Bambang's posts with tag: curhat
Hari Minggu sepertinya saat yang tepat bin pas untuk berburu. Hari itu mungkin akan dikhususkan hari bebas internet alias tidak internetan sehari, sedang sementara ini saya tidak bisa ber-YM ria. Nggak sempat dan waktunya juga ternyata sulit diatur....hari ini dan seterusnya bakalan sibuk mengurus kompre serta magang-magang yang bermasalah dan sudah bermunculan setiap harinya, sehingga nyaris malas untuk ber-YM...
Jangankan ber-YM, ber-SMS riapun sudah malas sekali. Beberapa hari ini saja saya sedikit SMSan, SMS saja tidak terbalas sama sekali, so...sekalian irit pulsa juga (hehehehe, lagu lama banget). Nggak tahu, belakangan kok susah sekali ketemu orang-orang, atau memang saya sendiri yang sudah kecapekan ya sampai hanya lewat sini saja saya berkomunikasi?
Ya sudahlah, hari Minggu nanti saat yang tepat untuk berburu obyek jepretan, keliling Malang dulu mungkin untuk saat ini. Besok-besok kalau sudah longgar, baru keluar kota, ketemu dengan lainnya. Bukan karena sok kamera baru, tapi memang suka banget....hehehehee...
Hari Minggu, hari berburu obyek...(meski sebenarnya setiap hari juga begitu)...dan satu lagi...HP saya matikan!!!
Bambang Priantono 040708
Hari ini sebenarnya saya mau ke dua tempat, yakni BNI dan Danamon. Ke BNI tujuannya ya untuk nabung duit gajian, meski di saldonya masih banyak..xixixixixixi...tapi kan perlu ngirit biar gak pontang panting pas tanggal tua entar. Sedangkan ke Danamon untuk menutup kartu kredit yang sudah saya pakai selama 2 tahun terakhir.
Sekitar jam 11.45 saya meluncur ke jalan, rencananya ke BNI didekat kantor aja, tapi ....eh katanya ada gangguan sistem dari pusat. Merapat lagilah saya ke BNI cabang utama di Jalan Basuki Rahmat, hasilnya juga idem ditto....gangguan jaringan sejak pukul 10.30 dan entah sampai jam berapa bisa dipakai lagi. Ya sudahlah, akhirnya saya putuskan meluncur ke Bank Danamon yang masih tetanggaan dengan MOG (Malang Olympic Garden) dikawasan Jalan Kawi.
Di Bank yang sedang ramai itu, saya dikasih nomor antrian ke CSO alias pelayanan pelanggannya. Menunggu-menunggu dan menunggu, dapat nomor antrian 536. Akhirnya setelah nomor antrian saya dipanggil, saya langsung duduk didepan CSOnya dan mengutarakan langsung untuk menutup kartu kredit saya. Oleh si Mbak CSO kartu saya dipinjam sebentar setelah mengetahui struk pembayaran saya sebelumnya, dan dia masuk kedalam untuk klarifikasi data di Card Center Jakarta. Sekitar 10 menitan saya menunggu dengan H2C alias Harap-harap cemas. Semoga saja keturutan..
Nah, pucuk dicinta ulam tiba, si Mbak CSO tadi memberitahu kalau sisa tagihan saya masih ada 30 ribu, so karena memang niatnya mau menutup, ya sudah saya relakan saja duit 30 ribu + 15 ribu (untuk administrasi) itu untuk menutupnya. KTP sayapun diminta dan mengisi formulir pengunduran diri dari keanggotaan kartu kredit tersebut. Setelah selesai, akhirnya kartu saya digunting dan saya diminta menuju kasir untuk menuntaskan pembayaran. Enak-enak nunggu di kasir itu saya ditelepon Papa untuk membayar tagihan telepon..hehehehe...sabar dong ah...
Alhamdulillah lega juga akhirnya, setelah bukti pengunduran diri itu saya terima, saya senang setengah mati. Setidaknya satu kartu sudah putus, sedangkan yang satunya saya biarkan dulu untuk sementara sampai ada rejeki lagi untuk menutupnya. Merdeka dah pokoknya!!!!
Bambang Priantono 300608
Masih ingat nggak dengan Afiq? keponakan saya yang tinggal serumah itu? Moga-moga aja masih ingat ya...hehehehe.. Nggak berasa umurnya sudah masuk 2 tahun 3 bulan, dan dikarenakan tinggal satu rumah (apalagi adik saya gak dibolehkan pindah dari rumah besar tempat kami bernaung), maka perkembangan Afiq sehari-haripun sering saya catat. Untuk anak seusianya, Afiq termasuk agak lambat dalam berbicara, tapi soal bergerak dan agresivitas? jangan ditanya....sedari pagi sudah aktif banget...hehehehe... Konon kata Mama, dia mirip banget dengan saya waktu masih batita (bawah tiga tahun) Tapi ada hal yang suka saya catat, yakni penguasaan kosakatanya sehari-hari. Berikut ini kata-kata yang diucapkannya sehari-hari...
Ayah Sejak umur 1 tahun 11 bulan dia sudah menguasai kata-kata ini. Awalnya semua hal dipanggil ayah. Tapi sekarang sudah bisa mengarahkan ke ayahnya sendiri, meski kadang salah...
Kuku Maksudnya adalah kupu-kupu. Kalau melihat hewan itu, dia selalu menunjuk dengan menyebut kata kuku-kuku tadi berulang-ulang.
Itu Kalau Afiq mau sesuatu benda entah dirumah, di toko atau dimanapun dia selalu menunjuk dengan berucap 'itu-itu-itu'. Kalau gak dituruti, dijamin dia bakal mengeluarkan jurus jeritannya..
Eh, jatuh Waktu saya kesandung mainannya, saya agak kaget. Secara Afiq langsung berkata 'eh...jatuh' lantas tertawa sendiri.. dan hampir setiap ada benda jatuh, dia selalu berkata demikian.
Adek Dia sering nunjuk-nunjuk gambar atau foto bayi dengan sebutan adek...
A, B, C, D, E.... Bisanya sampai F, karena sering nonton acara mengeja di video, maka dia lama-lama bisa. Tapi sering gak pada tempatnya...hehehehe
Ngeng-ngeng Artinya mobil. Afiq dan anak seusianya barangkali sering mengidentifikasikannya demikian.
Maem Ini kata paling awal yang dikuasainya.
Mungkin itu sebagian kosakata yang dikuasainya...moga aja terus bertambah seiring usia...dan gak ada ruginya juga ngikutin perkembangannya, karena bisa lebih gape dalam menangani anak. Amien 
Bambang Priantono 260608
Selama ini aku selalu minjem kamera digital adikku kalau ada acara apa-apa. Aslinya sih dia gak masalah, apalagi jarang-jarang dia make kameranya, so, seringnya aku sendiri yang make..kadang seminggu, kadang bisa sampai sebulan lebih menggunakannya. Sampai-sampai kadang gak enak sendiri dengan suaminya... Biarpun diem, tapi yakin dah nggerundel kadang kala.
Ortupun sudah nganjurin kalo daku mending beli sendiri. Tapi secara waktu itu duitnya dipake buat cicilan laptop, ya sudah sementara keinginan itu ditunda dulu. Alhamdulillah, ada dana dikit bulan ini, jadi cicilan yang tinggal 3 bulan ini akhirnya dapat aku tutup dengan sukses....merdeka!!!!!
Dan sekarang dah kepikiran mau beli kamera sendiri. Biar gak usah nggerecokin punya adikku dan bisa potret sana sini dengan leluasa serta aman sentosa. Bagiku sih, kamera digital lebih penting daripada HP. Toh, biar HP sudah jadul, masih bisa dipake buat komunikasi dan SMS....iya toh?? Malahan udah nanya kiri kanan soal spec kamera yang oke dan harganya sesuai dengan kocek. Nanti habis kerja aku mau meluncur ke tempat yang dimaksud, alias tempat jualan kameranya...kali aja dapet yang murmer..
Doain dah moga2 cepet dapet kamera yang dimauin....Amin
Bambang Priantono 250608
Who cares??? Hari ini benar-benar 'single fighter'. Dua rekan saya pada sibuk semua...satunya yang koordinator OJT sedang sibuk mengurus anak-anak SQ Team BCA dan memberi bimbingan, sampai-sampai saya gak mau ganggu. Sedangkan rekan satunya sibuk mempersiapkan fashion show untuk tanggal 2-3 Juli nanti.
Yah, saya sendiri yang harus menangani urusan magang ini...paling nggak untuk hari ini. Mulai masuk ke kelas-kelas gelombang tiga yang belum mengurus atau melapor kalau sudah diterima, mikirkan solusi buat yang masih mengambang. Menelepon beberapa perusahaan yang bisa dilobby, kemudian soal mengurus upacara penglepasan OJT gelombang 3 yang diadakan hari Sabtu nanti.
Belum juga mengajar anak-anak SQ Team yang ketinggalan kuliah bahasa Inggris, menguji anak kelas yang belum ujian dan cuap-cuap kasih motivasi dan nasihat segala macem...fuiiihh...capek juga. Tapi tetap harus dijalani sedemikian rupa...
O ya...pulang nantipun harus buka toko, soalnya Papa Mama antar eyang kakung ke Tuban...aaaahhh...lengkap sudaaahhhh....
Who cares lah.... Toh meski kadang saya 'mengganggu' teman saya yang menjadi koordinator OJT ini, tapi sekalian belajar memutusi suatu persoalan sendirian.....who cares...yang penting jalan. Ngeblog itu pelampiasan juga mumpung lagi kenceng lajunya. Jadi sekalian jadi tumpahan diri, biarpun gak banyak yang baca....Who cares...
Capek, tapi oke lah....itung2 pengurusan badan
Bambang Priantono 240608
Semalam tahlilan hari pertama telah dilaksanakan, dan akan berlanjut sampai hari ke-7 nanti. Banyak sanak saudara yang sudah pulang ke kota masing-masing karena harus bekerja esok harinya. Demikian juga orang rumah, meskipun masih merasa kehilangan atas kepergian Eyang Putri tanggal 17 kemarin, toh kehidupan harus tetap dilanjutkan.
Setelah tutup hampir dua hari, toko tempat papa mama menggantungkan penghasilan tadi dibuka kembali. Mama sempat bertanya pada saya, apa pantas dalam suasana duka begini toko dibuka? Saya hanya jawab, berduka ya berduka tapi kehidupan tetap harus jalan. Kalau mau buka, ya buka saja....jangan dibiarkan berlarut-larut. Ingat dengan tersenyumnya Sri Kresna saat kematian Gatotkaca di perang Bharatayudha.
Ya sudah, akhirnya toko dibuka dan sudah ada 3 pelanggan yang menunggu berbelanja ditoko kami. Alhamdulillah....
Selamat pagi untuk semuanya
Bambang Priantono 190608
Kemarin sewaktu dikantor sekitar pukul 2 siang, saya mendapat kabar mengejutkan dari adik saya..Nenek saya yang selama ini tidak sadarkan diri karena stroke dan sempat dirawat di RS, akhirnya berpulang ke rahmatullah...
Lemas rasanya mendengar berita itu, dan langsung saya meluncur ke tempat nenek di Jalan Alalak, yah....saya hanya bisa terdiam, tapi tidak bisa menunjukkan kesedihan. Saya hanya lega, karena akhirnya Allah melepaskan penderitaan beliau yang sudah bertahun-tahun dirasakannya. Semoga beliau ditempatkan layak disisi-Nya...
Pemakaman dilangsungkan sebentar lagi pukul 9 WIB....mohon doa untuk beliau...terima kasih
Bambang Priantono 180608
Pemadaman bergilir masih terus saja bergulir...Sabtu malam minggu kemarin daerah saya kena, kini daerah Bareng yang masuk giliran. Sekiranya hari ini adalah hari bahagia salah satu rekan cewek saya dikantor, orangnya lucu dan polos sekali plus penggemar Rhoma Daratista (eh, salah!! Irama), karena dia melangsungkan pernikahannya hari ini, dan pastinya semua rekan diundang. Tapi jelasnya, bergiliran...karena nggak mungkin nggeruduk semua...nanti kampus sepi dong? Hehehehe...Jam 3 kita semua berangkat
Karena mobil tidak mencukupi, maka yang laki-laki harus naik sepeda motor. Saya boncengan dengan teman yang tahu lokasi rumah Miss Wiwik (demikian panggilannya)....apalagi daerah Bareng termasuk kawasan perkampungan padat penduduk yang struktur daerahnya berbukit-bukit, plus jalannya sempit pulak. Sempat kita kesasar, nggak nyadar kalau sebenarnya kita sudah deket dengan lokasi. Tapi itu belum selesai, ternyata lokasi sang pengantin masih 500 meter dari jalan utama dan mau nggak mau harus jalan kaki. Aaarrrggghhh....mana harus nanya kiri kanan lagi...
Sampai?? Iya....tapi waktu kesana kami hanya melihat Miss Wiwik dengan pakaian pengantin yang anggun sekali...manglingi kata orang Jawa. Ternyata acara temu mantennya belum dimulai...wah, salah perhitungan nih...tapi tetep dipersilahkan duduk dan menikmati makanan yang ada....sederhana yang penting sip!!! mana ada ayam-ayam kampung berseliweran, karena diadakan dilapangan kampung...sungguh alami.
Tapi ada yang kurang.....e...ternyata listrik didaerah itu sedang kena pemadaman bergilir, dan baru hidup lagi pukul 20.00 WIB nanti malam. Pantes aja, gak ada suara musik atau minimal shalawatan, wong njekethek lampunya mati. Tapi kenapa ya nggak sewa gen set? Mungkin juga belum antisipasi kalau sewaktu2 ada pemadaman. Akhirnya tanpa pengeras suara, acara temu manten diiringi dengan shalawat spontan dari ibu-ibu kampung, dan the show must go on kendati lampu mati....Baru kali ini nih saya menghadiri pesta pengantin dengan kondisi pemadaman bergilir..
Kasihan Miss Wiwik, sudah capek-capek....eh, ternyata kena dampak pemadaman. Pesta tetap jalan, tapi pastinya akan terganggu, terlebih malam kian menjelang.
Tapi...selamat menempuh hidup baru ya Miss Wiwik... Biarpun jadi korban pemadaman yang entah sampai kapan kejadiannya ini...(Gini ni gara2 ikut global,...coba kalau kita isolatif dari dulu, pasti gak kayak gini dampaknya )
Bambang Priantono 160608
Pagi-pagi begini, baru datang di kantor, mana hari Senin sudah ada masalah yang harus diselesaikan cepet. Ah, setiap hari mah memang ada kok, tapi hadapi saja, jangan ngabur...malah gak selesai-selesai nanti. Daripada bete mikirin masalah, mumpung belum banyak orang mending saya cerita tentang isi laptop saya yang baru dua minggu ini lunas..hehehehe. Namanya juga kreditan, kalau beli tunai, aduh kapan ngumpulnya duit. Wong gaji pengajar kan gak sebanding dengan orang-orang kantoran yang lebih basah...jadi kreditlah solusinya. Gak papa, daripada gigit jari doang...Saya beli laptop merek BenQ itu (lupa jenis apa) karena waktu pameran sepuluh bulan yang lalu harganya pas banting-bantingan, jadi tertariklah saya membelinya..maaf gambar tidak disertakan lho...hehehehe...Bayar cicilannya aja ternyata bikin dompet senen-kemis selama beberapa bulan, tapi secara ada rejeki...ya sudah, lunasi aja sekalian. Dan jadilah laptop itu milik seutuhnya. Soal isi laptop...aslinya sih gak banyak-banyak amat. Apalagi kalau nulis atau baca-baca saya suka buka. Hitung-hitung sebagai alat hiburan, mana irit listrik lagi. Pemadaman? tinggal pasang batere, beres.... Apa saja ya isi laptop saya? Kalau dipikir-pikir jadinya sebagai berikut : 1. File-file dari Wikipedia.. (terutama bahasa, budaya, sejarah) 2. File terjemahan Al-Quran dalam banyak bahasa 3. Aneka mainan yang biasa-biasa aja...seperti mbangun kota (Caesar III), mbangun restoran (Diner Dash), dan ada 4 biji lainnya. 4. Musik-musik dari berbagai negeri...saya aslinya bukan kolektor musik banget. 5. Foto-foto hasil jepretan sendiri.. 6. Tulisan-tulisan di MP, baik yang jadul maupun jamod... Hmmm..apa lagi ya? Sekalian latihan ingatan. Seminggu sekali (kalau ingat) cuma saya defrag biar rapi...dan kadang-kadang diperiksa dengan anti virus. Alhamdulillah hingga detik ini belum tercemar virus sebijipun sejak beli pertama kali. Ya sudah, itu saja untuk pagi ini.....kalau isi laptop anda kira2 apa ya?? Hehehehe... Bambang Priantono 160608
Bapak kok tampak kurus sekarang?
Itu pertanyaan yang saya dapat waktu nabung di salah satu bank pemerintah dekat kantor. Memang sebulan sekali saya datang kesana untuk setor duit, dan kayaknya orang tersebut memperhatikan perubahan saya. Setidaknya fisik. Saya hanya jawab 'Yah, kerjaan tambah banyak, padahal makan tetap' sambil nyengir.
Memang belakangan ini ada perasaan aneh dalam diri saya. Celana-celana yang selama ini harus ngotot dulu untuk dikancingkan, sekarang serasa lebih longgar dan lega. Sementara kemeja yang dulunya serasa ketat kok sekarang agar lombor (longgar). Dan makin banyak yang bilang kalau saya tambah kurus.
Satpam saja pernah membandingkan penampilan saya waktu awal 2007. Katanya dulu saya bulet bak bola dunia, tapi awal 2008 sampai sekarang sudah jauh lebih kempes...hehehehe.. Yah, lumayan banget lah. Padahal sehari-hari makan juga tetep. Tapi kegiatan kian bejibun, dan itu mungkin yang bikin kalori terbakar. Seminggu sekali sih, jogging, karena hanya waktu itu saja yang dipunya. Iya..iya, gak berasa berat badan kian susut. Diteruskan ah, biar sampai berat badan ideal...
Bambang Priantono 060608
Demo lagi..demo lagi Bentrok lagi..bentrok lagi. Antri lagi..antri lagi Mogok lagi..mogok lagi
Setiap hari, baik pagi saat baru melek mata, dan saat baru pulang dari kerja plus mau tidur, suguhan berita selalu itu-itu saja. Ah, pusing banget dach..hari-hari disuguhi berita aksi demo mahasiswa tentang penolakan kenaikan harga BBM, disambung lagi dengan anarkisme dimana-mana. Antrian rebutan BLT dimana-mana, kisruh supir angkot juga bikin bete hati...
Aduh-aduh-aduh, hanya itu saja keluhan yang muncul dalam hati. Sementara demo mahasiswa sendiri kian hari kian anarkis saja. Kok sepertinya suka banget bentrok dengan polisi ya? Melihat demo kisruh di beberapa universitas ini rasanya ikut miris, karna lihatnya cuma itu saja..lempar batu, rusak fasilitas, bikin macet dan semuanya kacau. Masyarakat yang rugi kalau sudah begini. Ini aslinya demo demi rakyat atau adu kekuatan kah?
Gara-gara itulah saya sudah malas nonton berita dan baca koran berita utama. Pasti isinya cuma bikin sakit hati saja....apa nggak ada lagi berita yang menyejukkan selain berita yang selalu bikin stress ini?
Saya kalau sudah begitu kadang suka stress sendiri, dan ujung-ujungnya capek sendiri lihat berita-berita tersebut....yah, nonton dokumenter atau filem-filem tanpa adegan seks (soalnya dah bosen) atau kartun sekalian aja hehehehehe.....biar gak bete
Ah, sudahlah...mending baca buku bahasa dan masak-memasak saja dulu...
Bambang Priantono 280508 (2 langkah jelang jurnal ke-2000)
Festival Malang Kembali 2008 ini adalah penyelenggaraan tahun ketiga sejak diadakan pada tahun 2006. Hanya untuk kali ini festival diadakan dengan lebih singkat dari tahun-tahun sebelumnya, dari semula 5 hari menjadi hanya 4 hari, mulai dari tanggal 22 sampai tanggal 25 Mei 2008. Slogan yang dipakai adalah ‘Sejuta Tradisi, Satu Aksi’ dimana berbagai atraksi kesenian dan segala macamnya tumpah ruah dalam festival yang berlangsung di sepanjang Jalan Ijen ini. Aneka lomba dan pertunjukan juga digelar, seperti lomba Kakang Mbakyu Cilik yang diselenggarakan hari Jumat tanggal 23 Mei pada pagi hari, lomba egrang, serta yang lebih penting adanya diorama. Gembar-gembor itu juga kian diperkuat dengan munculnya spanduk-spanduk ejaan Ophuysen yang berjajar disepanjang jalan mendekati Jalan Ijen bahkan sampai jalan Jakarta (dekat kantor). Dan menurut berita yang saya dengar dari beberapa media, dikatakan Festival Malang Kembali untuk kali ini akan dibuat lebih tertib dengan melarang penjual jalanan untuk memasuki areal festival dan parkir yang lebih teratur serta peraturan lebih ketat dari biasanya. Kesan penerapan aturan itu tercermin dengan sebuah baliho yang terpampang di Jalan DI Panjaitan, tergambar seorang laki-laki berbusana Jawa dan beberapa penari dengan latar belakang candi, slogannya adalah ‘Hargailah Boedaja Sendiri, Pakailah Boesana Tradisi’. Baliho besar itu sudah terpasang selama lebih dari dua minggu sebagai pengganti baliho bergambar Pak Peni (Walikota Malang). Kemudian juga beberapa diorama yang sebelumnya tidak ada kini diadakan, seperti diorama yang menggambarkan perjalanan sejarah kota Malang dan sekitarnya mulai jaman Mataram Hindu sampai dengan penjajahan Belanda serta pertunjukan berbagai seni budaya, seperti festival Batik Malang yang diadakan Jumat pagi (sayang sekali tidak bisa dating karena masuk kerja), pertunjukan Ludruk, Keroncong, Ketoprak hingga Qasidah yang setiap hari temanya (katanya) berbeda. Malahan ada diorama sawah berikut ternaknya (kerbau dan bebek) yang dipasang dekat dengan Museum Brawijaya Tapi yang paling menarik lagi (seharusnya), adalah para pengunjung disarankan untuk memakai baju jaman dahulu. Baik baju petani atau baju-baju jaman perjuangan. Ini yang sebenarnya menjadi daya tarik bagi siapapun yang datang ke festival tahunan ini. Seharusnya dan seharusnya. Malahan dibeberapa sumber, ada pengamanan berlapis untuk memantau pemakaian busana tempo doeloe dan dibuka persewaan untuk baju tempo doeloe dan pernak-perniknya seharga 5000 sampai 15.000 perak didepan gerbang festival. Inilah slogannya, tapi apa yang terjadi? Mungkin ini pandangan saya, ada kegembiraan sekaligus kekecewaan yang terbersit dalam pikiran saya saat datang ke festival itu hari Jumat sorenya… Bersambung, karena masih ada kelanjutannya Bambang Priantono 240508
Festival Malang Kembali hari ini akan dibuka, moga-moga aja lebih baik dari tahun sebelumnya. Semalam saya sempat kebingungan mau cari pinjaman blangkon. Mana blangkon milik saya sudah dihadiahkan kepada sahabat tersayang, hingga akhirnya tidak punya sama sekali. Sebelnya, festivalnya kok diadakan pas tanggal tua ya? mana duit sudah kian menipis, dompet kian kritis....hehehehe... Semalam saya bilang ke adik untuk pinjam kain jarit (batik)nya. Dia langsung bawakan dua helai sekaligus dengan corak berbeda tapi warna dasarnya sama yakni coklat. Saya cobain satu-satu, eh...alhamdulillah pas saja meski kurang panjang. Paling sebatas mata kaki, tak perlu diwiru lah, karena kalau diwiru justru tampak kependekan. Sedangkan saya ingin tampil ala pelajar tempo doeloe, namun beskap (baju jawa) tiada. Akhirnya terlintas ada satu jas yang belum pernah saya pakai. Warnanya abu-abu tua (mendekati hitam), dan belum dikeluarkan dari plastik, so ambil saja dan dicoba. Nah...ternyata setelah kerahnya (collar) dinaikkan dan dikancingkan menyamping, jadilah beskap darurat..hehehehee. Blangkon Bagaimana dengan blangkon? usut punya usut, diakibatkan tidak ada yang punya maka saya bingung mau pakai apa. Sempat kepikiran mau pakai kopiah saja, tapi kok malah katon wagu? Sembari melayani pelanggan toko, karena Papa Mama sedang keluar, saya mikir....eh! ketika mata saya tertumbuk pada kain batik punya adik, tiba-tiba saya berpikiran, gimana kalau ini saja yang dijadikan ikat kepala?
Ternyata....jalan!!! meski kelihatan kepanjangan, tapi 'blangkon' atau udheng atau ikat kepala darurat ini. Sedang untuk kain jaritnya saya ikat saja dengan sabuk (tali keledar) biar tidak lepas dan...jadi dach tampil ala tempo doeloe... Ah, lega rasanya sudah ketemu jalan keluar. Soal alas kakinya, gampanglah bisa diatur...entah pakai theklek, atau sepatu atau sekalian aja nyeker alias telanjang kaki...lihat saja. Namanya juga akal-akalan saat tanggal tua. Bambang Priantono 220508
Nonton TV semalam bikin misuh-misuh, sampai saya sempat terlontar kata-kata 'halus' saat pemberitaan soal kenaikan BBM dibahas. Gimana enggak? BBM malah naik lebih cepat dari yang diperkirakan, sedangkan kita sendiri rasanya kok masih belum siap dengan semua itu. Bisa-bisa hari Minggu ini sudah naik tuh harga BBM, yang katanya 28,7%.
Kenaikan dengan rincian Premium dari 4500 perliter menjadi 6000 perak perliter, kemudian minyak tanah naik dari 2000 perliter menjadi 2500 perliter (solar males bahasnya, jelasnya lebih murah ketimbang premium). Pantas saja terjadi antrian panjang beberapa waktu terakhir ini. Saya cuma mikir, kok cepet banget ya?
Katanya sih dengan kenaikan ini, subsidi bisa dihemat hingga sekian triliun dengan alasan selama ini subsidi BBM justru lebih banyak dinikmati oleh orang-orang kaya berkendaraan roda empat, dan meningkatkan anggaran bagi warga miskin. Sedang yang bikin saya jengkel lagi, BLT (Bantuan Langsung Tunai) kok jumlahnya cuma 100 ribu perbulan, kenapa nggak dinaikkan sekalian ya? Malahan kata Sri Mulyani kondisi ekonomi akan sempat guncang tiga bulan pertama setelah kenaikan BBM, sementara Jusuf Kalla menjamin kenaikan BBM tidak akan menambah jumlah warga miskin. Ah, masa sih? setahu saya jumlah warga miskin malah melonjak drastis sejak 2005. Sementara Bapak Presiden kita menghimbau agar aksi penolakan jangan sampai ricuh. Sudah ricuh lho Pak...
Unjukrasa menolak BBM diberbagai daerah sebagaimana dilihat di televisi malah kian ricuh (kata populer saat ini). Bentrokan dimana-mana, sampai situasinya jadi amburadul. Embuh wis! Mundhak-mundhako (naik-naiklah) sekarepmu! Sudah pusing mikirin segala macem.....bisa-bisa jumlah orang sutris malah melonjak drastis...
Harusnya kenaikan BBM diiringi dengan kenaikan kesejahteraan, bukan pemiskinan. Khawatirnya salah sasaran dan malah cuma jadi abang-abang lambe thok (pemanis bibir saja)
Bambang Priantono 220508
Meski badan sebenarnya agak teler karena acara dikampus kemarin yang memakan waktu seharian dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam, tapi saya tetep pada agenda utama tiap hari Minggu, yakni jalan-jalan bakar kalori. Terlebih sekarang badan saya tambah kurus karena banyak kegiatan belakangan ini, sehingga dirasa celana kian melonggar, lumayanlah gak segemuk sebelumnya dan kata teman-teman sangat kentara.
Akhirnya saya putuskan jalan-jalan menyusur daerah sekitar rumah, melewati sawah-sawah yang kalau dihitung masih ada 7 petak yang ditanami padi, sedang ada 5 atau 6 petak yang ditanami jagung, kacang-kacangan dan cabe....kebetulan padi-padi tersebut masih berusia sebulan, baru masuk masa tanam. Sedang jagung baru keluar daun-daun kecil dari tanah...memang tanah itu sumber kehidupan yang diciptakan Allah buat seluruh mahluknya...
Cuaca belakangan ini dingin dan berangin, pertanda musim kemarau menjelang datang.....mbediding, ah, datangnya cepat juga...sambil melihat gugusan pegunungan Tengger-Semeru yang gagah menjulang diselatan, saya terus berjalan...mensyukuri apa yang saya lihat saat ini...
Hanya saya tetap khawatir kalau kelak sawah-sawah itu akan menghilang, tergusur pembangunan rumah yang kian marak... Andai saja ada duit bejibun, pengen beli salah satu petaknya....biar bisa nanem padi sendiri....
Alhamdulillah yang penting nikmati saja yang ada selagi bisa. Sudah sejuk hawanya....sawah masih ada...benar-benar indah...padahal tidak jauh dari rumah
Alhamdulillah hingga detik ini juga saya masih sehat untuk beraktivitas, sementara rekan-rekan lainnya banyak yang belum tentu selepas acara kemarin masih kuat beraktivitas...
dan Alhamdulillah masih bisa ngeblog hingga detik ini
Bambang Priantono 110508
Disaat tertentu paling enak bagi saya adalah berada dilantai dua rumah...terlebih disaat pagi menjelang dan cuaca masih sejuk-sejuknya. Jarang sih saya disitu kecuali untuk bantuin angkat cucian, kemudian ambil cucian kalau tidak ada orang dirumah sembari mengawasi orang lalu lalang...(sayang susah lihat cewek cantik dari situ..hehehe)
Kadang-kadang sambil lihat kiri kanan....dibelakang rumah masih ada kebun yang ditanami cabe dan tomat. Sedangkan agak serong ke kiri dan tertutup pohon petai cina dan lamtoro, ada sepetak sawah yang baru masuk musim tanam, dan beberapa waktu lalu sempat dibajak untuk diolah....Ahh...syukur alhamdulillah masih ada sawah dibelakang rumah. Beruntung sekali dah saya masih bisa melihatnya...
Dan jika cuaca cerah, disisi utara saya bisa melihat gugusan pegunungan putri tidur, dimana kota Batu terlihat samar-samar, serta diselatan ada gugusan pegunungan Tengger dan Semeru yang sekali waktu mengeluarkan asap, dan matahari yang terbit dari puncak tertinggi pulau Jawa ini benar-benar mengundang rasa keindahan tersendiri.
Afiqpun suka berlarian diatas sana kalau diajak....sekali bermain diatas, susah diajak turunnya, terlebih rasa ingin tahunya sangat tinggi...
Saya kadang suka nangkring diatas rumah ini, karena bisa buat merenung dan melayangkan pandangan hingga radius 100 meter dari rumah...yah, kawasan yang masih sepi dan belum banyak orang. Tapi mulai ada pembangunan rumah sana-sini yang saya khawatirkan akan menggusur sawah-sawah yang tersisa... Dan saya akan kesulitan untuk melihat kehijauan saat nangkring diatas rumah lagi nantinya.. terlebih rumah-rumah mulai meninggi
Yah, ini sekedar gumaman saja...tak bermakna dan hanya sekedar berbagi...
Bambang Priantono 090508 (foto diambil dari atas rumah tadi pagi)
Usia sudah melampaui kepala tiga Memang pekerjaan sudah ada, kendati masih belum masuk ke apa yang dikehendaki... Patutlah itu disyukuri....masih diberi kesempatan mencari rizki.. Selalunya yang mengganjal Tentang pasangan.. Kapan kamu nikah? Kapan nih ortumu diberi cucu? Kapan? kapan? Pertanyaan yang selalu terlontar saat bertemu dengan keluarga besar. Kadang ibupun bertanya soal itu, tapi entah kenapa aku cenderung menghindar. Pertanyaan yang dalam, tapi.....sulit untuk mencari jawabannya...
Kenapa aku masih sendiri? Memang aku pernah berupaya menjalin hubungan...namun berakhir dengan kegagalan. Dan kini aku gak ingin kegagalan itu terulang meskipun aku menikah terlambat sekalipun. Aku masih belum bisa membagi diriku dengan orang lain disisiku Bahkan aku sendiri masih khawatir dengan kegagalan itu... Memang seringlah aku bertemu, berkawan dengan lawan jenis Tapi untuk menimbulkan chemistry itu... Rasanya masih jauh....belum kurasakan semua itu setelah lebih dari 3 tahun Entah kapan aku mengakhiri masa lajang itu Biarlah aku pasrahkan pada yang Illahi... Biarlah rasa itu mengalir dengan sendirinya Tanpa perlu dipaksa-paksa dari luar... Karena semuanya itu adalah pilihan...
Kalau belum ada? So what? janganlah dipaksa-paksa... Karena kupercaya, saatnya akan tiba meski entah kapan... Meski terlambat sekalipun...
Bambang Priantono 080508
Daerah sekitar rumah gue masih banyak yang kosong. Baik itu lahan tidur, atau ditanemin macem-macem, kayak kacang tanah, lombok (cabe rawit atawa cili kalo tetangga seberang omong), jagung, singkong dan yang penting lagi adalah padi!!!.... Memang banyak lahan tidur itu yang udah mulai dibangun rumah yang megah magrong-magrong, terlebih memang tanahnya masih luas dan dalam waktu dekat bakalan jadi pusat pemukiman baru. Tapi ada hal-hal penting yang suka gue perhatiin kalau sedang ada dirumah. Dari lantai dua rumah, gue kadang suka melihat kesana kemari, ternyata masih ada saja sepetak sawah tepat dibelakang rumah. Saat ini gue bisa ngelihat dengan jelas dari dekat proses pembajakan sawahnya dan sekarang sih sudah mulai tumbuh dan siap panen. Sedangkan ada dua petak sawah lagi sekitar 200 meter dari rumah, berseberangan dengan kebon kacang yang menghijau dengan padi... Alhamdulillah ternyata masih banyak sawah didalam kota yang kian membangun ini. Gue suka banget ngeliat lama-lama apalagi kalau sawah sedang ijo-ijonya....sampai-sampai gue sempat sedih banget, waktu sawah disebelah pujasera (medan selera) LUMBUNG PADI di jalan Soekarno-Hatta diurug tanah, mau dijadikan bangunan. Padahal citranya pas dengan nama pujasera itu. Kadang kalau ngeliatin sawah dibelakang rumah, gue suka mikir...sampai berapa lama sawah ini bakal bertahan? Apakah nanti akan dibeli dan digusur untuk dijadikan perumahan? Lantas pegimana dengan sawah sisanya? Gue gak tau apa yang bakal kejadian besok...apalagi beras juga malah mahal gara-gara bencana dan juga gusur sana gusur sini. Beras cap lombok dirumah gue harganya dah 29 rebu per lima kilonya lho...ntah kalo yang Piala Dunia... Padahal tanpa sawah ini, apakah kita bisa hidup? Apa cuma ngandelin beras dari negeri tetangga? Lantas gimana dengan orang miskin yang sekarang malah mlarat dengan makan nasi aking? Ah.....kalo ngeliat sawah dibelakang rumah itu gue suka miris sendiri....apa nanti digusur juga? Lantas kalo sawah-sawah dikota pada habis, apa kita terus ngandelin yang didesa, yang saat ini juga belum karuan bisa menuhin kebutuhan kota? Ah, moga-moga aja sawah dilingkungan rumah gue gak cepet-cepet digusur...karena gue masih ingin mensyukuri nikmat-Nya yang asli, bukan yang udah gusuran. Kasian juga anak-anak entar kalo nanti gak ada lagi sawah....mau main layangan dimana? Nikmati saja sawah itu dulu sedari bisa... Bambang Priantono 080508
Note : Aku malas pakai bahasa kelas tinggi kali ini, sekalian saja bahasa pasaran campur-campur... Sekarang kan era vulgar-vulgaran, kalau pakai kiasan sudah gak mempan sih...
Gue pasrah aja Kalau harga BBM bakalan naik Gue sudah gak peduli lagi Mo naik brapa persen Mo 30% kek Mo 60% kek Mo sekalian 100% kek Tekek kek... Nggak ngefek lagi.... Belum diumumkan saja barang-barang sudah pasang kuda-kuda Naik lagi, dan lagi Duh... Duit 50 rebu rasanya kok gak ada artinya lagi Duit kayak gak ada harganya Cepet banget ludesnya... Dompet tambah kurus Tinggal sarang laba-laba doang Nyang ada... Gue pasrah... Mo diarahin kemana kita-kita ini Terseraaaaahhh...... Gue pasrah... Kalau harus ngerogoh kocek lagi lebih dalem Miss Pertamax dah jual mahal Miss Premium bentaran lagi juga mo ikutan Kalo semua dah ikutan naek... Sapa yang susah? Nyang kere....tambah kere Nyang setengah kere...jadi kere asli... Gue pasrah... Kalo besok bakal lebih miskin dari sebelonnya Daya beli anjlok jeblok ampe teperosok Cuman gara-gara atu negara gede susah Sedunia jadi ikutan susah... Globalisasi dah nunjukin sisi jeleknya Gue pasrah.... Kalo besok entar kembang kempis Kantong jadi senen-kemis Gak bisa nabung lagi... Gue pasrah... Bukan kenapa-napa Gue cuma nungguin perubahan Bukan cuman angin surga... Ditungguin hei calon wakil rakyat Ditungguin hei para mahasiswa Kapan kita selesein repormasi ini Bukannya malah repotnasi... Gue pasrah dah.... Sambil ngumpulin sisa-sisa upaya Untuk bangkit lagi... Gue pasrah...dan cuman bisa ngedoain
Bambang Priantono 080508
Njenengan dalam bahasa Jawa artinya 'anda' Bentuk panjangnya adalah 'panjenengan' dan ini sangat halus...
Njenengan ini lebih banyak terdengar diJawa Tengah, Jogja dan Jawa Timur bagian barat ketimbang belahan timur, jadi bagi saya pribadi seseorang yang menyebut saya dengan njenengan itu kesannya sopan banget...gak kayak saya yang sehari-harinya paling pol menyebut 'sampeyan', yang di Jawa Timur Arekan sudah dianggap sangat respektif. Tadi pagi saya mengantarkan sisa undangan HRD gathering ke beberapa sekolah dan dua perusahaan. Satu kantor notaris dan satunya perusahaan di Lawang. Nah, yang saya datangi tadi salah satunya adalah kantor notaris, terpampang nama Tan Lyla Herawati, SH (dari nama depannya sudah terlihat kalau dia keturunan Tionghoa), dan memang lazimnya mayoritas keturunan Cina di Indonesia mempunyai dua nama, yakni nama Cina dan nama Indonesia (yang seringkali berbau Jawa atau dijawa-jawakan, sebagai dampak dimasa lalu). Mahasiswi-mahasiswi saya ada tiga orang yang magang dikantornya yang lebih mirip rumah..memang, rumah merangkap kantor. Agak lama sih nunggu orangnya, karena beliau nampaknya masih sibuk banget dengan kerjaannya. Sayapun melihat-lihat sekeliling...ada foto-foto yang menunjukkan siapa Ibu Lyla ini...yang kata rekan saya super cerewet...hehehehe...banyak fotonya yang memakai kebaya dan nampak 'njawani' dengan busana tersebut.. Tak lama setelah 10 menit jamuran menunggu, orang yang dimaksud keluar dari ruangannya dan menyapa saya dengan hangat.. 'Dengan Pak Siapa ini?' 'Pak Nono, Bu' ikutan menjabat dengan hangat Nah, saya jelaskan maksud tujuan saya pada beliau, yakni menyampaikan undangan. Beliau nampak antusias karena yang membawakan adalah pimpinan John Robert Power Asia Tenggara sendiri. Nah, dari gaya bicaranya, meski usianya nampak sudah memasuki setengah abad, namun beliau kelihatan enerjik dan kosakatanya lebih banyak didominasi bahasa Jawa, malah halus sekali... Termasuk kalimatnya berikut : Ini saya cuma bilang ke njenengan Yang mana tidak banyak orang keturunan Tionghoa yang menguasai atau menggunakannya. Mungkin biasa bagi orang lain, tapi bagi saya ini merupakan pengalaman yang menarik...apalagi jarang sekali orang Tionghoa menggunakan kata njenengan ini kecuali kalau dia berasal dari Jawa Tengah, Jogja atau bagian barat Jawa Timur. Terlebih Bu Lyla meski kesannya ceriwis, tapi sangat-sangat Jawa perilakunya...Ya mungkin sebagai dampak pembauran ya...atau setidaknya meski didalam mempertahankan budayanya, tapi menyesuaikan diri dengan budaya sekitarnya.. Sekali lagi, mungkin cerita ini biasa saja, atau malah remeh...tapi bagi saya ini luar biasa...apalagi baru sekali ini saya ketemu orang keturunan Cina yang seperti Bu Lyla ini....(maksud saya, biasanya sih sehari2nya terdengar kasar...terlebih anak muda sekarang)
Bambang Priantono 070508
| |