Indonesia, Dangerously Beautiful!!!!

Bambang's posts with tag: kopdar mpers malang

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kopdar mpers malang
ddd
dThumbnaild
ddd
Foto2 nyedot dari punya sandy...makasi ye buat fotonya. Diambil saat acara resepsi perkawinan Aryo Sanjaya (salah seekor..eh seorang MPers dan Blogger Ngalam) dengan Phida. Perkawinannya diselenggarakan dengan Nuansa Minangkabau tanggal 14 Juni kemarin pas lampu dood didaerahku.
Suasana tambah asyik dengan adanya atraksi tari-tarian ala Minangkabau seperti tari payung dan tari piring (bikin skandal, secara salah satu piring pecah...sayang piring beling, coba kalau pake piring plastik).
Sekalian neh kita ber-BK (banci kamera) ria....Tapi kok Dian mulu yang muncul? kakakakakaakkkk....

Sen, suwun yo...fotone wis tak sedot

ddd
dThumbnaild
ddd
Yang datang cuma seger, ale, vivi, bayu, fajar, nina, ihwan dan bunga...tapi tetep seru kok..
Untung aku ada tunggalannya...bayu dan fajar sama-sama pakai baju jadul..lumayan buat rame-rame nih...

Selamat menikmati
Tetep semangat!!!!

Pembarep

Sebenarnya saya sudah datang sejak pukul 16.55 WIB, dengan pakaian lengkap sebagaimana yang disebut dalam jurnal sebelumnya. Nah, saya disangka sebagai peserta Festival sehingga tidak disuruh bayar karcis parkir seharga 2000 rupiah, dan alhamdulillah masuk aja dengan entengnya kedalam lokasi Festival. Suasana masih belum begitu ramai hingga saya putuskan untuk masuk dulu kedalam…ada beberapa perubahan yang saya lihat pada FMK kali ini, yakni ketiadaan tulisan-tulisan seperti ‘BOLEH GOEMBIRA TAPI DJANGAN LOEPA KANTONG’ yang merupakan keunikan tersendiri dalam festival tempo doeloe ini.

Sebagaimana yang pernah saya sampaikan dalam pesan pribadi, dan atas usulan seorang rekan untuk kopdar tanggal 23 Mei 2008 di ajang Festival Malang Kembali, sayapun berusaha untuk dandan sejadul mungkin karena perkiraan teman-teman juga akan melakukan hal serupa.

Sayang sekali, tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Ternyata sama saja dengan tahun kemarin. Yang berbusana jadul (atau setengah jadul) tidak berbanding dengan jumlah pengunjung yang pakai baju biasa. Sambil menunggu teman-teman sayapun putuskan jalan kedalam. Yah, disana ketemu dengan Dian (Tjahaju) yang membuka stand di nomor 177, jualannya juga pernik-pernik lucu dan ada pakaiannya juga. Dia sepertinya heran melihat penampilan saya kali ini, sementara dia sendiri nggak seberapa jadul dandanannya. Setelah ketemu Dian, sayapun berputar, melihat diorama, mengambil gambar dan saat jam 18.00 WIB langsung kembali ke Poltek Kesehatan untuk menunggu anak-anak.


Panengah

Sekitar jam 18.00 WIB saya sudah menunggu didepan Poltek Kesehatan. Yah, sesuai dengan yang disampaikan di pesan pribadi sebelumnya. Saya sempat mondar-mandir lama sampai disangka anggota Polsek yang sedang berpatroli dengan menyamar. Sebel! Masak dandan gini dibilang anggota Polsek. Sampai lebih dari setengah jam saya menunggu seperti orang kesasar, sementara jumlah pengunjung kian membludak.

Ada kira-kira setengah jam sampai akhirnya saya lihat Vivi dan Ale. Sayang, mereka tidak pakai busana jaman dulu dengan alasan (Vivi) pulang kerja. Kemudian ngobrollah kita ngalor ngidul sambil menelepon beberapa teman. Winda (rumahwinda) katanya tidak bisa datang karena mengantar kerabatnya kemoterapi, sementara sang pengusul (dewimarthaindria) justru berhalangan hadir sebab jaga di Rumah Sakit (sedihnyaa), sedangkan Yuan (bayusutu) waktu saya telepon tidak bisa datang juga karena ada kajian rutin dan Yossy juga demikian….yah, memang begitu resikonya. Sementara beberapa rekan lainnya yang antusias di pesan pribadi justru tidak datang.

Yah, jujur saja saya agak kecewa, tapi apa mau dikata, karena setiap orang ada hal-hal yang mungkin membuat mereka tidak bisa datang. Mungkin lain waktu. Tak lama datang s3g3r dengan seorang cewek yang bernama Elis, tapi tidak tahu itu saudaranya atau ‘saudara’nya? Hehehehee….sambil bernarsis ria, kita tidak lupa menanyakan kabar. Tapi jelasnya Cuma saya yang pakai baju jadul. Ah…nggak masalah…toh yang lain bisa lihat.

Nah, ditengah ketidakpastian itu, tiba-tiba ada telepon dari Bayu, katanya masih on the way. Tapi kata si Vivi, kalau Bayu bilang begitu artinya masih lama…..apalagi katanya masih di Café Teras Matos, jadi pasti tertahan lama, terlebih situasi makin ramai dan padat. Maka kami putuskan untuk masuk duluan…situasi sangat padat, apalagi parkiran ada ditengah-tengah dan lautan manusia makin membludak. Kami berlima saling melihat agar tidak nyasar nantinya terlebih Vivi…dikhawatirkan dia akan amblas kalau tidak kita jaga..hehehehee…

Benar-benar sesak, sampai saya SMSan dengan Fazli juga dengan agak mengumpat…mengumpat situasi yang super padat ini. Kira-kira 10 menit barulah kita terbebas dari kesesakan ini dan menyaksikan panggung keroncong. Nah, saat di panggung keroncong itu Bayu menelepon lagi katanya sedang menuju lokasi panggung keroncong. Dan pastinya lama lagi karena Bayu dan Fajar kan sama-sama gede…hehehehe, kuatirnya nyangkut.

Pucuk dicinta ulam tiba, akhirnya saya gak merasa sendirian lagi. Karena Bayu berpakaian layaknya cantrik, sedang Fajar bak seorang modin yang mau menikahkan siapa atau apa gitu..hehehehehee…Nah, akhirnya sambil foto2an banci kamera, kita nonton keroncong dan jalan menuju kios si Dian Tjahaju….mereka pada bingung dimana lokasinya, mana Ale juga kok ya giras banget pengen ketemuan dengan Dian…hehehehehe..

Ketemu Dian, tetep dengan narsisnya…Dian selalu demikian setiap difoto, dan kenarsisan juga terus berlanjut. Namun sayang, Ale dan Vivi pamitan entah mau kemana, dan S3g3r mau antarkan adiknya atau ‘adiknya’ pulang, maka tinggal saya, Bayu dan Fajar yang jalan…kali ini menuju stand nomor 211, stand milik kerabat Ihwan (nawhi).


Nongkrong di Stand 211

Akhirnya sampai di stand 211, saya panggil Ihwan yang sedang melayani tamu. Berhubung haus ya kita ngaso dulu disana. Apalagi dengan kepadatan pengunjung seperti itu tak pelak mengundang rasa haus….kami bertiga pesan es temulawak yang segar. Eh, disitu baru terbongkar kalau Fajar ternyata baru kali ini mencoba es temulawak. Bayu menjelaskan kalau yang asli rasanya agak getir, yang kami minum ini sudah dimodifikasi sedemikian rupa kok sehingga rasanya enak. Sayang telur untuk lontong sayurnya sudah habis sehingga hanya sayur yang tersisa. Bayu pesan dengan ayam bakar, sedangkan saya dan Fajar pesan polosan saja.

Saat mau membayar? Eh, ternyata tidak diperbolehkan alias gratis. Waduh, benar-benar rejeki nomplok neh…trims ya Wan…hehehehehee…

Singkatnya lagi, Nina dan Hana menelepon, katanya mau datang ke lokasi. Terlebih sejatinya sudah janjian untuk bertemu dengan Ihwan pula tapi nyasar. Sandal saya sempat hilang sebelah waktu selesai makan di stand keluarga Ihwan (nanti ada ceritanya sendiri), mungkin ketendang atau gimana, tapi alhamdulillah ada anak yang menemukan dan mengembalikannya kesaya.

Nina dan Hana nongol, tapi Ale dan Vivi juga nongol…katanya pulang eh ternyata ‘kencan’ dulu…kakakakaakakkkkk….ritual pertama adalah ‘foto-fotoan berbanci kamera ria’…itu sudah mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar…apalagi Ihwan juga akhirnya ikutan kita. Berjalan lagilah kita…


Penutup

Jam semakin malam, namun kita tetap bergembira ria…terlebih ada pertunjukan ketoprak yang cukup menghibur. S3g3r datang sendiri…ya, sempat kita cari-carian karena dia gak paham kita posisinya dimana. Gila-gilaan, bercanda, bersukaria tetap dilakukan meski dengan jumlah lebih sedikit. Mulai dari foto-fotoan di sawah buatan, ngasoh sebentar dan macam-macam dah…yang penting melepas lelah setelah lama gak ketemuan.

Sayangnya saya nggak bisa lama-lama karena harus membelikan obat untuk Mama di apotik dan sekitar jam 22.00 WIB saya pamit ke teman-teman saat sampai di Diorama Islam….Yah, guys…sampai ketemu lagi ya. Mudah-mudahan besok-besok bisa lebih lengkap meski tidak didalam Festival Malang Kembali kali ini. Terlebih jujur saja, saya merasa kecewa dengan Festival yang sekarang.


Bravo Mpers Malang…


Bersambung

(foto bareng minus vivi, soale dia yang motret hehehehe)


ddd
dThumbnaild
ddd
Dari Kopdar kemarin dapat pelajaran berharga, sudah lama nggak jelajah kuliner yang enak-enak dan akhirnya keturutan dengan makan Coto Makassar yang enaknya selangit, tapi jangan keseringan, nanti bisa kolesterol...
Paduan daging dan jerohan serta kuah coto (aslinya sih soto) yang panas, dengan sedikit air jeruk nipis.Jangan lupa dimakan dengan ketupat atau buras...dan pencuci mulutnya bisa Es Pallu Butung, atau dengan Es Pisang Ijo yang segar dan enak punya..

Lokasi : COTO DAENG RUDI, Jl. Borobudur, Malang

Coba saja di...

ddd
dThumbnaild
ddd
Nah, ini lanjutannya...maklum sibuk tadi sampai gak sempet online...

Silakan dinikmati wajah-wajah kita yang imut dan amit ini...hehehehehe....

ddd
dThumbnaild
ddd
akhirnya, setelah sekian lama gak ketemuan, akhirnya kita kembali lagi Kopdar untuk para kumpulan MPers Malang.
Kangen? iya, apalagi dengan kerjaan yang numpuk ketemu dengan teman2 ternyata bisa jadi obat stress yang mujarab...ah...ini dulu sebagian fotonya, karena masih ada lagi beberapa foto yang mau diunggah tapi belum sempet...jadi,
Ini aja dulu ya dan liat kelakuan kami-kami...

Lokasi : COTO DAENG RUDI, Jalan Borobudur (depan Wapo) Malang

Sebenarnya aku sendiri sudah lupa kapan pertama kali MPers Malang ketemuan untuk pertama kalinya. Bener, sampai benar-benar kelupaan, karena kesibukan sana-sini dan banyak hal lagi yang susah untuk dijabarkan. Sampai akhirnya ada PM dari sahabat MP Malang yang mengingatkan tanggal 1 Mei...iya, memang hari ini. Diapun mengingatkan kita kalau 1 Mei ini tepat satu tahun MPers Malang berkumpul untuk kali pertama, dan mengajak kopdar untuk memperingatinya.

Sementara lokasinya yang dipilih akhirnya di warung Coto Makassar Daeng Rudi yang tepat diseberang Wapo Jl. Borobudur....katanya sih pukul 12, dan aku sendiri karna banyak kepikiran macem-macem akhirnya memutuskan datang saja. Eh, jam 12 masih sepi, gak ada teman-teman. Walhasil aku langsung putuskan saja menuju Pekan Raya Malang di Taman Krida, tapi sayang....isinya cuma itu2 saja, gak ada yang baru, hanya makanan, produk kerajinan dan dagangan lainnya. Yah, jadi kecewa lagi.

Lantas akhirnya aku kembali mengendarai sepeda motor menuju arah Warung Coto Makassar Daeng Rudi. Eh, sudah ada s3g3r, deckill dan tdyta yang nongkrong dengan manisnya. Sudah lebih dari sebulan kita gak ketemu, apalagi dengan tdyta yang sejak puasa kemarin gak ketemuan.....hehehehe...alhamdulillah semuanya tetap baik-baik saja dan tetep akrab meski lama gak ketemuan....syukurlah semuanya baik saja.

Tapi? sang pengusul kok belum muncul2?
Malah si Vivi dan Ale dengan baju Hawaiinya yang muncul. Katanya masih 'on the way',...yah dari tadi on the way terus....Hanya saat difoto2 kok si Vivi dan Tera menghindar terus...dasar

Tapi sudahlah, toh tema kopdar kali ini kuliner Makassar, tak lupa satu demi satu Mpers Malang bermunculan. Yossy yang baru pulang dari lembur sempat datang untuk nyamperin kita, sementara disusul dengan Nina (sang provokator) dan Bunga muncul pada akhirnya. Apapun itu, kopdar tetap diisi dengan Banci Kamera alias narsis (foto menyusul), ngerumpi dan dengerin musik masing-masing...yah, memang pada prinsipnya ya itulah kopdar. Diakhiri dengan kedatangan Dewi dan Winda...

Tidak lupa coto makassar, es pisang ijo, es pisang pallu butung dan kawan-kawannya menjadi penyemarak kopdar MPers Malang yang sekaligus sebagai peringatan satu tahun kumpulnya kaum MPers dikota ini....Alhamdulillah masih banyak yang datang. Dan jadi ingat waktu pertama kali kopdar di foodcourt MATOS setahun yang lalu, ada delapan orang yang datang dan itu sih awalnya cuma ngajak ketemuan aja...yah iseng-iseng gitu aku ngajakin orang. Eh, sampai sekarang alhamdulillah masih tetep terbina hubungan itu.

Acara Kopdar 1 tahun MPers Malang ini gak rame2 amat. Cuma ngumpul dan ngobrol plus makan dan banci kamera. Ada agenda kopdar lagi yang insyaallah akan diadakan saat Festival Malang Kembali digeber.....sayangnya menjelang Ashar, kita semua harus bubaran dulu. Insyaallah nanti pas kopdar berikutnya kita ketemu lagi.

Go, MPers Malang!! Sudah genap setahun nih! semoga terus bersilaturahmi meski Multiply rada sepi belakangan ini...Merdeka!!!


Bambang Priantono
(ditulis setelah kopdar....foto menyusul)

ddd
dThumbnaild
ddd
Kejadian : 2 Juni 2007
Jam : 3-5 sore WIB
Tempat : Warung Orem-Orem Jalan Blitar, Malang
Perpustakaan Daerah Kota Malang
Kegiatan : Makan-makan, ngerumpi (bual-bual tauu), jalan-jalan dan rencana

Biarpun kopdarnya gak ditempat mewah, tapi yang penting ramenya itu...bersembilan? gak masalah....mudah2an yang di Musium Brawijaya nanti lebih rame dan hot!!!!


Blog Entry(Cerita Kopdar) : Kopdar MPers Malang Jilid Ke-3Jun 2, '07 10:26 PM
for everyone

Kopdar ke-3 inipun sudah direncanakan jauh-jauh hari di pesan pribadi…banyak sekali yang jawab, dan berdasarkan lokasi, dipilihkan warung orem-orem yang terletak di Jalan Blitar (sekitar 200 meter) dari tempat kerja saya –terkenal paling enak lagi-, dan sebagaimana yang disepakati di pesan pribadipun, maka jam sepakatnya adalah jam 3 sore.

Setelah pulang ke rumah sekitar jam 2 siang, saya sudah siap-siap untuk pergi ke warung orem-orem yang enak tapi agak tersembunyi itu. Dengan buru-buru dan setengah ngantuk saya pergi kesana, masih pukul 14.35 waktu saya sampai disana. Secara perut lapar setengah mampus (akibat kosongken perut dulu), akhirnya saya pesan orem-orem satu porsi dengan telur asin dan ayam, plus dua krupuk dan sebotol teh (apapun makanannya, minumnya tetap teh sosro), dan dengan santai di warung yang sedang agak sepi itu saya makan dengan khidmat. Sesudahnya, menunggu dan menunggu…Nelpon fajar susah, si Ndut apalagi…aih, bete banget!


Sampai terkantuk-kantuk didepan warung yang anginnya enak banget….jam 3 sudah lewat. Tapi kok pada belum datang ya??


15.15 WIB

Baru satu orang yang nongol…si yossy! Dia juga langsung pesan orem-orem seperti saya. Dan biasa ngobrol ngalor-ngidul sambil menunggu yang lain. Malah kalaupun gak datang, anggap saja kita sedang main. Yossy bilang, baru kali ini dia mampir ke warung orem-orem Jalan Blitar ini. Kalau saya mah sudah sering makan disini sih…hehehehehe.


15.30 WIB

Muncul satu orang lagi, si ihwan (nawhi) yang kerja diperpustakaan UNIBRAW. Lama nggak ketemu dia dan juga sudah lama nggak mampir ke situsnya. Kitapun lagi-lagi langsung akrab (mesra kata org Melayu) dan kembali terlibat dalam percakapan seputar kejadian-kejadian di MP lagi.


15.50 WIB (sekitar itulah)

Berdatanganlah yang lain yakni iswanti (onetea) dan tera yang baru gabung dengan multiply. Acara lanjut dengan makan-makan sambil berkenalan dengan tera (aduh lupa nih apa nicknya)…..tapi nunggu si fajar ini yang bikin kesel. Wanti dan Terapun pesan orem-orem, terlebih Wanti katanya belum pernah ngicipin makanan satu ini.


16.00 lewat sekian

Fajar muncul dengan jalan kaki dari jalan raya. Katanya tadi ada acara gathering dengan kantornya di kawasan Dieng dan belum ganti baju juga dari kemarin. Wah, memang susah nih ngumpulin teman-teman, padahal sudah ditetapkan tanggal dan jamnya lagi. Fajar kata masih kenyang, tapi karena sesuatu dan lain hal akhirnya diapun pesan orem-orem dengan Ihwan. Sejatinya Fajar memesankan Ihwan, namun karena salah dengar mungkin yang jual, maka akhirnya Fajarpun harus makan juga. Harusnya kan on-time, bukan malah jadi molor (maklum Indonesia..hehehe).

Terakhir ada kedatangan sinta (sinthionk) dan dua kawannya yang MPers baru. Dia sebenarnya ragu datang, tapi akhirnya muncul juga……


Bersembilan

Akhirnya yang datang menjadi sembilan orang. Susah sih ngumpulkan orang banyak, namun terpenting adalah makan dan kumpul-kumpul sebagai ciri khas kopdar…hehehehehe…karena mejanya tidak bisa disatukan, maka akhirnya makan dengan berpencar.

Tidak lupa menjelang pukul 17.00 WIB, kita semua berbanci kamera ria setelah sepakat pertemuan dilanjutkan lagi di Museum Brawijaya, sesuai dengan rencana MPers Malang untuk kunjung2 tempat bersejarah. Semoga saja bisa lebih banyak lagi, dan akhirnya kita sepakat untuk jalan-jalan ke Festival Buku Islami yang diadakan di Perpustakaan Daerah muka Museum Brawijaya…saya, yossy,ihwan, wanti dan tera naik sepeda motor, tapi karena tidak punya helm cadangan maka terpaksa sinta, fajar dkk berjalan kaki…hehehehehe….


Festival Buku Islami 2007

Sesampainya disana, kami berlima masih sempat-sempatin diri bernarsis ria dibawah poster…hehehehe. Kopdar dimanapun pasti banci kamera lah, sembari menunggu empat lainnya yang gak kunjung muncul. Singkatnya kami berlima masuk duluan ke dalam, sementara saya foto-foto dulu suasananya…

Nggak disangka nggak diduga, saya ketemu lagi dengan bekas teman sebangku semasa SMA dulu. Dia sudah naik haji dan baru menikah (kapan ya daku?), sedikit nostalgia juga lah apalagi penampilan kita sudah sama-sama lebih gemuk dibanding 12 tahun yang lalu. Sempat dia bagi nomor HPnya yang ada tiga biji itu…sukseslah dia…hehehehe..

Tapi Festival buku itulah yang menjadi ujung dari kopdar MPers Malang jilid ke-3 kali ini. Sulit diungkapkan dengan kata-kata selain menambah erat perkawanan sekaligus menambah kawan baru juga. Tukar nomor HPpun kembali terjadi, semuanyapun bubar dengan selamat. Sinta harus kerjakan skripsinya, Fajar harus balik ke kantor, dan saya harus istirahat karena ngantuk luar biasa….

Bagi yang tidak hadir pada hari kemarin, ayo dong datang waktu ke Museum Brawijaya…biar makin seru gitu…..



Bambang Priantono

030607

<a href=http://bambangpriantono.multiply.com/photos/album/260>Foto2 silakan klik sini</a>


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help