Indonesia, Dangerously Beautiful!!!!

Bambang's posts with tag: masak

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag masak

Saya memang nggak pinter bicara soal makanan. Banyak ahlinya, apalagi yang punya akun di MP. Waduh, ngeper saya kalau ngomong soal makan memakan, bisa-bisa dibabat dach..hahahahaha. Tapi…sutralah, kan saya ngomong sesuai dengan apa yang saya ketahui toh. Alhamdulillah saya dikaruniai oleh-Nya naluri suka makan...hehehehehe

Salah satu makanan yang baru saya jumpai saat di Malaysia adalah Ketan Mangga. Memang jajanan itu bukan asli Malaysia, melainkan asal tetangga sebelahnya yakni negeri Gajah Putih alias Thailand. Itupun tidak sengaja, setelah makan Laksa Kluang di Kluang Station daerah Ampang, dan itu menjelang kita pergi pulang, Pakdhe Karto mendatangi gerai makanan khas Thailand yang penjaganya juga kebetulan orang Thai tulen. Hmmm…aneka jajanan khas Thailand bergelimpangan disana, tapi yang paling menarik perhatian saya adalah dua buah bakul besar yang isinya adalah ketan (pulut). Warnanya agak beda…yang satu putih-putih mangkak, sedangkan yang satunya putih tapi agak kehijau-hijauan.

Kata Pakdhe, yang putih mangkak itu hanya pakai santan, alias polos. Sedangkan yang agak semu kehijauan itu pakai air daun pandan. Hmmm, pantes warnanya agak lain. Pakdhe pun belikan satu buat saya, yang uniknya sih…kedua-duanya dibeli, cara menyusunnya adalah…ketan dimasukkan dalam kemasan, kemudian diatasnya diberi irisan mangga manis, bukan yang kemampo (Jw : setengah matang). Tak lupa beliau mengucapkan khop khun krab alias terima kasih kepada si penjajanya dengan sikap tangan persis orang Bali.

Ketan mangga yang nama aslinya adalah Khao Neow Ma-maung ini rasanya manis sekali, paduan manisnya ketan yang dimasak dengan santan kental, gula dan garam ini sangat terasa, dan kesannya jadi mirip krim alias creamy, lengket-lengket dan dimakan bersama dengan mangga. Waduh, enak banget, meski jujur aja agak neg, karena manis ketan dengan manis mangga. Kalau menurut versi saya sendiri sih enakan kalau mangganya yang kemampo atau ketannya yang nggak manis. Hehehee… dasar lidah Jowo, apalagi saya seringnya makan ketan pakai bubuk kedelai dan kelapa parut, jadi waktu ketemu khao neow ma-maung alias ketan mangga ini lidah jadi terasa ndheso.

Tapi jelasnya lumayanlah, pengalaman lidah dan lambung kian bertambah…Mungkin kalau musim mangga entar mau saya coba ah, tapi dengan versi sendiri yang gak terlalu manis. Gak bagus untuk kesehatan kalau kebanyakan..

Matur nuwun sanget Pakdhe Karto amargi panjenengan sampun ngenalaken kaliyan kudapan saking Thailand niki...


Bambang Priantono

160608

(foto asli jepretan sendiri)


ddd
dThumbnaild
ddd
Ini hasil buatannya...memang seh belum rata tepung rotinya, tapi setidaknya itu hobi kesukaan saya, masak dan masak...
Belum apa-apa, gak kayak orang-orang yang sudah profesional. Tapi insyaallah dengan belajar dan terus belajar lama-lama nanti juga ketemu yang pas. Maaf ya, resepnya sih saya rahasiain...demi menjaga keaslian gitu..

Hehehehe, bukannya sok lho...hanya masih ujicoba terus...

Selamat ngiler

Nugget...
Makanan olahan yang cepat saji, terbuat dari daging baik sapi atau ayam dan dibalur tepung roti serta mudah saja menggorengnya ini sudah jamak dalam pola konsumsi kita semua. Nah, kemarin setelah mengikuti sebuah acara diskusi di perpustakaan daerah, saya mewujudkan apa yang sudah menari-nari dalam otak kecil saya, yakni coba-coba buat nugget sendiri.
Sebenarnya ide muncul gara-gara saat jaga toko, saya iseng-iseng membaca resep yang ada dikemasan salah satu bumbu penyedap. Nah, salah satu diantaranya adalah nugget tahu yang kelihatan asyik saja...apalagi bahan-bahannya gampang didapat dan prosesnya gak seribut kalau buat nugget ayam atau sapi.

Saya nitip bahan bakunya ke Mama, yakni tahu. Terlebih tetangga sebelah rumah juga punya industri rumahan tahu sehingga harganya agak miring. Sekitar jam 14.20 saya sudah mulai buat...berdasarkan instruksi resep yang tercantum dalam kemasan bumbu penyedap itu. Hancurkan tahu, tambahkan bumbu, telur, pala, merica dan untuk modifikasi saya tambahkan bawang putih dua siung. Kemudian prosedurnya sama seperti pembuatan nugget pada umumnya, yang kebetulan tepung rotinya masih sisa banyak.

Hanya sayang, saya kurang rata membalurkan tepung rotinya, sehingga hasilnya belang-belang....hehehehehe...saya cobakan juga ke ipar, katanya sih kurang asin. Ya memang sih, karena proses pengukusan akhirnya bumbunya jadi agak tenggelam...jadi ada pelajaran bagus yang didapat dari proses pembuatan nugget.

Beri bumbu sedikit lebih banyak dari yang dianjurkan

Karena menurut pengalaman selama masak memasak, jika kita terlalu ikuti takaran yang dianjurkan, sering kali rasanya kurang maksimal. Makanya kalau masak tumisan atau gorengan saya selalu beri bumbu dengan jumlah suka-suka dan e...alah, malah banyak yang suka.

Senangnya, kemampuan saya nambah lagi....yaitu bikin nugget...dan dari 12 potong yang saya buat (masih ada sisa banyak dan disimpan dikulkas), tadi pagi saya lihat tinggal 2 potong....

Yah, pelajaran lainnya adalah...ide bisa muncul dari mana saja


Bambang Priantono
050508


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help