kalimat : Beta pung bapa su ada tunggu dimuka : Ayahku sudah menunggu didepan Bapa Yohanes beso pi terbang ka Jakarta : Bapa Yohanes besok terbang ke Jakarta
Bapa raja : kepala desa, kepala kampung Contoh kalimat : Tuang Latuihamallo dapa tunju jadi bapa raja di ini kampong : Pak Latuihamallo ditunjuk jadi kepala desa di kampung ini.
Bapili : memilih (mengundi kata orang Malaysia) Contoh kalimat : Bapili sapa di pemilu 2009 nanti? : pilih siapa di pemilu 2009 nanti?
Barapa : berapa Contoh kalimat : Se bali barapa tu komputer? : Kamu beli berapa komputer itu?
Barenti : berhenti Contoh kalimat : Barenti e! jang masu dalang dolo! : berhenti! Jangan masuk kedalam dulu! Beta sedi tagal beta musti barenti karja : aku sedih karena harus berhenti kerja
Barmaeng : bermain Contoh kalimat : Paling sanang beta barmaeng aer di Air Basar : Aku paling suka bermain air di Air Besar (air terjun di pulau Ambon)
Baronda : berkeliling Contoh kalimat : Malam-malam paling sadap baronda disini : Malam-malam paling enak berkeliling disini
Basar : besar Contoh kalimat : Camu pung ana su basar e : Anak si Camu sudah besar ya
Basena : bersenang-senang Contoh kalimat : Jang basena talalu, loko punggul sadiki-sadiki voor beso : jangan bersenang2 melulu, tabunglah sedikit untuk besok
Basena batunang : berpacaran Contoh kalimat : Acang deng Wati su basena batunang lama : Acang dan Wati sudah lama berpacaran
Basisou : suka menceritakan kejelekan orang lain Contoh kalimat : 'Jang pi dudu basisou disitu' = Jangan pergi duduk untuk menceritakan kejelekan orang lain disitu.
Basudara : bersaudara, saudara Contoh kalimat : Katong samua basudara : kita semua bersaudara Beta ada lima basudara : saya lima bersaudara
Batareak : berteriak Contoh kalimat : Ei, jang batareak o! Bet bisa pica talinga !: Heh, jangan berteriak! Telingaku bisa pecah
Batimbang : mempertimbangkan Contoh kalimat : Kalo mo bakaweng, musti batimbang bae-bae : kalau ingin menikah, harus dipertimbangkan masak-masak.
Batimbang sabala : pilih kasih, berat sebelah Contoh kalimat : Batimbang sabala tar bae voor anana pung perkembangan : pilih kasih tidak baik bagi perkembangan anak-anak
Baterek : mengganggu, mengejek Contoh kalimat : 'Ose kalo jadi kaka jang suka baterek ade-ade' : Kamu kalau jadi kakak, jangan suka mengganggu adik-adik.
Batul : betul, juga dipakai untuk penyangatan Contoh kalimat : Gaga batul e! : gagah banget!/ keren banget!/ lawa sangat!
Bawarmus : Istilah untuk menyuruh orang menghabiskan pekerjaannya sampai tuntas, tapi terserah orang tersebut Contoh kalimat : Loko pi bawarmus nasi kuning sana la se diam disitu : pegang dan selesaikan masak nasi kuning saja biar kamu diam disitu.
Bembeng : bimbing Contoh kalimat : Dia tu masi kacil, harus kas bimbing bae-bae : dia itu masih kecil, harus dibimbing dengan benar.
Bendar : kota Contoh kalimat Pi ka bendar ka seng? : pergi ke kota nggak?
Beta : saya, aku Dalam semua situasi kata ganti ‘saya’ dan ‘aku’ bermakna ‘beta’. Dalam bahasa Melayu Ambon, Kupang dan Banda, ‘beta’ dipakai untuk bahasa sehari-hari. Berlawanan dengan penggunaan ‘beta’ dalam bahasa Melayu dibarat yang dipakai raja-raja. Contoh kalimat : Beta pung nama Ana : nama saya Ana Kas beta satu e : beri saya satu Dia pung kata biking beta jumawa : kata-katanya membuatku sangat marah
Biden : berdoa Berasal dari bahasa Belanda ‘bidden’ Contoh kalimat : Oma Yohana ada biden-biden di gareja skarang : Nenek Yohana sedang berdoa di gereja sekarang.
Biking : bikin, membuat, menyebabkan Contoh kalimat: Ini asida paling sadap e, sapa yang biking akang? : Kue asida ini enak sekali, siapa yang membuatnya?
Bisi-bisi : bisik-bisik Contoh kalimat : Ssst, jang kras-kras, katong bisi-bisi sa : Ssst jangan keras-keras, kita bisik-bisik saja.
Blakang : belakang Contoh kalimat : Dia ada di jiku blakang : dia ada dipojok belakang
Bobou : bau Contoh kalimat : Paling bobou ose lai, pi mandi sana suda! : Kamu bau betul, mandi sana!
Bodo : bodoh Contoh kalimat : Bodo-bodo biking susa hidup lai : bodoh-bodoh buat hidup susah
Botol manci : sejenis setan Contoh kalimat : Oras beta masih anana ucing, orang tatua suka bacarita tentang botol manci : Waktu aku masih anak-anak, orangtua suka cerita tentang botol manci.
Bu : panggilan untuk laki-laki, sama dengan bang, bung, mas, dst Contoh kalimat : Bu Sunday : Bung Sunday Bu Cano : Bung Cano
Bulang : bulan Contoh kalimat : Bulang apa skarang? : bulan apa sekarang?
Bulang trang : bulan purnama Contoh kalimat : Wer ada bae e, apalai ada bulang trang, sadap par dudu-dudu hotu: Cuaca baik nih, apalagi ada bulan purnama, enak untuk duduk-duduk diluar
Bumbungan kapala : ubun-ubun Contoh kalimat : Panas mati lai, sampe bumbungan kapala : panas banget nih, sampai ubun-ubun
Burong kondo : bangau Contoh kalimat : Tarada burong kondo disini : tidak ada burung bangau disini
Burong Pombo : burung merpati Contoh kalimat : Burong Pombo tamasu burong yang tar suka bakanda : burung merpati termasuk burung yang tidak suka berselingkuh.
Busu : busuk Contoh kalimat : Biar tasimpan jua, bangke busu pasti bobou : biar disimpan juga, bangkai busuk pasti muncul baunya
Busu-busu : jelek-jelek Contoh kalimat : Busu-busu, nona ambong jua lai : Jelek-jelek gadis ambon lah
(Bersambung)  Tabea nyong, non, upu, usi, babang,caca... Ini merupakan pendetailan/ update dari kamus Ambon-Indonesia versi saya sebelumnya, dimana ada yang lebih suka jika diberi contoh kalimat (ayat)nya sekaligus...nah, biar tidak pusing-pusing lagi, khususnya yang ingin tahu lebih banyak tentang bahasa Melayu Ambon berikut kalimat (ayat)nya yang menunjukkan ciri khas logat Melayu Indonesia Timur. Disini saya semalam berusaha menyusunnya...baik mengambil kalimat dari beberapa situs, maupun buatan saya sendiri (berdasarkan pengalaman)...Semoga bermanfaat
Selamat menghayati (teruntuk Fazli dari Malaysia khususnya) Salamate, amato
A
Abang : Kata ini dipergunakan untuk menyebut lelaki, khususnya di kalangan Muslim
Ada : Selain untuk menerangkan eksistensi, juga berfungsi sebagai present continuous yang dalam bahasa Indonesia sama dengan ‘sedang’ Contoh : Nyong Ba ada tidor : Abang Ba sedang tidur Jang masu, mama ada mara : Jangan masuk, ibu sedang marah
Aér kabor : Istilah ini selain juga untuk menyatakan ‘air keruh’, juga bermakna idiomatis yang bermakna ‘suasana kacau’ Contoh kalimat : Beta su nanaku dia, kalo dia datang pasti aer kabor : aku sudah tandai dia, kalau dia datang pasti kacau.
Akang : Fungsinya adalah sebagai pengganti kata ‘it’ dalam bahasa Inggris, dan susah diterjemahkan secara tepat. Tapi juga menjadi sufiks – kan…yang konon berakar dari bahasa Melayu dialek pulau Kalimantan Contoh kalimat : Ose taru akang disitu dolo : kamu taruh disitu dulu
Alé : kamu, anda, awak (gaya Malaysia) Kata ini berasal dari bahasa Tana. Contoh kalimat : Ale mo pi mana sabantar sore? : Nanti sore kamu pergi kemana?
Aléng : lamban Contoh kalimat : Ada muda lai su aleng : masih muda sudah lamban
Amanisal : keranjang tempat mengumpulkan ikan Contoh kalimat : Beta dapa ikang gantar lai, os taru akang di amanisal
Amato : salam… Konon berasal dari kata amo te dalam bahasa Portugis, yang makna aslinya ‘aku mencintaimu’, tapi didalam Melayu Ambon maknanya sama dengan salam penutup
Ambong : Ambon Contoh kalimat : Apa tempo se pi ka Ambong? : Hari apa kamu pergi ke Ambon?
Amper : hampir Contoh kalimat : Amper sa beta dapa bunu : hampir saja aku terbunuh
Ampong : ampun Contoh kalimat : Ai, ampong-ampong dia lai : Minta ampun deh dia
Ana : anak Contoh kalimat : Ao e, beta pung ana su lulus lai : Aiii, anakku sudah lulus
Ana kacupeng : anak kecil Contoh kalimat : Ana kacupeng tu tau babengkeng par orang tatua lai : anak kecil itu sudah pandai mengomel sambil bersungut-sungut kepada orangtua.
Anana : Anak-anak Contoh kalimat : Anana dong seng ada yang datang : anak-anak tidak ada yang datang Anana ucing dong sekarang su banya pung HP : anak muda sekarang sudah ramai punya HP Anana diwalang baganggu tarus : anak-anak di walang mengganggu terus
Angka : berangkat Contoh kalimat : Kapan os pi angka ka Gemba? : kapan kamu berangkat ke Gemba?
Antua : Beliau Contoh kalimat : Se su kastau antua ka apa? : kamu sudah beritahu beliau kah Samua antua yang biking trus kalo seng ada antua, samua tu seng ada lai : Semuanya diciptakan oleh Dia, dan tanpa Dia semuanya tidak ada. Kalo beta pulang telaat,, antua seng sono lai : kalau beta pulang lambat, beliau tidak tidur.
Arika : gesit, cergas, sejenis burung hutan Contoh kalimat : Beta pung ade paling arika : adikku paling gesit
Aso : suka ikut campur Contoh kalimat : Jang ba’aso kalo ada orang tatua ada dudu bicara : jangan mencampuri kalau ada orangtua tengah duduk bicara
Ator : atur Contoh kalimat : Ator bae-bae kamong pung barisan! : Atur baik-baik barisan kalian!
B Ba’aso : suka itu campur Contoh kalimat : Jang ba'aso kalo orang tatua ada dudu bicara : jangan mencampuri kalau ada orangtua tengah duduk bicara
Babengkeng : mengomel sambil bersungut-sungut Contoh kalimat : 'Ana kacupeng tuh tau babengkeng par orang tatua lai' = Anak kecil itu tahu mengomel sambil bersungut kepada orang tua lagi.
Bacarita : bercerita Contoh kalimat : Mari katong dudu bacarita disini sa : ayo kita duduk cerita disini saja
Bacico : sikap tidak tenang, bergerak kesana kemari Contoh kalimat : Beta su nanaku tu ana dar’tadi, dia bacico kasana kamari tarus : aku sudah tandai anak itu dari tadi, dia bergerak kesana kemari terus.
Badaki : kotor, berdaki Contoh kalimat : Ih, Ose paling badaki e, pi mandi suda! : Ih, kamu kotor banget dech, mandi sana!
Badang : badan Contoh kalimat : Dia pung badang basar e : badannya besar betul
Badansa : menari Contoh kalimat : Mari katong badansa rame-rame : mari menari sama-sama
Badaong : berdaun Contoh kalimat : Beta masi inga oras bet pung tete bacarita tentang batu badaong: Aku masih ingat waktu kakekku cerita soal batu berdaun.
Badara : berdarah Contoh kalimat : Lia Maria pung kaki, ada badara : Lihat kaki Maria, berdarah
Badiang : diam Contoh kalimat : Ale badiang jua lai, beta cuma mo tipu-tipu Tuangala: Kamu diam saja lah, aku cuma mau bohongi Tuhan
Badonci : bermusik Contoh kalimat : Ical tu paling pandai badonci : Ical tuh pandai bermusik
Bae : baik Contoh kalimat : Jang dudu disana sore-sore, tar bae : jangan duduk disana sore-sore, tidak baik Eh, bae-bae, e : Hei, baik-baik Antua mara par katong pung bae : Beliau marah demi kebaikan kita
Bagara : bergerak Contoh kalimat : Itu apa lai yang bagara-bagara dikusu-kusu? : apa itu yang bergerak-gerak di alang-alang?
Bahasa Tana : bahasa ibu, bahasa daerah, atau menurut pemahaman lain bahasa yang dituturkan dipedalaman Contoh kalimat : Bahasa Tana su banya yang ilang-ilang : bahasa daerah sudah banyak yang hilang.
Bajalang : berjalan Contoh kalimat : Jang bajalang tarus, beta lala e : jangan berjalan terus, aku lelah.
Bajualang : berjualan Contoh kalimat : Mo pi mana bu?, mo bajualang ampas tarigu : kamu mau kemana bung? Mau berjualan ampas terigu
Bakalai : berkelahi, marah-marah, bergaduh (istilah Malaysia) Contoh kalimat : Robet deng Thomas ada bakalai di jiku strat sana : Robert dan Thomas sedang berkelahi disudut jalan sana.
Bakanda : selingkuh, affair Contoh kalimat : Sio Obet lai, dia dapa tinggal dia pung maitua tagal bakanda : Kasihan si Obet, dia ditinggal istrinya karena berselingkuh.
Bakanor : berbicara sambil bersungut-sungut dengan suara tertahan dimulut Contoh kalimat : Oee ose bakanor apa di jiku rumah tuh?: Hai kamu bicara bersungut-sungut apa di pojok rumah?
Gambar : peta pulau Ambon   Melayu Kupang adalah varian Melayu Kreol yang dituturkan oleh masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya (propinsi Nusa Tenggara Timur), yang mana pada masa awalnya merupakan Lingua Franca antar kelompok yang membentuk kota Kupang ini sejak masa penjajahan Belanda, baik etnis Timor (Uab Meto), Tetun, Rote, Ndao, Sabu, Flores, Alor, Solor, Arab, Jawa, Cina, Bugis hingga Portugis dan Belanda, disatukan oleh varian Melayu ini..
Dari segi tata bahasa, Melayu Kupang identik atau serupa dengan Melayu Ambon maupun Manado. Namun ada kosakata-kosakata berbeda yang tidak ada di dua varian tadi...karena kuatnya pengaruh bahasa seperti Rote-Sabu maupun Belanda didalamnya... Nah, bagi penutur bahasa Indonesia, tidaklah sulit untuk memahami tutur kata orang Kupang ini...bahkan bahasa Melayu Kupang kian merata diseluruh Nusa Tenggara Timur dengan adanya media-media yang memfasilitasi Melayu Kupang, seperti misalnya kolom 'TAPALEUK' di Pos Kupang yang sangat menarik...
Nah, ini sebagian dari kosakata Melayu Kupang, bagi penutur Melayu dimanapun, silakan periksa sama dan bedanya...
A Ada : ada (selain keberadaan juga menunjuk kondisi sekarang) Adi : adik Adi nona : adik perempuan Adu : aduh Aer : air Ama : bapak Ame : ambil Ana : anak Ana kici : anak kecil Andia : dia Angka : angkat Angka lagu : putar lagu Ator : atur Ator bae-bae : diatur saja Awii : ungkapan kagum, heran
B Ba’iu : jual mahal, bertingkah Babalas : berbalas Babaris : berbaris Babunyi : berbunyi Bae : baik Bafoe : sibuk Bai : baik Bajalan : berjalan Bajual : berjualan Bakalai : berkelahi Bakanal : berkenalan Bakawan : berkawan Bakores : Baku liat : berpapasan Balogat : cara bicara, logat Balom : belum Balurus : bersikap lurus Bamaki : memaki Bamasak : memasak Baomong : ngomong Banya : banyak Banyanyi : menyanyi Bapa : bapak Bapanas : kepanasan Baptua : dia, beliau Bapukul : memukul Barabut : berebut Barapa : berapa Baribu : beribu Barita : berita Baro'o : Baruba : berubah Basayang : saling menyayangi Basong : kalian Batabrak : menabrak Batanya : bertanya Batriak : berteriak Batul : betul Bauji : menguji Be : saya (potongan dari beta) Begena? : bagaimana Bekin : bikin Bepung : saya punya Besar : besar Beta : saya Betong : kita Bingung bodo : bingung betul Bodok : bodoh, kurang tahu, belum tahu Bokor : baskom Bosong : kalian Bini : istri Bu : bung Bunti : Bunu : bunuh
C Cari hal : cari perkara Cepur : basuh Cerek : ketel, ceret Cuka minyak! : makian halus Cules : tidak mau membantu
D Da! : halo, mari Dadiok : Daging se'i : makanan khas Kupang terbuat dari daging Dar : dari Darmana : darimana Deka : dekat Deka-deka : dekat-dekat Deng : dan, dengan Dia : dia Do : dulu Do’i : cungkil, gali Doi : duit, uang Dolo : dulu Dong : mereka
E
F Falores : pulau Flores Fam : nama keluarga Frek : acuh, cuek
G Gamatar : gemetar Gara-gara : perkara Glas : gelas Gonceng : bonceng (sepeda motor)
H Habok : pukul Hamper : hampir Harbabiruk : Harim : Hela : mengarahkan
I Iko : ikut Ina : ibu, nyonya Itam : hitam Itu su! : begitulah Iya toh? : kan?
J Jalan datang : mendekati, mendatangi Jamput : jemput Jang : jangan Jang sampe : semoga tidak, mengawali praduga Jao : jauh Jeh : ungkapan keheranan, tepat, pas Ju : juga
K Kabas : kibas Kaen : kain Kake’ek : pelit Kamaren : kemarin Kambale : kembali Kambali : kembali Kanapa : kenapa Karas : keras Karmana : bagaimana Karna : karena Kasasar : kesasar Kasetenggal : tinggalkan Kasibeli : belikan Kasihidup : hidupkan Kasijatuh : kerjai Kasimati : matikan Kasitau : beritahu Kas lap : mengepel Katong : kita Katumu : ketemu Kawen : kawin Ke : seperti, macam Kentara : nampak Kerbo : kerbau Ketong : kita Kinyang : kenyang Koh : ungkapan mengakhiri pertanyaan, Konco : teman Konto : kentut Konyadu : ipar Korsi : kursi Kotong : kita Kurus : cabai
L Lae : lagi Lai : lagi Laklaki : lelaki Lam-lama : lama-lama Lancar omong : terus bicara Laru : sejenis minuman keras Lauk : lauk pauk Lebe : lebih Lebi : lebi Lia : lihat Lonceng : jam tangan, arloji Lu : kamu Lu pung mau : salah sendiri
M Ma : tapi Main gila : mengganggu Maitua : istri, nyonya Malas tau : cuek Maloi : mencari Mama : ibu Mamati : bentuk penyangatan, contoh : andia su talalu jahat mamati Mamtua : dia (perempuan) Mangamok : mengamuk Mangkali : barangkali Manyalak : menyalak, menjadi-jadi Mara : marah Masala : masalah Maso : masuk Mati : mati, sangat Mati tadudu : mati berdiri Meloi : mengintip Mete : begadang Minom : minum Mo : mau Muka : wajah Musti : harus
N Na : lah, nih Nae : naik Naraka : neraka Ngali : bodoh Nona : mbak, perempuan Nyadu : Nyong : mas, lelaki
O O : ya…contoh “jang mara o” (jangan marah ya) Olok : ejek Oma : nenek Omong kosong : bohong Ontong : untung Opa : kakek Oto : mobil
P Padhal : padahal Pagawe : pegawai Pajabat : pejabat Pake : memakai Pakian : pakaian Pamalas : malas Pamarenta : pemerintah Pange : panggil Pangko : pangku Panta : pantat, bokong Pantat : pantat, alat kelamin perempuan (kasar) Papoko : pukul Parmisi : permisi Parsetan : persetan, cuek aja Pasawat : pesawat Pasiar : pesiar, jalan-jalan Pata : patah Payrasaan : malu, perasaan Penu : penuh Pi : pergi Pi salamat : memberi selamat Picah : pecah Pigi : pergi Pikiran : sedang susah, melamun, punya masalah pribadi Pimana : pergi kemana, mau kemana Po’a : tuang Poi : wajah buruk, buruk rupa Pokrol : Penyok : bengkok, wajah buruk Puka meyong : makian halus Puka pelo : makian halus Puki : alat kelamin perempuan Puki mai : makian kasar Pung : punya Purak : jelek, buruk Putar balik : tidak terus terang
R Raba-raba : mengira-ngira Rebis : Roko : rokok Ruba : ubah Ruma : rumah
S Sa : saja Sadiki : sedikit Sakola : sekolah Sam : sama Sambarang : sembarangan, semaunya Sambel : sambil Sanang : senang Sapa : siapa Sasando : alat musik petik khas Rote Selamat! : (tidak usah pakai pagi, siang, sore dst) So’a : dapat Sodara : saudara Son : tidak (kependekan sonde) Sonde : tidak Sonde toe : tidak peduli sekitar Sono : nyenyak Stel : buat, atur Strat : jalan Su : sudah Sumendua : sudah mendua Sun : cium Surasa! : rasakan! Susa : susah Syalom : salam
T Tacu : wajan Taku : takut Takuju : terkejut Talalu : terlalu Taman : teman Taman konco : teman karib Tampa : tempat Tampias : tempias Tana : tanah Tapaleuk : pergi, bepergian Tartau : tidak tahu Tenggal : tinggal Tete manis : Tuhan Ti’i : bibi Tidor sono : tidur nyenyak Tidur : tidur, menginap Togor : tegur Toke : gosok rambut dengan tinju, ketok Toki : ketok, pukul To’o : paman Turu tere :
V Vermaak : permak, dirubah
W Wah : lho Weh : lho
(Gambar : Pulau Timor)  Yah, demikian sekelumit kamus maya bahasa Melayu Ambon dan Indonesia yang bisa saya persembahkan bagi anda semua... Hanya sekedar pulungan kata, belumlah sempurna.... Dangke banya voor bu, usi deng laengnya yang su kastau beta banya...
R Rai : kira Rai-rai : kira-kira Rame : ramai Rasa : rasa Rekeng : hitung Rembeng : jinjing
S Sabala : sebelah Sabarang : sembarang Sadap : sedap Sadiki : sedikit Sagala hari : sepanjang hari Sageru : minuman keras lokal Sahua : sahut Sajo : sejuk Sakola : sekolah Salam : Islam Salamat : selamat Salamate : salam Samangat : semangat Sambong : sambung Sambunyi : sembunyi Samonti : Samua : semua Sanapang : senapan Sangko : sangkut Saniri : Sarani : Kristen Sasa : sesak Satambong : seabrek, aneka macam Saule : lelaki muda yang tampan Seng : tidak Sibu-sibu : sepoi-sepoi Sirang : siram Sio! : wahai! Sirang : siram Skakar : pelit Skrek : kaget Slaber : membersihkan, menyapu Slak : gaya Slaken : Smerlap : Snup : jajanan Soa-soa : biawak Sodara : saudara Sodara piara : saudara angkat Soldadu : serdadu, pasukan Sombayang : sembahyang Sondor : tanpa, tidak Sono : nyenyak, tidur Sorong : dorong Spook : hantu, cerita tidak masuk akal Sprei : kain kasur Spul : bilas pakaian (bilas akhir) Stell : gaya, pasang Strap : hukuman, sanksi Strat : jalan Su : sudah Suanggi : guna-guna, pengguna ilmu hitam Sumbur : sembur Sungga : pisau, parang Sungga-sungga :
T Ta’urung-urung : beriringan, ramai-ramai Tabadiri : berdiri tegak Tabal : tebal Tabaos : berteriak/memberitahukan Tabea : hormat Tacigi : Tado-tado : Tagae : terkait Tagal : karena Tagal cinta pung tahela : akibat cinta (biasanya berkonotasi negatif) Tahang : tahan Tajangke : terjangkit, terkena Takikis : terkikis Tako : takut Takojo : terkejut Talalu : terlalu Talamberang: tak tentu arah Talanjang : telanjang Talapas : terlepas Tali hulaleng : Talinga : telinga Talipon : telepon Talucu : tertelan, meluncur Tamang : teman Tampa : tempat Tampias : tempias, keluar, terpercik Tana : tanah, negeri Tandang : tending Tanta : tante, bibi : makcik Tanuar : Taong : tahun Tapaku : terpaku Tapalang : kursi panjang dari pelepah sagu Tar : tidak Tarada : tidak ada Tarbae : tidak baik Tarlama : nanti Taro : taruh Tasangko : tersangkut Tasirang : tersiram Tata : bapak Tatidor : tertidur Tau : tahu Tegel : ubin Tempo : waktu Testa : kepala Tete : kakek : datuk Tete manis : Tuhan Tetenga : penyu Tidor : tidur Tikang : tikam Tingkai : sombong, angkuh Tipu : tipu Tipu-tipu abu nawas : akal bulus Toro : turut Totobuang : jenis alat musik khas Maluku Totoruga : penyu Toki : pukul, getok, ketok Tra : tidak Tua-tua garongkong : tua bangka Tuang : Tuan/Tuhan Tuangala : Tuhan Tumbu : tumbuk, pukul Tunju : tunjuk
U Ua : paman Uang : uang Ujang : hujan Ulu : hulu Umpang : umpan Upu : panggilan kehormatan untuk laki-laki Usi : panggilan untuk perempuan Utang : hutan Uwate : paman
V Voor : untuk
W Walang : rumah kecil Warmus : istilah untuk menyuruh orang menghabiskan pekerjaannya sampai selesai, tapi dalam hal terserah orang itu Wate : paman Wer : cuaca
Z Zonder : tanpa
Kadangkala tata bahasa Melayu Ambon sendiri bagi saya sedikit membingungkan, karena terpengaruh dengan tata bahasa ala Eropa (terutama bahasa Portugis dan Belanda), dan juga bahasa-bahasa sekitarnya (termasuk bahasa Tanah). Yah, saya nanti dijurnal coba-coba jelaskan ah, siapa tahu bagi penggemar bahasa Melayu bisa banding-bandingkan... Okey..
Ini kosakata berikutnya
K Ka : ke Kabaresi : Kabong : kebun Kacupeng : kecil, anak kecil Kadera : kursi Kaeng : kain : fabrik Kaka : kakak Kakarlak : kecoa, juga sebutan bagi orang kulit putih Kaki tangan haringan : gesit Kalabor : sembarangan, kurang teratur Kalakuang : kelakuan, sikap Kalo : kalau Kaluyu : ikan hiu Kamareng : kemarin : kelmarin Kamari : kemari Kamboti : Kamong : kalian Kampong : kampung Kampong dalang mulu : memaksa diri berbicara bahasa ibu Kanari : kenari Kanes : kenes Kanjoli : Kantang : istilah untuk kaum penyuka sejenis Kapala : kepala Kapala batu : keras kepala Kapista : atraktif (konotasi negatif) Karikil : kerikil Karja : kerja Karoco : kroco Karosi : kursi Kas : sama dengan artikel ‘ber-, me-‘ Kas’jau : jauhkan Kas’tau : beritahu : bagi tahu Kastunju : menunjukkan Kasana : kesana Katagorang : Katanggisang: mengigau Katong : kita Kawaja : pelit Keku : mengusung di kapal Kepeng : uang Kes : monyet Kewel : mulut besar, bohong Kincing : kencing Kintal : halaman Kio : dong, lah Kler :warna Kodok : kodok : katak Koi : tempat tidur Koliling : keliling Konci : kunci Konci rekeng : akhirnya Konto : kentut Kopo-kopo : kupu-kupu Kora-kora : sejenis kapal besar untuk berperang Kukis : kue Kusu : binatang hantu (tarsius) Kusu-kusu : alang-alang
L La kata : agar Lai : penekanan, sama seperti ungkapan ‘lah’ Laipose : genit : melaram Laki : lelaki Lak’laki : laki-laki Lampu storongking : lampu petromaks Laste : akhir, ujung Lau : perairan dalam Lenso : saputangan Lepe : sendok : sudu Lia : lihat Loga-loga : goyah Loko : memegang/berpegangan Lombo : lembut Lonceng : jam tangan, arloji Lumpa : lompat
M Maar : tapi Macang : macam, seperti Maitua : istri Makang : makan Makang patita : tradisi makan untuk perdamaian Malang : malam Malas : malas Malas tahu : acuh tak acuh Malayu : melayu Malele : meleleh Malu hati : malu Mampos : mampus, mati Mancari : mata pencaharian Mangamu : mengamuk Mangarti : mengerti Mange-mange : Manginte : mengintai Mangkali : barangkali Mangkera : bergerak kesana-kemari Manise : manis, indah Maniso : sibuk/repot Manyau : menyahut Maraju : merajuk Mardika : merdeka Marinyo : polisi Maske : meskipun Masu : masuk Mata jalan : ruas-ruas jalan Mata lomba : jenis lomba Mata ruma : keluarga Matawana: bergadang sepanjang malam Maueng: Meku : Mener : tuan (ditujukan kepada pejabat) Mete-mete : Meti : surut Mir : dinding, tembok Mister : peduli Momo : paman, oom Mongo-mongo : bodoh, ceroboh Mulu : mulut Mulu basantan : mulut berbusa Mulu karepu : sejenis kurap dipinggir mulut Mungare : pemuda Musti : harus
N Nae : naik Nai : naik Nama : nama Nanaku : menandai, nanya Nene : nenek Ngungare: pemuda Nodek : tidak perhatian sedikitpun Nona : panggilan untuk gadis Nona baju merah : istilah utk bunga pesta Nusa : pulau Nyong : panggilan untuk kaum pria Nyong gogos : cowok ganteng
O Oma : nenek Onozel : genit : melaram Ontal : menggulung/melipat Opa : kakek : datuk Orang : orang Orang pake-pake : dukun, bomoh Orang tatua : orangtua Oras : waktu, saat : masa Ortega : orang tenggara (untuk org asal Maluku Tenggara) Ose : kamu Oto : mobil : kereta
P Padede : malu-malu Padis : pedas Paitua : suami Palasi : Paleo : lamban Paling : paling Palungku : tinju Pangkotor : kotor Panta : pantat, bokong Papalele : pengumpul kerang di pantai Papang : papan Par : untuk Parampuang : perempuan Pardidu : tanpa arah Parigi : sumur Parlente : penipu Parsis : persis Pasisou : suka menceritakan kejelekan orang lain Paskali : sangat, sekali Pastiu : bosan Pata : patah, petik Pata cingki : petik cengkeh Patamayang : Patai : pamit Pela gandong : sistem kerukunan antar dua kampung beda agama. Pele : pilih Pende : pendek Pi : pergi Picah : pecah Pohong : pohon Poka-poka : subuh Polo : peluk Pono : penuh Poro : perut Potar : putar Pukol: pukul Pung : punya Punggul : pungut Dalam hal kosakata, bahasa-bahasa tanah termasuk juga kadang bahasa para pendatang seperti Buton dan sebagainya yang juga mengisi dan memperkaya budaya masyarakat kawasan Ambon dan sekitarnya. Konon istilah-istilah Buton juga masuk melalui istilah-istilah kelautan....
Selamat menghayati bagi anda....anda penutur bahasa Melayu, silahkan cari bandingannya dengan bahasa Kreol Melayu satu ini..
Babang, nyong, momo, tanta, usi, caca...tolong beta lai...ada kata-kata yang beta balong paham akang...terutama yang beta kosong akang itu...dangke..
F Fam : nama keluarga Felem : film Fikir : pikir For/voor : untuk Forok : garpu Fuli : bunga pala
G Gaba-gaba : pelepah sagu Gaco : istilah permainan kelereng, berupa kelereng utama Gagartang : emosi berlebihan Gagawang : antusiasme yang berlebihan Galojo : rakus : gelojoh Gamutu : ijuk Garadus : kardus, dus Gareja : gereja Gargantang : kerongkongan Garobak : gerobak Garser : tumbuh Gemeente : pemerintah : pentadbir Gepe : jepit Gici-gici : Gilih-gilih : terbahak-bahak
H Hahakae : bercanda dengan cerita2 bohong dan lucu Handeke : Haringan : ringan Hayal : bergaya aneh-aneh untuk menarik simpati Hela : angkat, arahkan, tarik Hela kaki : angkat kaki Helahai : mengeluh sambil menarik napas panjang Hidop : hidup Hokmat : berbicara dengan suara keras, tegas dan berwibawa Hole-hole : bohong Hongi : riuh, gaduh Horomate : hormat Hotu : pergi keluar Huele : Teriakan keras dengan irama tertentu tanda kegembiraan
I Iko : ikut Iko-iko : ikut-ikut Ilang : hilang Ilang jalan : kesasar Inga : ingat Ingatang : ingat, perhatikan Inte : intai Isi bagara : cari perhatian Iskakar : pelit Iskola : sekolah Istaga : astaga Istamplas : terminal Istori :cerita Itang : hitam Itang gampang : sangat hitam, mudah hitam
J Jaganti : raksasa Jalang : jalan Jambatang : jembatan Jang : jangan Jantong : jantung Jari mai : ibu jari Jiku : pojok, sudut Jingkal : jengkal Jua : juga, saja Jujaro : anak gadis Jujaro deng mungare : pemudi dan pemuda Jumawa : marah sekali
Pengaruh bahasa-bahasa Eropa sangatlah terasa khususnya bahasa Belanda dan Portugis...kemudian ditambah bahasa-bahasa daerah setempat yang lambat laun punah. Bahasa yang acap disebut bahasa tanah ini masih bertahan didesa-desa muslim di ambon dan sekitarnya.
Ada yang mau nambahin? silakan...
C Cabar : Caca : kakak perempuan (biasa dipakai kalangan muslim) Cakadidi : cari perhatian Capatu : sepatu Capeo : topi Cari kanal : berkenalan Cawaning : cemeti Cecelepu : tidak berdaya, sok sibuk, kelabakan Cengke : cengkeh Cikar : sikat (dalam artian makan dengan selera), contoh cikar ayam : sikat ayam Cimpoa : sempoa Cingki : cengkeh Colo-colo : sejenis sambal Cuki : *sensor* Cukimai : makian kasar
D Dame : damai Dangke : terima kasih Dapa : kena Dar : dari Dara : darah Dara : perairan dangkal Dara nae : naik darah Deng : dengan, dan Diang : diam Doe : uang Dolo : dulu Donci : musik Dong : mereka Dorang : mereka Doriang : durian Dudu : duduk
E Eleng : segan Emper : hampir Ence : panggilan untuk lelaki Cina Enggo : hingga Enggo blek : Bahasa Melayu Ambon konon bukan berasal langsung dari Sumatera atau Semenanjung, melainkan berasal dari varian Melayu di Pulau Kalimantan. Bahasa ini lebih tepat disebut sebagai Kreol Melayu karena pada awalnya tidak dituturkan penduduk asli dan menjadi bahasa Pidgin alias antar kelompok, yang kemudian jadi bahasa Ibu sehingga disebut Bahasa Kreol Melayu. Disini adalah kata-kata bahasa Melayu Ambon yang saya dapat baik yang saya hafal maupun dari situs-situs warga Ambon dimana-mana....termasuk ambon-manise.com yang lama-lama saya makin suka dengan situs itu...:)
Tete, nene, nyong, non, abang, caca, usi dst.....ini beta kasi akang dolo yang A-B...yang laeng manyusul.... Ada kata-kata yang saya kosongi, berarti belum tahu artinya...tolong dong dibantuin artinya. Kalau ada yang keliru tolong dibenahi...hehehehe
Dangke banya..
A Abang : kakak laki-laki (dipakai kalangan muslim) Ada : ada, sedang Ade’ : adik Ado : aduh Aer : air Aer kabor : air keruh, juga ungkapan untuk suasana kacau Akang : ….kan/ it dalam bahasa Inggris Akor : baik, rukun Ale : kamu, anda Aleng : lamban Alus : halus Amanisal : keranjang tempat mengumpulkan ikan Amato : salam Ambon kart : ambon KTP Ambong : ambon Ampas tarigu : sejenis kue Amper : hampir Amplov : amplop Ampong : ampun Ana : anak : budak Anana : anak-anak : budak-budak Anana ucing : anak muda Angka : berangkat Antua : beliau Apa : apa Apalai : apa lagi Apapa’ : apa-apa Areng-areng : hanya Arika : gesit Arika : sejenis burung hutan Asida : sejenis kue Aso : ikut campur Ator : atur
B Ba’aso : mencampuri Babengka : sejenis kue Babengkeng : mengomel sambil bersungut-sungut Bacarita : bercerita Bacico : sikap tidak tenang, gelisah Badaki : berdaki, kotor Badang : badan Badansa : berdansa Badara : berdarah Badendang : berdendang Badepa : melangkah pindah-pindah Badiang : diam Badonci : bermusik Bae : baik Bagara : bergerak Bahasa tana : bahasa daerah, logat tempatan. Namun juga untuk sebutan bahasa kaum terasing di pedalaman Baileo : balai Bajalan : berjalan Bajualang : berjualan Bakalai : berkelahi : bergaduh Bakanda : selingkuh Bakanor : berbicara sambil bersungut2 Bakasang : terasi : belacan Bakubae : damai Bakudapa : berjumpa Baku malawang : melawan, bertengkar Bakupolo : berpelukan Balaga : berlagak Balagu : sikap antara suka dan tidak suka Bale : balik Bale muka : balik muka, memalingkan muka Balisah : gelisah Baloleng : sama dengan baronda Balumpa : melompat Bamaki : memaki Banang : benang Bandera : bendera Bangka : bengkak Baniang : semacam baju Bapa : bapak Bapa raja : kepala kampung, kepala desa Bapili : memilih : mengundi Barapa : berapa Barenti : berhenti Baribot : ribut, gaduh Barmaeng : bermain Baronda : jalan-jalan tanpa tujuan Basar : besar Basena : senang-senang Basena batunang : orang berpacaran Basisou : suka membicarakan kejelekan orang lain Basudara : saudara Batareak : berteriak Batarewas : unjuk rasa, teriak Batimbang : menimbang Batimbang sabala : berat sebelah, pilih kasih Baterek : mengganggu, meledek Batul : betul Bawarmus : memerintahkan sesuatu, tetapi terserah pada yang disuruh Bembeng : bimbing Bendar : kota : bandar Beta : saya Biden : berdoa Bijiruku : Biking : bikin, membuat Bisi-bisi : bisik-bisik Blakang : belakang, punggung Bobou : bau Bodo : bodoh Bodok : sangat bodoh Boslak : Botol : botol Botol manci : sejenis setan Bu : bung (panggilan untuk lelaki) Buat tahan : mempertahankan Bulang : bulan Bulang trang : bulan purnama Bumbungan kapala : ubun-ubun Burong : burung Burong kondo : burung bangau Burong paikole : burung wagtail Burong Pombo : burung merpati Busu : busuk Busu-busu : jelek-jelek
 Akibat pemekaran yang acap terjadi...pemisahan kabupaten satu menjadi dua atau lebih, sehingga akhirnya menjadi banyak kabupaten/kota yang dihasilkan. Di Nanggroe Aceh Darussalam sendiri pada akhir tahun kemarin telah ditambahkan dua daerah tingkat dua yang baru...
Kabupaten Aceh Barat : Meulaboh Kabupaten Aceh Barat Daya : Blangpidie (Balang pidie dlm bahasa Minang Jamee) Kabupaten Aceh Besar : Jantho Kabupaten Aceh Jaya : Calang Kabupaten Aceh Selatan : Tapaktuan Kabupaten Aceh Singkil : Singkil Kabupaten Aceh Tamiang : Karang Baru Kabupaten Aceh Tengah : Takengon Kabupaten Aceh Tenggara : Kutacane Kabupaten Aceh Timur : Idi Kabupaten Aceh Utara :Lhok Sukon Kabupaten Bener Meriah : Simpang Tiga Redelong Kabupaten Bireuen : Bireuen Kabupaten Gayo Lues : Blangkejeren Kabupaten Nagan Raya : Sukamakmue Kabupaten Pidie : Sigli Kabupaten Pidie Jaya (pecahan dari Pidie dg ibukota Meureudu)- kab terbaru Kabupaten Simeulue : Sinabang
Kota (municipality) Kota Banda Aceh Kota Langsa Kota Lhokseumawe Kota Sabang Kota Subulussalam - kota terbaru, pecahan Aceh Singkil
 Berikut ini adalah beberapa kosakata antara bahasa Jawa Malaysia, dibandingkan dengan bahasa Jawa Baku dan Melayu berikut Indonesianya. Bahasa Jawa Malaysia ini saya ambil dari beberapa situs Jawa Malaysia seperti familiazam, wakjaman dan seterusnya…
Selamat membandingkan Kiri Jawa Malaysia, Kedua Jawa Baku, dan seterusnya sampai akhirnya bahasa Indonesia
Limangpuluh – séket – limapuluh – limapuluh Bok – buku/ kitap – buku – buku Mbok cilik – bu lik/ tante – Mak usu – bibi Pak cilik – pak lik/ om – pak usu - paman Buyut/Nyai – eyang putri, simbah – nenek –nenek Yaie – eyang kakung, simbah - datuk – kakek Geger – geger – belakang –punggung Jeriji – driji – jari – jari Sepital – rumah/griyo sakit – hospital – rumah sakit Wedhel – udhel – pusat – pusar Tenggen – tengen – kanan –kanan Mboco – moco – membaca – membaca Beladi – émbér – baldi – ember Dapur – pawon – dapur- dapur Talipon – telpon – telefon – telepon Sorox – slorokan – laci – laci Cokin – andhuk – tuala – handuk Nongko sabrang – sersat – durian belanda – sirsak Gori – nongko – nangka – nangka (gori biasanya dipakai menyebut nangka muda) Kelopo – krambil/ klopo – kelapa – kelapa Pisang – gedang – pisang – pisang Sukak – bungah – gembira – gembira Lembu – sapi – lembu – sapi Pokok – wit/ uwit – pokok – pohon Mencawak – sliro/nyambik – biawak – biawak Kambing – wedus – kambing –kambing Gedi – gedé – besar – besar Bulet – bunder – bulat – bulat/ bundar Alis – alis – kening – alis Bokong – bokong – punggung – pantat Garing – kuru – kurus – kurus Mertuo – morotuwo – mertua – mertua Sepupu – misan – sepupu – sepupu Dino royo – riyoyo – hari raya – lebaran Kudo/jaran – jaran – kuda – kuda Selalu – mesti/kerep – selalu – selalu Pulut – ketan – pulut – ketan Belondo – londo – belanda – belanda Bekalan – sangu – bekalan – bekal Jugak – ugo/ pisan – juga – juga Undi – milih – undi – pilih Njaluklah – njaluko – mintalah – mintalah Kue – iku/kuwi – itu – itu Redio – radio – radio – radio Toples – toples – balang – stoples Kadal – kadal – mengkarung – bengkarung/kadal Jemu – waléh/ blenger – bosan – bosan Beel – tanggalan – kalender – kalender Parang – budhing – parang – parang Peso – peso/lading – pisau – pisau Tabir – korden/gerdin – langsir – tirai Sendelo – cendelo – tingkap – jendela Nda’ingi – mau bengi/sakwengi – semalam – semalam Inginane – wingi/winginane – kelmarin – kemarin Ugomo – agomo – ugama – agama Dawe – senar – dawai – dawai Abuk – bleduk – habuk – debu Gering – kuru – kurus -kurus Andang – oncor/obor – obor – obor Kenteng – sregep – rajin- rajin Sabit – sabit/arit – sabit – sabit Agek – lagi – sedang – sedang Sungey – kali – sungai – sungai Gerokan – glege'en – sendawa – sendawa Reti – eruh/weruh – tahu - tahu Barnis – pernis – varnis - vernis
JIGANG artinya duduk dengan posisi salah satu kaki diatas kaki lainnya. Seringkali posisi duduk ini dianggap sombong. Namun cara duduk ini juga dianggap paling nyaman, khususnya bagi kaum hawa.
MALANGKRIK Artinya berkacak pinggang atau bertolak pinggang
CANGKRUKAN Ini merupakan suatu tradisi dimana sekelompok orang duduk-duduk di warung kopi sambil membicarakan topik-topik yang sedang hangat, dan menjabarkannya sesuai dengan alam pikir mereka. Ini juga disebut sebagai rapat informal..Kata-kata ini dikenal di Jawa Timur. Di Jogja disebut sebagai ANGKRINGAN
KEMINGGRIS Artinya sok Inggris atau buat-buat macam orang Inggeris dalam berbicara maupun bertindak laku
SIWILEN Artinya terkelupasnya kulit bawah kuku, dan biasanya agak sakit. Penyebabnya bisa bermacam-macam, dan umumnya dikarenakan kekurangan salah satu zat gizi dalam tubuh.
CANGKRANGEN Artinya sama dengan cacar air...
CAPLAKEN (baca CAPLA'EN) Artinya benjolan kecil pada kulit yang keras dan biasanya disebut sebagai mata ikan, karena bentuknya seperti mata ikan. Istilah Caplaken diambil karena sekilas benjolan kecil itu mirip dengan hewan penghisap darah sekerabat laba-laba yang disebut Caplak
NYAMIN Istilah ini dari Bojonegoro, ditujukan kepada orang-orang yang berlaku seperti orang Samin.
KELOYONGAN Istilah dari Banyuwangi, artinya sama dengan tergila-gila atau kesengsem...
ARUM JAMBAN Sebenarnya ini ungkapan halus untuk menggambarkan bau yang sangat busuk, diibaratkan sebusuk jamban dalam WC (tandas).
KEBANDHAN Menggambarkan orang yang materialistik, dari kata BANDHA (bondo) yang artinya harta. Boleh diartikan gila harta PREI Artinya libur atau cuti. Berasal dari kata bahasa Belanda yakni 'VRIJ'....
MREI Sebenarnya berkembang dari kata PREI, namun dipakai untuk istilah meliburkan/mencutikan diri tanpa seizin tempat atau sekolahnya.
JOWO DHELES Istilah lain untuk Jawa Totok atau asli...
NJEKETHEK Artinya ternyata, dan ungkapan ini ciri khas Jawa Timur, khususnya Surabaya
MOTO WALANGEN Terbelalak sampai2 mata seolah hendak keluar. Disebut moto walangen karena matanya terbelalak seperti mata belalang. Kata ini sangat familiar di Banyuwangi, Jawa Timur.
NASGITEL Kependekan dari Panas, legi (manis), kentel (kental). Biasanya untuk teh...apalagi yang berciri khas Jawa Tengah...Teh Nasgitel
MISUWUR GONDHO ARUM Artinya sama dengan terkenal atau masyhur dimana-mana... Contoh kalimat (ayat) 'Dian Sastro wis misuwur gondho arum'
LEDHEK KETHEK Suatu pertunjukan yang menggunakan monyet sebagai pemainnya...di Jakarta disebut TOPENG MONYET, sedang di Jawa Timur disebut TANDHAK BEDHES. Ini beberapa ungkapan bahasa Jawa harian yang biasa saya pakai, silahkan dipelajari sekaligus penjelasannya...
KANCILEN Kancilen berarti sama dengan imsomnia, atau orang yang terjaga ditengah tidur dan tidak bisa tidur lagi sampai pagi. Nah, kemungkinan besar kancilen ini diambil dari kata 'kancil' (pelanduk) yang selalu keluar malam hari untuk cari makan...
CENGENGEN Artinya adalah rasa pegal atau sakit pada bagian tengkuk atau kuduk akibat salah posisi tidur. Biasanya karena salah bantal....
DILEPEN Artinya rasa sakit yang mengiringi masa haid kaum perempuan...
ABANG-ABANG LAMBE Artinya sama dengan janji manis, atau sekedar pemanis bibir belaka dalam bahasa Inggris mirip dengan LIP SERVICE
SENDHAKEP NGAWE-AWE Artinya serupa dengan malu-malu kucing...malu-malu tapi mau...
LEMU GINUK-GINUK Artinya sama dengan gemuk, bulat, menggemaskan plus montok...biasanya sih sebagai ungkapan gemas (geram kalo melayu cakap)
Ya sudah...itu dulu...nanti disambung lagi
| |