Indonesia, Dangerously Beautiful!!!!

Bambang's posts with tag: jawa

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag jawa
Photo Album(Korban Canon A 590) : THE DANCE (11 photos)Jul 4, '08 12:07 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Foto ini diambil saat pembukaan Ajang Kreasi Mahasiswa WEC 2008 dua hari yang lalu. Tahun kemarin dibuka dengan tari Bali, kini dibuka dengan tarian khas Jawa Timur yakni Ngremo...

Sayang, karena saya berposisi sebagai salah satu MC acara, ya hanya bisa ngambil dari jarak yang agak jauh...:) Enjoy it!!!

Blog EntryAPA SIH YANG DIMAKSUD DENGAN JAWA TIMURANJun 18, '08 8:06 PM
for everyone
Apa sih yang dimaksud dengan Jawa Timuran?

Sering saya menulis artikel soal Jawa Timuran, termasuk diantaranya bahasa Jawa Timuran. Namun kalau saya menyebut 'Jawa Timuran', seringkali ada yang protes terutama sekali asal Madiun, Kediri, Tulungagung, dan sebagainya. Mereka menyebut tidak semua daerah itu pakai 'Jawa Timuran'. Dengan giraspun saya jelaskan dengan rinci, tapi kadangkala ada saja yang mempertanyakan soal itu. Jujur saja, saya sering pusing kalau menghadapi dilema soal mana yang 'Jawa Timuran' dan mana yang bukan.

Nah, apa sih yang dimaksud dengan Jawa Timuran?

Kalau Jawa Timur sendiri adalah sebuah propinsi yang mencakup belahan timur pulau Jawa, terbentang dari Mantingan (Ngawi) sampai Ketapang (Banyuwangi), dari pantai utara sampai pantai selatan, dari Jatirogo (Tuban) sampai Kangean (Sumenep). Secara administratif iya sama...Namun ada perbedaan-perbedaan yang perlu dijabarkan, terlebih soal dialek.

Nah, apa sih yang dimaksud dengan Jawa Timuran?

Jawa Timuran adalah dialek yang dituturkan oleh etnis Jawa mulai dari bantaran timur Kali Brantas (timur Kertosono) sampai kawasan Tapal Kuda alias Ujung Timur Jawa. Inipun juga terbagi dengan dialek-dialek seperti Suroboyoan, Malangan, Sidoarjoan, Gresikan, Probolinggan (terkenal dengan kata 'njipik' untuk ambil), Mojokerto, sampai Jombang sendiri. Memang batas-batas itu sudah kabur, namun barangkali dialek-dialek dikawasan itulah yang disebut trully Jawa Timuran alias Arekan. Baik dari segi dialek sehari-hari maupun budayanya yang lugas dan tanpa basa-basi hingga terkesan kasar oleh orang Jawa Mataraman.

Sedangkan sisi barat Kali Brantas sampai batas Jawa Tengah berbudaya dan dialek Mataraman, termasuk beberapa kawasan selatan Jember dan Banyuwangipun berlogat serupa.

Jadi kalau misalnya saya besok menyebut 'Jawa Timuran', ini berarti dialeknya...semoga tidak lagi disalahpahami oleh yang lain, dan bukan bermaksud membeda-bedakan, toh biar Mataraman, pesisiran, Jawa Timuran/Arekan, Madura, Pendalungan dan Osing tetap satu propinsi...hehehehe...

Terima kasih


Bambang Priantono
190608

Blog Entry(Bahasa Jawa) : ASAL-USIL KATA Jun 10, '08 8:29 PM
for everyone

Mungkin ini cuma iseng-iseng aja...hehehe. Hitung-hitung buat hiburan pagi gini.

Bahasa Jawa asalnya satu akar dengan bahasa Melayu, Sunda, Malagasi, sampai Hawaii. Tapi perkembangannya akhirnya melenceng karena perbedaan geografi, budaya, sosial dan politik. Nah, bahasa-bahasa seperti Sansekerta (sejak era Hindu), Arab (era Islam), sampai bahasa Belanda, Portugis, Inggris dan akhirnya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional merasuk dalam.

Nah, iseng saja nih saya mau cuap-cuap soal asal usil kata, yang benar tidaknya harus dicek di mesin waktu...hehehehehe...

Menyok
Kata ini lazim diucapkan di kawasan Bojonegoro dan sekitarnya, artinya sama dengan pohong, bodin, sawi alias ubi kayu atawa singkong. Konon, kata menyok ini sebunyi dengan nama ilmiah singkong, yakni manioc. Barangkali dulu waktu diperkenalkan dari Amerika Latin sono oleh penjajah, awalnya disebut manioc, tapi karena telinga Jawa yang jaman dulu susah ngomong manioc, maka mungkin evolusinya jadi gini
Manioc (kata si penjajah)
Si pribumi dengar, dan coba lafalkan
Manyok, manyok, manyok, lama-lama jadi menyok (bukan penyok)

Entah benar atau tidak, setidaknya bunyinya serupa lho...coba perhatikan aja...


Sumer
Orang Jawa menyebut kata sumer untuk menyatakan kondisi fisik seseorang yang sedang demam...contohnya
Bocah iki awake sumer (anak ini badannya panas/hangat)
Konon kata sumer ini berasal dari bahasa Belanda, yakni Zommer. Bahasa Inggris kurang mengakar karena cuma dijajah sebentar. Melalui bahasa inilah, orang Jawa mendapat kata tersebut untuk kondisi demam.
Barangkali denger orang Belanda ngomong zommer, zommer, pas kepanasan menjajah sini. Jadi akhirnya dicolong juga menjadi kosakatanya..hehehehehe...

Sebenarnya banyak comot mencomot juga, namanya juga bahasa...pasti serap sana serap sini karena sifatnya yang seperti karet busa, bukan spongebob...

Ya sudah, iki sik asal usilnya...entar kalau ingat disambung lagi...hehehehe


Bambang Priantono
110608


Halo, halo, hallooooo...
Sabtu-sabtu neh, masih masuk kerja dan nunggu 7 jam lagi untuk pulang. Yah, apalagi gak ada kelas sekarang.
Yah, ketimbang bete nungguin waktu...sudahlah, mau bahas bahasa Jawa lagi. Terutama satu kata yang menurut saya asyik..

'Meminjam'...

Tentu dah tau kan? dalam bahasa Jawa Ngoko (rendah, kasar) meminjam artinya nyilih, silih (dengan kata benda silihan) dan bahasa Jawa Halusnya (lupa kromo apa madya)..kurang lebih ngampil atau nyambut.

Contohnya :
Bukumu ta' silih sik yo (bukumu kupinjam dulu ya)
Kowe arep nyilih piro? (kamu mau pinjam berapa?)
Terang wae yen klambi iku klambi silihan (Terang aja baju itu baju pinjeman).
Piye nek kowe ta' silihi sak yuta sik? (Bagaimana kalau kamu aku pinjami satu juta dulu)

Kalau bahasa halusnya, jujur saja saya kadang glagepan neh..hehehehehe...Tapi ada hal yang unik lagi. Didaerah saya, Malang...kata nyilih kadangkala terdengar, tapi yang sering adalah kata nyelang dari kata selang, dimana kalau dalam terminologi lokal artinya pinjam, sedang nyelang berarti meminjam dan selangan berarti pinjaman.

Contoh :
Onok selangan ojir a? (ada pinjaman duit kah?)
Eh, aku oleh a nyelang laptopmu? (Eh, boleh aku pinjam laptopmu?)
Aku nyelang selange sik yo (aku pinjam selang dulu ya)
Yo wis, ta' selang sik bukune lek ngono (ya sudah, aku pinjam dulu bukunya kalau begitu)

Kata selang ini sering menimbulkan salah paham, apalagi dengan penutur yang tidak tahu maknanya disini. Misalnya orang asal Malang berkata begini pada seseorang asal Blitar....Ta' selang sik yo. Si Blitar mikirnya langsung pada pipa panjang yang biasa dipakai untuk menyalurkan air, alias selang. Hehehehee...

Bisa saja lho, kalau seseorang asal Malang mau pinjam sesuatu, misalnya onok selangan? jangan-jangan sama orang daerah lain langsung dikasih pipa selang..

Yah, itulah.....beda wilayah, pemaknaan kata bisa berbeda bahkan bikin salah paham alias -mungkin- false friend.


Bambang Priantono
070608

Blog Entry(Bahasa Jawa) : PENGGUNAAN KATA 'SING'Jun 5, '08 10:51 PM
for everyone
Sing..
Bukan sing-sing-so, apalagi sing a song
Merupakan kata sambung yang menunjukkan makna 'yang' dalam bahasa Jawa baku dan dialek-dialek Jawa pada umumnya. Selain 'sing', kata 'kang', 'hang' dan 'ingkang' (bahasa kromo) juga digunakan.

Contoh :
Bapak tukokno sego jagung, sing anget yo
(Bapak belikan nasi jagung, yang hangat ya)
Kowe sing seneng, aku sing senep
(Kamu senang, aku yang susah)

Ini cuma contoh belaka. Tapi di beberapa daerah, kata sing punya makna berbeda. Khususnya di wilayah Indramayu (Jawa Barat) dan Banyuwangi (Jawa Timur).
Kalau di Indramayu (Dermayon), kata sing artinya dari. Sedang di Banyuwangi artinya tidak (pengaruh bahasa Bali), dikarenakan kedekatan dengan Pulau Dewata tersebut.

Contohnya :
Dermayon (Indramayu)
Mama Alfian asale sing Kandanghaur (Oom Alfian asalnya dari Kandanghaur)
Lagune sing Indramayu
(Lagunya dari Indramayu)
Ora adoh sing umah (tidak jauh dari rumah)

Osing (Banyuwangi)
Isun sing weruh sopo hang nggawe iki
(saya nggak tahu siapa yang berbuat ini)
Bapakiro sing paran-paran (Bapakmu tidak apa-apa)

Tapi kalau untuk bahasa halus, sama-sama mereka pakai ingkang. Sedang untuk penggunaan 'yang', terkadang 'sing' dipakai di Indramayu, namun di Banyuwangi kata yang diguna adalah 'kang' atau 'hang'.

Memang bahasa itu punya keunikan sendiri-sendiri disetiap wilayahnya


Bambang Priantono
060608




Ini cuma iseng saja...
Seberapa sering anda berbahasa Jawa?
Apakah anda menjadikan bahasa ini sebagai bahasa keseharian? Ataukah hanya saat-saat tertentu saja? Misalnya disuatu daerah yang mana Jawa minoritas anda hanya berbahasa Jawa dengan sesama? Itu pasti jamak bagi siapapun. Apakah anda juga menurunkan bahasa Jawa tersebut pada anak-anak?

Biasanya bahasa Jawa dituturkan sebagai bahasa rumahan, bahasa antar teman atau interaksi dengan yang lebih tua. Galibnya kalau kepada yang lebih tua pasti bahasa Jawanya halus atau setengah halus setengah kasar (kayak saya sendiri).

Malahan sebenarnya saya jarang pakai bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia hanya saya pakai pada orang yang tidak saya kenal, kepada suku lain dan dalam kondisi formal termasuk dengan murid serta dalam kelas. Nah, sedangkan dengan teman-teman malahan lebih sering ngecewes dalam bahasa Jawa saja, campur Indonesia dikit. Logatnya ya logat lokal...logat yang ditelinga orang Jawa Tengah sangat kasar.

Dikantor ya gitu, pakai bahasa Jawa saja...hanya dengan manajer atas saja saya berbahasa Indonesia, meski dengan citarasa Jowo..hehehehehe...memang repot ya punya bahasa asli dua. Selalu kecampur aduk..

Yah, iseng aja siang-siang..mumpung internet lagi lancar.


Bambang Priantono
050608

Blog Entry(Bahasa Jawa) : MENYOK dan INUKJun 4, '08 6:12 AM
for everyone
Bahasa Jawa sejatinya logatnya macem-macem, dan kadang satu daerah dengan lainnya bisa berlainan atau justru salah paham. Misalnya saja saya yang dari 'Wetanan' gak ngerti kalau diomongi orang asal Jawa Tengah kata 'Jungkat/Jungkas', yang saya tahu cuma 'suri' (sisir). Atau kata 'selang', yang di logat Wetanan (Surabaya-Malang) artinya 'meminjam', tapi kalau di Kulonan artinya ya 'selang' alias pipa selang.

Nah yang sering bikin saya senyam-senyum sendiri adalah kosakata bawaan rekan saya asal Bojonegoro. Yah, logat Bojonegoro ini mempunyai kekhasan seperti mengungkapkan sufiks -nya

Nya dalam bahasa jawa menjadi -e-, tapi di Bojonegoro (dan Blora konon) jadi -em...

Misalnya :
Bapakmu jadi bapakem (baca bapa'em)

Tapi yang unik adalah kalau menyebut singkong (UBI KAYU kalo gak tau!!) adalah menyok. Kedengarannya kayak kata penyok, tapi ya lucu juga. So, kalau menyebut singkong keju ya jadi menyok keju.

Dan satu lagi, kalau menyebut kata enak, orang Bojonegoro biasanya (entah berapa banyak) mengatakan dengan istilah inuk. Jadi mungkin kalau dibuat kalimat bakal jadi gini

Menyok keju gawenan mbokem pancen inuk  (Singkong keju buatan ibu kamu memang enak)...

Hehehe, itu aja kali


Bambang Priantono
040608


LinkMultiply Berbahasa JawaSep 15, '05 6:51 AM
for everyone
Link: http://jawatimuran.multiply.com

Halo semua, bagi yang ingin menulis dalam bahasa leluhur...bahasa Jawa. Baik yang Jawa Timuran (kayak saya), maupun Jawa Baku...Silahkan tulis dan join bersama kita di jawatimuran...
Syaratnya...pakai bahasa Jawa lho. Memang agak susah pada awalnya, tapi pasti bisa.
Juga bagi warga asal Jateng atau Jatim yang pengen kumpul-kumpul disini, monggo! disini dipakai dua dialek : Jawa Baku dan Jawa Timuran...semua bisa main-main disini dan ramaikan! Monggo Kangmas, Mbakyu!
Monggo Cak, monggo Ning!

Cak Nono

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help